parenting
5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI
HaiBunda
Kamis, 12 Feb 2026 18:30 WIB
Daftar Isi
Pisang menjadi salah satu buah yang bisa dikenalkan saat Si Kecil mulai belajar makan, karena teksturnya yang lembut dan mudah diterima lidah. Bicara soal ini, ada beberapa jenis pisang yang bagus untuk bayi.
Buah ini dikenal praktis karena bisa dikonsumsi langsung oleh Si Kecil. Selain itu, kandungan gizinya juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, jadi Bunda tidak perlu khawatir soal manfaatnya.
Menariknya, ada banyak nama pisang yang kerap direkomendasikan karena teksturnya yang lembut. Namun, sebagian bayi bisa mengalami diare jika pencernaannya belum siap atau porsi yang diberikan terlalu banyak.
Karena itu, Bunda perlu mengenali jenis pisang untuk bayi yang paling aman dan mudah dicerna sebelum menjadikannya sebagai salah satu menu MPASI. Namun sebenarnya, bolehkah memberikan pisang untuk bayi?
Bolehkah memberikan pisang untuk bayi?
Pisang boleh diberikan pada bayi yang sudah mulai makan makanan padat, biasanya sekitar usia 6 bulan. Di usia ini, sistem pencernaannya sudah lebih siap menerima buah dengan tekstur lembut seperti pisang.
Menilik dari laman Baby Center, pisang mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Kandungan ini bahkan bisa lebih banyak dibandingkan dengan beberapa buah beri dan sayuran hijau.
Antioksidan dalam pisang bermanfaat untuk mendukung kesehatan otak Si Kecil. Lebih dari itu, zat ini juga membantu proses perbaikan jaringan tubuh yang penting untuk tumbuh kembangnya.
Berapa bulan bayi bisa makan pisang?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bayi bisa mulai mengonsumsi pisang sejak usia 6 bulan, Bunda. Di usia ini, pencernaannya biasanya sudah cukup siap untuk menerima makanan padat.
Dalam hal ini, orang tua bisa menyesuaikan cara penyajian pisang sesuai dengan tahap perkembangan Si Kecil. Hal yang perlu diingat, setiap bayi punya perkembangan yang berbeda, jadi perhatikan respons dan kemampuan makannya, ya.
Cara menyiapkan pisang yang baik & bagus untuk bayi usia 6 bulan
Kalau memilih pisang cavendish untuk bayi 6 bulan, Bunda bisa memotong pisang menjadi dua agar mudah digenggam. Potongan yang cukup besar dapat membantu bayi belajar memegang makanannya sendiri.
Bunda juga bisa mengupas kulit pisang setengah bagian supaya bayi bisa menggigit buahnya sambil memegang kulitnya. Cara ini juga praktis dan membuat pisang tidak mudah hancur saat dipegang.
Nah, kalau memakai pisang ambon untuk bayi berusia 6 bulan, Bunda dapat menghaluskannya lalu menyuapkannya dengan sendok. Bunda juga bisa membiarkan bayi memegang sendoknya sendiri supaya semakin terbiasa untuk makan.
Cara menyiapkan pisang yang baik & bagus untuk bayi usia 9 bulan
Selanjutnya, Bunda bisa menyajikan pisang yang dibelah memanjang menjadi tiga bagian agar lebih mudah dipegang Si Kecil. Kalau bayi sudah cepat memasukkan makanannya ke mulut, potong pisang menjadi ukuran kecil seukuran gigitan supaya tidak licin.
Cara menyiapkan pisang yang baik & bagus untuk bayi usia 12 bulan
Di usia ini, pisang yang disajikan sudah bisa mirip seperti yang Bunda makan sehari-hari. Bunda dapat memotongnya menjadi irisan atau seperempat bagian agar lebih mudah dikunyah.
Selain itu, pisang yang sudah dikupas juga bisa dibuat menjadi beberapa potongan besar. Cara ini bisa membantu bayi belajar menggigit dan mengunyah sendiri dengan lebih baik.
Cara menyiapkan pisang yang baik & bagus untuk bayi usia 18 bulan
Di usia ini, bayi biasanya sudah bisa mengunyah pisang utuh dengan baik. Bunda bisa terus menawarkan pisang yang sudah dikupas dan seratnya dibuang agar lebih nyaman saat dimakan.
Jenis pisang yang bagus untuk bayi
Ada beberapa nama pisang untuk bayi yang aman untuk dikonsumsi. Berikut daftar lengkapnya, seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Pisang ambon putih
Mengutip dari buku Pisang, Budidaya, Pengolahan dan Prospek Pasar karya Suyanti dan Ahmad Supriyadi, pisang ambon putih atau pisang cavendish dikenal punya rasa manis sedikit asam dengan aroma yang cukup kuat. Pisang ini cocok diolah menjadi puree, sari buah, atau selai, sehingga praktis untuk menu MPASI bayi.
2. Pisang uli
Pisang uli punya kulit kuning cerah dengan daging buah berwarna putih serta rasa manis dan aroma harum. Pisang ini bisa diolah dengan cara direbus atau digoreng.
Tentu saja, ini bisa menjadi variasi menu untuk bayi yang sudah lebih besar, Bunda.
3. Pisang raja
Pisang raja berbentuk melengkung dengan daging buah berwarna kuning kemerahan dan tanpa biji. Pisang ini bisa diberikan kepada Si Kecil dengan cara dikukus atau direbus supaya teksturnya lebih lembut dan mudah dikonsumsi.
4. Pisang kepok kuning
Pisang kepok kuning memiliki bentuk agak pipih dan kulit yang berubah kuning saat matang. Rasanya lebih enak setelah diolah, sehingga cocok dijadikan menu MPASI bayi setelah dikukus atau direbus.
5. Pisang mas
Ukuran pisang mas lebih kecil dibandingkan dengan jenis pisang lainnya, Bunda. Saat matang, kulitnya berwarna kuning cerah, tipis, rasanya sangat manis, dan aromanya harum.
Pisang mas ini cocok diolah sebagai menu MPASI karena teksturnya lembut dan kandungan nutrisinya baik untuk tumbuh kembang Si Kecil.
Waktu yang baik untuk konsumsi pisang
Ilustrasi/Foto: Getty Images/bbostjan |
Pisang bisa mulai dikenalkan saat bayi berusia sekitar 6 bulan, bertepatan dengan masa MPASI. Di tahap awal, Bunda bisa memberi sedikit terlebih dahulu, misalnya sekitar 2 sendok teh pisang tumbuk sebelum mencoba bentuk sajian lain.
Dikutip dari The Times of India, memberikan pisang di pagi hari saat perut kosong disebut bisa membantu menaikkan berat badan anak. Buah ini juga dipercaya dapat mendukung kesehatan tulang dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Meski begitu, Bunda tetap disarankan berkonsultasi ke dokter jika masih ragu soal jenis, cara mengolah, atau cara pemberiannya. Karena itu, Bunda bisa lebih tenang karena informasi yang didapat sudah sesuai dan aman untuk Si Kecil.
Apakah bayi bisa alergi pisang?
Melansir dari What to Expect, pisang jarang menyebabkan alergi, tetapi Bunda tetap perlu mengenali tanda-tanda reaksi yang mungkin muncul. Biasanya, gejala bisa muncul segera atau dalam satu hingga dua jam setelah bayi makan pisang.
Berikut tanda-tanda alergi yang perlu diperhatikan:
- Biduran
- Gatal
- Pembengkakan pada kulit, bibir, atau lidah
- Bersin
- Tenggorokan terasa sesak atau sulit menelan
- Mual, muntah, sakit perut, atau diare
- Kesulitan bernapas
Adakah risiko bahaya dari pisang yang menyebabkan bayi tersedak?
Pisang sebenarnya bukan makanan yang bisa membuat bayi tersedak, Bunda. Meski begitu, kita tetap perlu menyiapkannya dengan aman, seperti membuang serat yang menjuntai dan memastikan pisang sudah matang.
Bunda juga sebaiknya memotong pisang sesuai dengan usia dan kemampuan makan anak. Saat makan, pastikan Si Kecil duduk tegak dan selalu diawasi, serta jangan memberi makan saat anak berbaring, berjalan, atau bermain, ya.
Manfaat buah pisang
Pisang mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Menilik dari FirstCry Parenting, berikut ini beberapa manfaat pisang yang dapat Bunda ketahui.
Tinggi serat
Pisang mengandung serat yang cukup tinggi sehingga bisa membuat anak merasa kenyang lebih lama. Serat ini juga dapat menjaga kesehatan usus dan pencernaan Si Kecil.
Penuh nutrisi
Pisang kaya akan nutrisi seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, folat, niasin, dan vitamin B6. Kandungan ini bisa menambah berat badan bayi karena kalorinya cukup padat.
Baik untuk tulang
Kalium dan kalsium dalam pisang memiliki peran penting untuk menjaga kekuatan tulang anak. Nutrisi ini juga bisa mendukung pertumbuhan tulang yang sehat sejak dini.
Mendukung perkembangan otak
Kandungan asam dan folat dalam pisang dapat membantu perkembangan otak dan daya ingatnya, Bunda. Selain itu, folat juga dapat menjaga sel-sel otak tetap sehat.
Meningkatkan penglihatan
Vitamin A dalam pisang membantu menjaga kesehatan mata Si Kecil. Nutrisi dalam buah ini bisa melindungi kornea dan mendukung fungsi penglihatan yang baik.
Membantu mengatasi sembelit
Serat dalam pisang bisa melancarkan buang air besar Si Kecil, Bunda. Jika diberikan secukupnya, pisang juga dapat mengurangi sembelit pada bayi.
5 Resep olahan pisang untuk MPASI
Ilustrasi/Foto: Getty Images/NTCo |
Nah, setelah memahami berbagai penjelasan di atas, pisang termasuk buah yang mudah diolah untuk menu MPASI, Bunda. Maka dari itu, mari kita simak beberapa resep olahan pisang untuk Si Kecil, seperti dirangkum dari berbagai sumber.
1. Pure Pisang dan Apel
Resep puree pisang dan apel untuk MPASI ini dikutip dari buku Mommyclopedia 78 Resep MPASI karya dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K).
Bahan-bahan:
- 50 gram apel
- 50 gram pisang
- 2 sdm yoghurt
Cara membuat:
- Haluskan apel terlebih dahulu (Jika perlu, apel bisa dikukus agar lebih lembut).
- Campurkan dengan pisang yang sudah dihaluskan.
- Lalu tambahkan yoghurt dan aduk hingga rata.
2. Bubur Pisang Ambon
Dilansir dari buku Menu Harian MPASI untuk Bayi Usia 6-24 Bulan oleh Budi Sutomo, berikut bahan dan cara memasak Bubur Pisang Ambon sebagai resep MPASI yang simpel dan mudah dibuat.
Bahan-bahan:
- 40 gram tepung beras merah
- 50 gram pisang ambon, haluskan
- 250 ml air
Cara membuat:
- Larutkan tepung beras merah dengan air, lalu aduk hingga rata.
- Panaskan larutan tepung beras merah sambil terus diaduk sampai mendidih dan mengental.
- Sesaat sebelum diangkat, masukkan pisang ambon yang sudah dihaluskan.
- Masak hingga semua bahan matang dan teksturnya lembut, lalu sajikan hangat untuk bayi.
3. Puree Pisang Yogurt
Bahan-bahan:
- 1 pisang matang
- yoghurt
Cara membuat:
- Kupas pisang, lalu potong menjadi bentuk bulat kecil. Campurkan potongan pisang dengan yoghurt hingga merata.
- Resep sehat ini siap disajikan untuk Si Kecil.
4. Bubur Oat Pisang Keju
Bahan-bahan:
- 4 sendok makan (sdm) oat
- 5 buah pisang manis kecil (cavendish/ambon), haluskan dengan garpu
- 200 ml air/kaldu/susu
- 2 sdm keju parut
- Pisang potong-potong untuk garnish
Cara membuat:
- Masak oat dengan air, susu, atau kaldu di atas kompor sampai airnya menyusut.
- Masukkan keju parut dan pisang yang sudah dihaluskan.
- Aduk hingga semua bahan tercampur rata, lalu matikan kompor.
- Sajikan bubur oat dengan potongan pisang atau taburan keju parut di atasnya sebagai garnish.
5. Puree pisang dan pir
Bahan-bahan:
- 50 gram buah pir
- 50 gram buah pisang ambon atau raja yang sudah matang
- 2 sdm ASI/ jus jeruk manis (disaring)
Cara membuat:
- Kukus buah pir menggunakan dandang selama 5 menit hingga agak empuk.
- Blender buah pir yang sudah dikukus bersama ASI atau jus jeruk, kemudian saring supaya teksturnya halus.
- Campurkan pir yang telah dihaluskan dengan pisang yang sudah dihaluskan, baik menggunakan blender atau dikerok halus.
- Sajikan segera untuk Si Kecil.
Itulah penjelasan lengkap mengenai jenis pisang yang bagus untuk bayi, waktu yang tepat untuk memberikannya, serta berbagai resep MPASI yang bisa dicoba untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih? Simak Aturannya Bun
Parenting
7 Manfaat Teri Nasi Sering Disebut Harta Karun MPASI Bayi
Parenting
Bolehkah Minyak Goreng Digunakan untuk MPASI? Ini Penjelasannya Bun
Parenting
5 Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk MPASI Bayi
Parenting
5 Kriteria Makanan untuk Perkembangan Bayi 6-12 Bulan
7 Foto
Parenting
7 Potret Anak Bungsu Aliya Rajasa Makan MPASI Pertama, Lahap Disuapi Ayah Ibas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/bbostjan
Ilustrasi/Foto: Getty Images/NTCo
Apakah Bayi 5 Bulan Boleh Diberi Makan MPASI? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
10 Resep Berbahan Santan untuk MPASI 6 Bulan agar Bayi Lahap dan Kaya Manfaat
5 Resep Olahan Buah Naga untuk Bayi 6 Bulan, Cocok Buat Menu Selingan