Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Bolehkah Membiarkan Bayi Menangis Sampai Diam Sendiri? Ini Efeknya Menurut Pakar

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 11 Feb 2026 09:30 WIB

Bayi menangis tanpa digendong
Bayi menangis tanpa digendong/ Foto: Getty Images/puhimec
Daftar Isi

Bayi menangis membuat orang tua seringkali berpikir bahwa mereka minta digendong. Namun, apakah boleh membiarkan bayi menangis hingga diam sendiri? Ternyata cara ini memiliki efek yang bagus untuk perkembangan emosinya.

Pernahkah Bunda berpikir bahwa bayi perlu belajar menenangkan diri atau bersabar dengan membiarkannya menangis? Pemikiran yang muncul tersebut sangatlah wajar, terlebih bila Bunda sudah merasa begitu lelah menghadapi tangisannya.

Membiarkan bayi menangis hingga terdiam sendiri sebenarnya kerap menjadi topik perdebatan di kalangan orang tua. Pasalnya, insting Bunda untuk segera merespons tangisan bayi begitu kuat, sebab tangisan sering menjadi tanda bahwa bayi sedang membutuhkan perhatian atau bantuan.

Namun, ada kalanya bayi sulit ditenangkan, terlebih saat orang tua sudah merasa sangat lelah. Dari situlah muncul pertanyaan di benak banyak orang tua, apakah membiarkan bayi menangis sejenak merupakan hal yang baik atau justru berdampak buruk?

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Inggris pun mencoba menjawab pertanyaan ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Bunda.

Mengenal metode cry it out, membiarkan bayi menangis 

Melansir dari laman Medical Xpress, cry it out merupakan salah satu metode yang kerap dijumpai dalam pelatihan tidur atau sleep training pada bayi berusia enam bulan ke atas. Secara teknis, metode ini digunakan untuk mengatasi masalah tidur dengan cara membiarkan bayi menangis hingga tertidur dengan sendirinya.

Menariknya, metode ini juga bisa diterapkan oleh orang tua kepada bayi di rumah. Para ahli pun tidak menemukan dampak negatif yang signifikan, justru metode ini dinilai aman dan cukup membantu orang tua dalam mengurangi tangisan pada bayi.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Warwick di Inggris, frekuensi tangisan bayi berusia tiga bulan jauh lebih sedikit setelah menerapkan metode tersebut. Bahkan, ketika memasuki usia 18 bulan, durasi tangisan mereka pun tercatat lebih pendek.

Efek membiarkan bayi menangis?

Berdasarkan temuan tersebut, berikut beberapa efek yang ditimbulkan dari penerapan metode ini. Namun, perlu diingat bahwa penerapannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, ya. Bila bayi menangis karena keadaan darurat, penting bagi orang tua untuk segera meresponnya.

1. Membantu bayi belajar menenangkan diri

Efek yang paling terlihat dari temuan tersebut adalah bayi cenderung belajar untuk menenangkan diri sendiri. Dengan tidak langsung merespon tangisan, bayi seolah diberi kesempatan untuk mengembangkan emosi dan perilakunya secara mandiri.

2. Mengurangi tangisan

Dampak lainnya yang juga terlihat adalah tangisan bayi menjadi lebih berkurang, Bunda. Saat mereka terbiasa tidak langsung direspon sejak usianya 3-6 bulan, maka mereka akan memiliki durasi dan frekuensi tangis yang lebih sedikit saat menginjak usia 18 bulan.

3. Tidak merusak ikatan dengan orang tua

Salah satu kekhawatiran terbesar orang tua adalah rusaknya ikatan batin dengan anak. Namun, studi ini membuktikan bahwa metode ini tidak memberikan efek buruk pada ikatan antara bayi dan ibu. Bayi tetap merasa aman dan terikat secara emosional dengan ibunya.

4. Tidak mengganggu perkembangan perilaku

Hasil observasi psikolog menunjukkan bahwa perkembangan perilaku bayi, seperti cara bermain dan berinteraksi tetap berjalan normal. Tidak ditemukan perbedaan perilaku yang negatif antara bayi yang langsung direspon dengan bayi yang tidak langsung direspon.

5. Mendorong orang tua mengasuh secara intuitif

Tanpa disadari orang tua menjadi lebih intuitif. Orang tua akan segera merespon saat bayi baru lahir, tetapi seiring bertambahnya usia bayi, orang tua akan belajar membaca kebutuhan dan memilih menunggu sebentar agar memberi ruang bagi bayi untuk belajar mandiri.

Hal yang harus diperhatikan saat bayi menangis

Para ahli membagikan sebuah cara bagi para orang tua yang ingin menerapkan metode ini tanpa sekadar membiarkan bayi menangis. Maksudnya, cara ini dilakukan dengan memastikan kondisi bayi benar-benar baik dan tidak dalam situasi darurat.

Ahli menekankan bahwa orang tua perlu memastikan bayi dalam keadaan bersih, popok tidak penuh, serta tidak sedang lapar, haus, atau merasa tidak nyaman. Selama kebutuhan dasarnya terpenuhi, orang tua dapat memberi bayi waktu untuk menenangkan diri sebelum menyusui, mengganti popok, atau membangunkannya.

Dikutip dari salah satu media parenting di London, NCT, berikut cara kerja metode cry it out yang dapat Bunda terapkan.

  • Letakkan bayi di tempat tidur dalam kondisi mengantuk atau setengah terbangun.
  • Ucapkan kalimat positif, seperti selamat malam, dan tinggalkan ruangan.
  • Jika bayi menangis, biarkan selama dua menit sebelum kembali ke tempat mereka untuk memastikan kondisinya.
  • Tenangkan kembali, ucapkan lagi kalimat positif, dan tinggalkan tempat.
  • Kali ini Bunda bisa menunggu selama lima menit, sebelum mengulangi prosesnya dengan menambahkan beberapa menit pada setiap jeda berikutnya.

Perlu diingat kembali, metode ini tidak selalu berhasil pada tiap bayi. Pada sebagian kasus, metode ini mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan dan justru membuat orang tua merasa stres. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menghentikannya jika dirasa terlalu sulit dan tidak sesuai dengan kondisi bayi.

Demikian informasi mengenai efek membiarkan bayi menangis hingga diam sendiri menurut pakar tanpa menggendongnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda