parenting
Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya
HaiBunda
Selasa, 10 Feb 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
Apakah Bunda berencana memberi Si Kecil MPASI berbahan kacang tanah? Bagi sebagian orang tua, hal ini mungkin dihindari karena takut menimbulkan alergi.
Setelah Si Kecil berusia enam bulan, umumnya Bunda mulai memperkenalkan Makanan Pendamping ASI atau MPASI kepada mereka. Pada fase inilah potensi alergi pada bayi mulai menjadi perhatian, sehingga kekhawatiran Bunda tentang risiko alergi pun seringkali muncul.
Saat bayi mulai menjalani MPASI, mereka akan dikenalkan pada berbagai jenis makanan, mulai dari sayur dan buah hingga daging. Namun, tak sedikit orang tua yang khawatir anaknya mengalami alergi kacang, sehingga enggan memberikan kacang sejak awal MPASI.
Tetapi, apakah benar memberi kacang pada bayi MPASI justru bisa mencegah alergi? Bunda, simak penjelasannya menurut para ahli alergi berikut ini.
Studi tentang pemberian kacang bisa mencegah bayi alergi
Kini, orang tua sebenarnya tak perlu terlalu khawatir. Sejumlah studi menunjukkan bahwa risiko alergi kacang justru dapat berkurang melalui pengenalan kacang sejak masa MPASI. Ahli menilai langkah ini jauh lebih efektif, lho.
Temuan ini berasal dari sebuah studi terobosan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics pada tahun 2024. Penelitian tersebut menganalisis lebih dari 120.000 bayi dan balita di Amerika Serikat dan menemukan bahwa angka alergi kacang mulai menurun seiring dengan praktik pemberian kacang sejak masa MPASI.
Pada anak-anak yang lahir antara tahun 2015 hingga 2017, angka alergi kacang menurun sebesar 27 persen. Sementara itu, pada anak yang lahir antara 2017 hingga 2019, penurunannya bahkan mencapai 43 persen. Bahkan, studi-studi sebelumnya yang belum terkonfirmasi pun sempat menunjukkan penurunan hingga 40 persen.
“Penurunan signifikan pada alergi kacang dan alergi makanan setelah perubahan pendekatan merupakan kabar baik di masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran orang tua dan dokter anak, langkah sederhana ini berpotensi membawa dampak besar bagi kesehatan anak-anak,” kata ahli alergi Hoyt Institute of Food Allergy, Dr. Alice Hoyt.
Pentingnya temuan ini bagi orang tua
Para ahli berharap temuan ini membuat orang tua lebih berani dan proaktif. Pedoman ini akan bermanfaat jika orang tua merasa percaya diri dan yakin untuk mengikutinya. Meski begitu, banyak orang tua masih ragu memperkenalkan alergen, terutama jika anak belum pernah terpapar atau memiliki riwayat keluarga yang alergi.
Para ahli pun menegaskan bahwa pedoman ini didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat, dan paparan sejak dini merupakan cara yang aman serta efektif untuk melindungi anak.
Risiko bayi alergi terhadap kacang
Bunda perlu memperhatikan beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko alergi kacang pada anak. Misalnya, pada bayi yang sudah memiliki eksim atau alergi telur, maka bayi tersebut diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi kacang, Bunda.
Dalam kondisi tersebut, pengenalan produk kacang, seperti pemberian sedikit selai kacang yang dicampur dengan susu formula atau ASI sangat direkomendasikan untuk membantu mencegahnya berkembang menjadi alergi kacang. Namun, perlu diingat bahwa langkah ini sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter atau ahli alergi.
“Jika anak berisiko tinggi mengalami alergi, memperkenalkan produk kacang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu di bawah pengawasan dokter spesialis. Cara ini dinilai lebih aman dibandingkan mencobanya sendiri di rumah,” tegas seorang ahli alergi bernama Cherie Zachary, M.D yang dikutip dari laman American College of Allergy, Asthma, & Immunology.
Bayi yang dianggap berisiko rendah terhadap alergi kacang adalah bayi yang tidak memiliki eksim atau alergi telur. Bayi dengan kondisi ini dapat diperkenalkan dengan makanan yang mengandung kacang sesuai preferensi keluar saat mereka berusia sekitar enam bulan dan dalam kondisi yang sehat.
Hindari pemberian produk kacang untuk pertama kalinya saat anak sedang flu, muntah, diare, atau penyakit lainnya. Selain itu, pakar juga merekomendasikan agar pengenalan makanan yang mengandung kacang dilakukan setelah anak terbiasa mengonsumsi makanan padat lainnya terlebih dahulu.
Cara mengenalkan kacang dengan aman
Melansir dari laman Today’s Parent, terdapat beberapa cara mengenalkan kacang kepada anak dengan aman menurut Spesialis Alergi dan Imunologi Klinis, Pediatri, serta Penyakit Dalam, Dr. Christopher Parrish, MD, FAAAAI, FACAAI, FAAP.
1. Tunggu sampai usianya siap
Dr. Parrish menyarankan agar Bunda menunggu hingga bayi berusia enam bulan. Makanan pemicu alergi yang umum ditemukan di rumah justru penting untuk diperkenalkan sejak dini dalam menu MPASI. Meski begitu, waktu pengenalan yang tepat tetap bergantung pada kesiapan perkembangan bayi untuk mengonsumsi makanan padat.
2. Masukkan makanan pemicu alergi dalam satu waktu
Penting bagi Bunda untuk memperkenalkan sembilan makanan pemicu alergi yang paling umum, termasuk kacang, ke dalam menu MPASI bayi dalam jumlah kecil. Setelah berhasil diperkenalkan, Bunda dapat mencatat reaksi yang terjadi serta frekuensi pemberiannya setiap minggu untuk membantu menjaga toleransi.
3. Coba makanan alergi saat bersama dokter
Memberikan makanan pemicu alergi paling aman dilakukan dengan pengawasan dokter atau ahli alergi, terutama pada anak yang berisiko tinggi, sehingga jika muncul reaksi alergi dapat segera ditangani. Meski begitu, bagi anak berisiko rendah, pengenalan alergen juga bisa dilakukan di rumah dengan hati-hati.
Untuk meminimalkan reaksi ringan seperti iritasi di sekitar mulut, Bunda dapat mengoleskan secara tipis salep sebelum makan guna mencegah kontak langsung dengan kulit.
4. Selalu berikan paparan yang konsisten
Dr. Parrish menyarankan agar bayi mendapatkan paparan kacang dan makanan pemicu alergi lainnya secara konsisten, untuk membangun perlindungan yang optimal. Ia menyarankan setidaknya paparan diberikan selama beberapa kali dalam seminggu.
“Kenyataannya, paparan yang konsisten sangat penting untuk melatih sistem kekebalan tubuh. Bayi membutuhkan pengenalan yang berulang dan teratur agar tubuh mereka belajar bahwa makanan ini aman dan harus tetap menjadi bagian dari mereka,” tambah salah satu pendiri perusahaan Mission MightyMe, Catherine Jaxon.
Demikian informasi mengenai penanganan dan pencegahan bayi alergi terhadap kacang yang bisa Bunda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Rekomendasi Finger Food Terbaik untuk Si Kecil yang Baru Memulai MPASI
Parenting
MPASI 8 Bulan: Si Kecil Sudah Siap Menikmati Finger Food, Bun!
Parenting
Ketahui Manfaat Keju untuk Bayi yuk Bunda!
Parenting
Hindari 3 Pemicu Gatal Dermatitis Atopik pada Bayi Semakin Parah
Parenting
Pentingnya Momen Makan Pertama Si Kecil
7 Foto
Parenting
7 Potret Momen Putri Jessica Mila Mulai MPASI, Sang Ayah Yakup Hasibuan Turut Dampingi
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Tips Mencegah dan Mengatasi Alergi Kacang pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Curhat Poppy Bunga Bawa Anak ke Penang demi Atasi Alergi yang Sudah Jadi Infeksi
9 Resep MPASI untuk Bayi Alergi Telur dan Susu