Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Puasa Setengah Hari: Hukum, Usia Diperbolehkan & Aturannya untuk Anak Menurut Islam

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

Puasa Setengah Hari: Hukum, Usia Diperbolehkan & Aturannya untuk Anak Menurut Islam
Ilustrasi Anak Puasa Setengah Hari/Foto: Getty Images/ibnjaafar
Daftar Isi
Jakarta -

Puasa setengah hari merupakan salah satu cara mengenalkan anak pada ibadah puasa Ramadhan. Mereka bisa mulai belajar menahan lapar dan dahaga secara bertahap.

Sebagai orang tua, mengajarkan ibadah puasa menjadi salah satu amanah yang perlu dijalankan. Kehadiran Bunda dan Ayah dalam mendampingi anak juga berperan dalam membentuk karakter mereka.

Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), Cirebon, Kiai Marzuki Wahid, menyampaikan bahwa pendidikan yang paling penting adalah melalui teladan dari orang tua. Anak akan belajar berpuasa jika melihat Bunda dan Ayah juga melakukannya.

"Pendidikan yang paling penting adalah pendidikan keteladanan. Karena itu, mendidik anak bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga harus dengan keteladanan, terutama keteladanan orang tuanya. Kalau kita ingin anaknya berpuasa, maka kita sendiri harus berpuasa. Kalau ingin anaknya berpuasa utuh, maka kita juga harus berpuasa utuh," kata Kiai Marzuki pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Bicara soal puasa setengah hari, bagaimana hukum, usia, dan aturannya bagi anak menurut Islam, ya? Mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Apa itu puasa setengah hari?

Puasa setengah hari sering dikenal juga dengan puasa bedug atau puasa Dzuhur, Bunda. Puasa ini dimulai sejak fajar dan berbuka saat waktu Dzuhur, lalu bisa dilanjutkan lagi sampai Maghrib.

Biasanya, anak-anak melakukan puasa setengah hari karena tidak kuat menahan lapar sepanjang hari. Dengan cara ini, mereka bisa mulai membiasakan diri berpuasa tanpa merasa terlalu berat.

Menilik dari buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, puasa setengah hari berlaku untuk anak-anak yang belum baligh. Pada usia ini, mereka belum diwajibkan berpuasa, Bunda.

Hukum puasa setengah hari

Lantas, apa hukum puasa setengah hari bagi anak kecil, ya? Dikutip dari buku 1001 Cara Dahsyat Melatih Anak karya Bunda Nofisah Aulia, puasa setengah hari bisa dicoba supaya anak bisa belajar menyesuaikan diri dan tubuh tetap nyaman selama berpuasa.

Seorang ustazah Madrasah Aliyah (MA) dari Aisyiyah, Kholifatul Fauziah, menjelaskan bahwa membiasakan anak menjalankan ibadah sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka.

"Di antaranya tadi dari sisi usia, tidak langsung diperintahkan, 'Ayo kamu berpuasa!'. Kemudian dari sisi metode, mungkin memang benar kita menjelaskan kepada anak, bahwa puasa itu menahan lapar, menahan haus, menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya awalnya diperbolehkan, tapi kemudian tidak boleh dilakukan saat berpuasa dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari," ujarnya kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

"Hanya karena sedang belajar, anak boleh nih ikut sahur bersama nanti karena puasanya setengah hari dulu. Ketika Dzuhur, bedug Dzuhur sudah mulai berbunyi, azan Dzuhur sudah mulai berkumandang, anak boleh berbuka sebentar," sambungnya.

Aturan puasa setengah hari untuk anak menurut Islam

Islam menganjurkan anak yang belum baligh untuk mulai belajar puasa sebagai cara mengenalkan ibadah sejak dini. Tujuannya supaya saat anak sudah memasuki usia baligh, mereka bisa menjalankan puasa satu hari penuh dengan lebih mudah.

Menilik penjelasan dari Kitab Mizanul Kubro karya Abdul Wahhab Asy-Sya'rani, anak-anak dianjurkan untuk mulai berpuasa dengan aturan tertentu.

واتفقوا على أن الصبي الذي لا يطيق الصوم والمجنون المطبق جنونه غير مخاطبين به لكن يؤمر به الصبي لسبع ويضرب عليه لعشر

Artinya: "Ulama sepakat anak kecil yang tidak mampu puasa dan orang gila permanen tidak diwajibkan puasa. Tapi anak kecil diminta puasa bila berumur tujuh tahun dan dipukul bila tidak mau puasa ketika umur sepuluh tahun."

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa anak-anak dapat mulai mencoba puasa setengah hari sejak usia tujuh tahun, sambil tetap memperhatikan kemampuan mereka, Bunda.

Puasa setengah hari sampai jam berapa?

Puasa setengah hari biasanya dilakukan oleh anak-anak yang sedang belajar berpuasa selama bulan Ramadhan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa puasa ini umumnya dimulai pada pagi hari dan berakhir ketika waktu Dzuhur tiba.

Misalnya, anak bisa mulai berpuasa dari pukul 06.00 hingga sekitar pukul 12.00 siang. Anak yang puasa setengah hari karena tidak kuat juga boleh berbuka sedikit lebih awal sebelum waktu Dzuhur.

Apakah anak yang sudah beranjak dewasa boleh puasa setengah hari?

Perlu diketahui bahwa puasa wajib dilakukan oleh mereka yang sudah memenuhi syarat tertentu, seperti usia, kesehatan, dan kemampuan. Jika syarat itu belum terpenuhi, puasa bisa bersifat sunnah, tergantung pada kondisi anak.

Dilansir dari buku Puasa Syarat Rukun & Yang Membatalkan oleh Saiyid Mahadhir, Lc, MA, para ulama menekankan beberapa syarat yang membuat seseorang wajib berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan. Syarat-syarat itu antara lain:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Sehat
  5. Mampu
  6. Tidak dalam perjalanan jauh
  7. Suci dari haid bagi perempuan

Ketika anak sudah beranjak dewasa dan memasuki usia baligh, mereka diwajibkan untuk berpuasa penuh, Bunda. Namun, anak tetap boleh membatalkan puasanya jika dalam kondisi tertentu, misalnya sedang sakit, sedang dalam perjalanan jauh, atau mengalami haid/menstruasi.

Apakah anak yang menjalani puasa setengah hari dapat pahala?

Bunda, bagi anak yang belum baligh, mencoba berpuasa setengah hari atau beberapa jam selama Ramadhan termasuk hal yang diperbolehkan, ya. Anak belajar menahan lapar dan haus, tentu saja mereka tidak berdosa karena masih dalam tahap belajar.

Lalu, apakah puasa setengah hari mendapatkan pahala? Dikutip dari laman detikcom, anak yang menjalani puasa setengah hari tetap sah dan mendapatkan pahala, terutama jika mereka berusaha menahan lapar dan haus dengan sungguh-sungguh.

Kapan anak puasa bisa puasa full dan berhenti puasa setengah hari menurut Islam?

Anak yang sudah baligh biasanya mulai diwajibkan menjalani puasa satu hari penuh. Anak yang berusia sekitar tujuh tahun boleh mencoba puasa setengah hari jika belum sanggup menahan lapar dan haus seharian penuh.

Namun, ketika anak memasuki usia sepuluh tahun, mereka sebaiknya mulai berpuasa penuh meski belum baligh, asalkan kondisi fisiknya mendukung, Bunda. Seorang Dokter Spesialis Anak di Bali International Hospital, dr. Dian Sulistya Ekaputri, membenarkan hal ini.

"Anak mulai bisa belajar berpuasa secara bertahap sejak usia sekitar tujuh tahun, namun dengan durasi yang disesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Anak usia 10 tahun ke atas umumnya sudah bisa menjalani puasa penuh asalkan kondisinya sehat dan tidak memiliki gangguan medis tertentu," ujar dr. Dian kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Manfaat puasa setengah hari untuk anak-anak

Anak Baru Belajar Puasa: Perlu Dipaksa atau Dikenalkan Pelan-Pelan?Ilustrasi anak belajar puasa/Foto: Getty Images/gahsoon

Puasa setengah hari ternyata punya banyak manfaat untuk anak-anak, lho. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh Si Kecil:

1. Menurunkan berat badan

Berpuasa setengah hari membuat anak belajar mengatur pola makan mereka, Bunda. Dengan begitu, risiko kelebihan berat badan atau obesitas bisa lebih terkendali.

Saat berpuasa, Si Kecil mulai belajar menahan nafsu makannya. Mereka juga belajar mengatur makanan dan minuman yang dikonsumsi selama sekitar delapan jam.

2. Mengistirahatkan organ tubuh

Saat anak berpuasa, sistem pencernaan mereka punya kesempatan untuk beristirahat. Energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan bisa dialihkan ke organ lain, seperti otot, otak, dan kekebalan tubuhnya.

Mengutip dari Daily Sabah, saat anak berpuasa, sistem pencernaannya mendapatkan waktu istirahat. Hal ini memberikan kesempatan bagi organ lain untuk memanfaatkan energi yang lebih optimal.

3. Mencegah penyakit dan berbagai masalah kesehatan

Membatasi asupan makanan di siang hari melalui puasa ternyata bisa mencegah berbagai masalah kesehatan, Bunda. Mulai dari kolesterol tinggi, obesitas, hingga gangguan jantung pada anak.

"Ini juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, sel yang membersihkan diri dan menghilangkan partikel rusak dan berbahaya," tutur Ahli Gizi asal Inggris, Claire Mahy, dilansir laman Al Jazeera.

4. Meningkatkan imunitas tubuh

Puasa setengah hari dapat membantu anak dalam memperkuat sistem imunnya. Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, mereka akan jarang sakit dan lebih sehat selama Ramadhan.

Walaupun hanya puasa setengah hari, pastikan anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup ya, Bunda. Perbanyak asupan sayuran, buah, protein, dan karbohidrat supaya tubuh mereka tetap bertenaga.

5. Anak belajar mengendalikan emosi

Selain fisik, puasa setengah hari juga bermanfaat untuk mental anak, lho. Mereka belajar menahan diri, bersabar, dan memahami cara mengendalikan emosinya.

Bunda bisa ajarkan kepada anak bahwa menahan lapar dan haus adalah bagian dari belajar bersabar. Tak hanya itu, tunjukkan juga betapa indahnya buah kesabaran ketika waktu berbuka tiba.

Itulah penjelasan tentang puasa setengah hari, seperti hukum, usia diperbolehkan, dan aturannya untuk anak menurut Islam. Semoga bisa menjadi panduan dalam mendampingi Si Kecil belajar berpuasa, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda