Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Mengenal Apa Itu Salt Therapy untuk Anak Seperti yang Dilakukan Acha Sinaga dan Nikita Willy

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 22 Feb 2026 13:30 WIB

Mengenal Apa Itu Salt Therapy untuk Anak
Ilustrasi Anak Melakukan Salt Therapy/Foto: Getty Images/AzmanL
Daftar Isi
Jakarta -

Akhir-akhir ini banyak orang membicarakan soal salt therapy atau terapi garam untuk anak. Tak terkecuali Acha Sinaga dan Nikita Willy yang mulai mencoba metode ini, beberapa waktu lalu.

Salt therapy disebut-sebut bisa membantu kesehatan anak, khususnya untuk masalah pernapasan. Di berbagai kota, kini muncul banyak tempat yang menawarkan terapi ini.

Sekilas terlihat menarik ya, tetapi masih banyak orang yang ingin tahu soal salt therapy, Bunda. Apakah ini benar-benar cocok untuk anak atau sekadar metode yang lagi populer saja?

Sebelum mencoba, Bunda sebaiknya perlu memahami terlebih dahulu seperti apa terapi ini dijalankan. Dengan begitu, kita bisa lebih tenang dan bijak untuk memutuskan, apakah ingin mencoba terapi ini untuk Si Kecil atau tidak.

Lantas, sebenarnya apa itu salt therapy atau terapi garam untuk anak, ya?

Mengenal salt therapy untuk anak

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, salt therapy atau terapi garam adalah metode alternatif yang membuat anak terpapar partikel garam sangat kecil di udara dalam ruangan tertutup. Partikel ini nantinya bisa masuk ke saluran pernapasan dan memberi sensasi tertentu bagi Si Kecil.

Berdasarkan penjelasan dari Salt Therapy Association, terdapat dua jenis ruang terapi garam yang biasa digunakan:

  • Ruangan 'aktif' yang dilengkapi dengan mesin yang memecah garam dan mengedarkan partikel supaya bisa dihirup dan mengenai kulit.
  • Ruangan 'pasif' yang diisi dengan berbagai jenis garam seperti garam laut mati, garam himalaya, atau garam batu. Biasanya, ruangan ber-AC lebih cocok untuk meditasi atau relaksasi ringan bagi anak.

Manfaat salt therapy untuk anak

Banyak orang tua yang berpendapat bahwa salt therapy alias terapi garam dipercaya memiliki beberapa manfaat. Berikut penjelasan selengkapnya: 

Pernapasan yang lebih baik

Jika anak kesulitan menghirup dan menghembuskan udara dari paru-paru, salt therapy bisa menjadi salah satu opsi. Terapi ini dapat membantu masalah seperti:

  • Asma
  • Bronkitis
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  • Alergi pernapasan
  • Batuk kronis

Menurut seorang spesialis pengobatan di Cleveland Clinic, Melissa Young, MD, menghirup partikel garam bisa membantu melonggarkan lendir pada anak, sehingga batuknya menjadi lebih mudah dikeluarkan.

"Menghirup partikel garam tampaknya mengencerkan lendir, yang memungkinkan batuk anak menjadi lebih produktif dan memudahkan pengeluaran dahak," jelas Melissa Young.

Melawan infeksi

Selain itu, menggunakan garam untuk membersihkan lendir dari hidung dan sinus sebenarnya sudah lama dilakukan, Bunda. Larutan garam (saline) misalnya, kerap dipakai supaya pernapasan anak lebih lancar.

Kulit yang lebih sehat

Selain bermanfaat untuk pernapasan, udara yang penuh dengan partikel garam di ruangan juga dipercaya bisa membuat kulit anak lebih sehat. Kulitnya bisa menjadi lebih lembap, terasa halus, dan warnanya tampak lebih merata.

Mengurangi stres pada anak

Ruangan garam yang nyaman dengan musik tenang bisa menjadi tempat yang menenangkan. Bunda bisa ajak anak untuk menikmati momen ini supaya tubuh dan pikirannya terasa lebih rileks.

Apakah salt therapy memiliki risiko?

Menurut Melissa Young, kalau anak relatif sehat, menghabiskan waktu untuk salt therapy biasanya aman, Bunda. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar anak tetap merasa nyaman.

Beberapa anak mungkin akan lebih sering batuk setelah berada di ruangan garam. Bukan tanpa alasan, hal ini karena partikel garam di udara bisa memicu batuk untuk sementara waktu.

"Saya pernah menemui pasien yang mengatakan bahwa mereka akhirnya batuk setelahnya. Ini hanya sesuatu yang perlu diperhatikan," ujarnya.

Oleh karena itu, Young menyarankan Bunda untuk memilih ruang garam yang diawasi oleh tenaga medis profesional. Dengan cara ini, mereka akan tetap aman dan nyaman saat mencoba terapi yang satu ini.

Perlu diingat ya Bunda, bahwa salt therapy tidak bisa menggantikan perawatan medis yang sedang dijalani anak. Terapi ini hanya bersifat tambahan atau pelengkap, bukan untuk pengobatan utama.

"Orang tua tidak boleh mengganti terapi garam dengan perawatan medis apa pun yang didapatkan. Itu bisa menimbulkan masalah," tegasnya.

Benarkah salt therapy aman dicoba?

Kalau Bunda tertarik mencoba salt therapy dan anak tidak memiliki kondisi risiko tertentu, terapi ini boleh untuk dicoba. Terapi garam sendiri sudah digunakan dalam berbagai bentuk selama hampir 200 tahun.

"Secara umum, terapi garam aman, dan banyak orang suka menggunakannya," tutur Young.

"Namun, anggap terapi garam sebagai tambahan dalam rutinitas perawatan kesehatan anak dan bukan sebagai pengganti perawatan yang sudah ada," pungkasnya.

Itulah penjelasan seputar salt therapy untuk anak, seperti yang pernah dicoba oleh Acha Sinaga dan Nikita Willy.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda