Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Dari Storytelling sampai Dance, EPIS's Got Talent Pamerkan Bakat & Aksi Keren Siswa SD

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 13 Feb 2026 17:00 WIB

EPIS Got Talent
EPIS's Got Talent Jadi Wadah Siswa Tampilkan Bakat/Foto: Amira Salsabila Aprilia
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, bakat anak mungkin tidak selalu terlihat di ruang kelas. Sebagian justru muncul ketika mereka diberi ruang untuk berekspresi dan tampil percaya diri. Inilah yang mendorong hadirnya EPIS’s Got Talent.

EPIS’s Got Talent 2026 merupakan ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh Embun Pagi Islamic International School melalui program School Partnership bersama HaiBunda.

Mengusung konsep panggung bebas tanpa batasan kategori, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk menampilkan potensi terbaik mereka. Mulai dari seni, olahraga, storytelling, hingga berbagai pertunjukan kreatif lainnya.

Tak hanya itu, acara ini membuka ruang bagi bakat-bakat anak yang selama ini belum terpantau agar dapat tampil, tumbuh, dan berkembang secara optimal.

Menampilkan ragam bakat siswa

Setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda, dan tidak semuanya dapat terukur lewat kemampuan akademis saja. Menyadari hal tersebut, pihak sekolah akhirnya menghadirkan EPIS’s Got Talent sebagai ruang pembinaan untuk potensi siswa sejak dini.

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang TM Theatre Embun Pagi Islamic International School pada Kamis, 12 Februari 2026, ini telah berlangsung dengan meriah.

Melalui ajang ini, sekolah ingin menggali bakat terpendam para siswa yang mungkin belum terlihat dan dikembangkan, Bunda.

“Kita melihat anak-anak itu kan punya bakat yang berbeda-beda, ada yang bagus dalam hal akademis, ada yang bagus dalam hal leadership, dalam agama, dan tidak sedikit juga, yaitu itu bagus dalam hal performance, penampilan ya, seperti olahraga, seni, bernyanyi, dan sebagainya gitu ya,” ujar Principal of Primary, Yargustiwan, S.Pd, kepada HaiBunda, Kamis (12/2/2026).

“Nah, ini adalah ajang buat mereka untuk menunjukkan bakat-bakat yang selama ini belum terpantau atau tidak terpantau oleh sekolahnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pak Iwan itu menjelaskan bahwa konsep acara ini juga dibebaskan. Artinya, para siswa bebas menampilkan potensi apa saja yang mereka miliki, mulai dari seni, eksperimen, hingga olahraga.

EPIS Got Talent

“Jadi, konsep acaranya juga dibebaskan, mereka itu mau tampil dalam hal apa juga boleh gitu ya, bahkan ada juga yang olahraga, tadi basket menampilkan cara dribbling ya, dan nanti ada juga mungkin main futsal atau apa gitu ya,” ungkap Pak Iwan.

“Nah, dalam hal seni juga banyak sekali ya, ada nyanyi, ada yang tadi magic ya, kemudian ada juga storytelling, ada juga drama banyak sekali. Jadi, kita tidak membatasi kategori yang akan mereka tampilkan, kita bebaskan,” tuturnya.

Penilaian kompetisi ini juga ditentukan secara umum, yakni dari segi konsep, kepercayaan diri anak, konten, hingga pesan yang disampaikan para peserta.

Sekolah tidak hanya menyediakan panggung bagi siswa untuk tampil, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.

“Yang pertama tentunya kepercayaan diri anak-anak ya. Nah, ini suatu wadah yang bagus untuk memupuk dan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, Kemudian, kreativitas juga ya, bahkan ada tadi beberapa nyanyi yang mereka coba compose sendiri, seperti tadi yang nyanyi tanpa musik itu mereka mengklaim itu syair, dan lagunya itu diciptakan oleh mereka sendiri,” ujar Pak Iwan.

Ia menjelaskan bahwa dalam EPIS’s Got Talent, siswa diberi kebebasan penuh untuk mengekspresikan kemampuan terbaik mereka.

Anak-anak juga dapat menampilkan karya orisinal, mulai dari menciptakan lagu, menyusun koreografi, hingga tampil tanpa gladi di atas panggung.

“Mereka latihan sendiri, kalau mau dibantu paling orang tua yang ikut membantu, kalau pihak sekolah itu tidak ikut campur. Jadi, orang tua yang menyiapkan, guru cuma mengarahkan,” jelasnya.

Dukungan sekolah dan orang tua

EPIS Got Talent

Lantaran persiapannya dilakukan secara mandiri, Pak Iwan menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendampingi dan membimbing anak-anak selama proses latihan.

“Peran orang tua sangat vital sekali dalam hal ini seperti tadi yang telah saya sampaikan, guru-guru tidak membimbing atau melatih anak-anak.

“Itu kita serahkan ke anak-anak dan juga orang tua tentunya dan dalam hari ini orang tua sangat antusias sekali karena kegiatan ini sudah rutin setiap tahun jadi orang tua sudah paham bahwasannya untuk kegiatan seperti ini memang persiapannya itu dilakukan secara mandiri oleh anak-anak,” sambungnya.

Potensi para siswa yang muncul di acara ini, diharapkan dapat tersebut diarahkan agar berkembang lebih jauh dan berpeluang meraih prestasi di berbagai tingkat kompetisi.

“Ya harapannya tentunya bakat-bakat yang dimiliki oleh anak-anak itu bisa tersalurkan dan syukur-syukur nanti bisa diarahkan dan dibina lebih lanjut untuk diikutsertakan ke lomba-lomba,” ujar Pak Iwan.

Ia menambahkan bahwa bakat siswa yang terpantau kemudian akan disalurkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler (eskul) sebagai persiapan untuk melangkah ke ajang kompetisi yang lebih luas, Bunda.

“Jadi, bakatnya terpantau dan kita salurkan melalui eskul dan nanti lanjut ke lomba tingkat. Katakanlah tingkat kecamatan dan bahkan internasional seperti yang saya sampaikan,” jelasnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda