parenting
Ciri Anak Akan Tumbuh Jadi Pribadi Baik & Empatik, Studi Ungkap Peran Orang Tua
HaiBunda
Senin, 09 Feb 2026 08:50 WIB
Daftar Isi
Orang tua memiliki peran penting untuk menumbuhkan karakter empatik dan berkepribadian baik. Lalu seperti apa ciri-ciri anak akan tumbuh jadi pribadi baik dan empatik?
Ya, sebagian anak memiliki karakter yang sensitif sehingga mereka secara emosional, atau bahkan secara fisik, dapat turut merasakan perasaan orang lain. Anak-anak seperti ini dikenal sebagai empatik atau memiliki empati tinggi.
Pada dasarnya, membesarkan anak yang berjiwa empati bisa menjadi tantangan tersendiri lho, Bunda. Ini karena sejak usia dini, reaksi mereka terhadap situasi tertentu di rumah maupun di sekolah bisa lebih intens dibandingkan anak-anak lainnya.
Apa itu empati?
Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.Â
"Memiliki karakter empatik berarti dapat merasakan perasaan orang lain seolah-olah itu adalah perasaan diri sendiri," ujar pakar kecerdasan emosional, Antesa Jensen, dikutip dari Parents.
Hal serupa disampaikan oleh psikiater Shana Feibel, bahwa anak dengan jiwa empati umumnya bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
"Jika mereka melihat orang lain menderita, mereka bisa ikut merasakan penderitaan tersebut," imbuh Feibel.
Jenis-jenis empati pada anak
Secara umum, terdapat dua jenis empati: empati fisik dan empati emosional. Anak bisa memiliki ciri salah satu atau bahkan kedua jenis tersebut.
1. Empati emosional
Sebagian besar karakter empatik termasuk dalam kategori empati emosional.Â
"Empati adalah 'spons' emosional yang cenderung menyerap stres dari dunia sekitar, stres orang tua, serta stres teman-teman di sekitar mereka," kata penulis buku The Empath’s Survival Guide, Judith Orloff, MD.
2. Empati fisik
Empati fisik biasanya turut merasakan energi, gejala, dan rasa sakit orang lain seolah-olah itu adalah milik mereka sendiri.
Menurut Feibel, anak dengan empatik jenis fisik juga dapat mengalami keluhan somatik, seperti sakit kepala, sakit perut, dan diare.
Ciri-ciri anak akan tumbuh jadi pribadi baik dan empatik
Ada banyak karakteristik yang dapat menjadi tanda bahwa anak kelak akan tumbuh menjadi pribadi empatik. Berikut beberapa di antaranya:
1. Sangat sensitif
Tanda paling umum bahwa anak mungkin seorang empatik adalah tingkat sensitivitas yang tinggi, baik secara fisik maupun emosional.
Saat psikisnya sangat sensitif, mereka jadi mudah merasa tersakiti, tetapi juga dapat memiliki pemahaman tentang dunia yang luar biasa matang.
Mereka sering menunjukkan banyak ciri dari individu yang sangat sensitif lainnya, seperti tidak menyukai label pakaian yang terasa mengganggu atau suara yang terlalu keras.
2. Perlu waktu menyendiri lebih banyak
Tanda lainnya adalah perasaan berbeda dari anak-anak lain. Orloff menyebutkan bahwa anak yagn empatik cenderung lebih menyukai banyak waktu untuk sendirian, serta bahkan memiliki teman imajiner.
Pada anak yang usianya lebih tua, mereka mungkin akan lebih sering terlihat menyendiri atau lebih suka bersama satu teman dekat saja.Â
Selain itu, Orloff juga mencatat bahwa anak empatik mungkin tidak menyukai olahraga tim. Perubahan emosi dan fisik yang dramatis dari rekan setim maupun lawan selama kompetisi dapat terasa sangat melelahkan bagi mereka.
3. Bisa merasakan kesulitan orang lain
Melihat orang lain kesulitan bisa membuat anak mana pun merasa sedih, tetapi bagi anak empatik hal ini bisa terasa sangat berat. Contohnya adalah pada kasus perundungan.
"Meskipun mereka bukan korban perundungannya, mereka tetap akan merasa sangat terganggu ketika melihat hal itu terjadi," ujar Feibel.
Selain itu, mereka akan tampak cemas atau murung sebagai respons terhadap suatu kejadian di sekitar, meskipun mereka tidak terlibat secara langsung.
Efeknya, mereka cenderung akan menarik diri dan mudah berubah suasana hati, terutama setelah berada di sekolah atau dalam lingkungan sosial.
Bukan tidak mungkin juga anak akan menunjukkan ketidaknyamanan, bahkan meninggalkan ruangan, ketika terpapar tayangan atau gambaran lain tentang tokoh yang mengalami luka emosional atau fisik.
4. Kesulitan mengelola emosi
Anak empatik sering kali kesulitan untuk menenangkan diri. Mereka membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan anak-anak lain untuk kembali tenang setelah menjalani hari yang penuh stimulasi emosional.
"Mereka dapat terlihat sangat lelah dan energinya seperti benar-benar terkuras, terutama setelah pulang sekolah," imbuh Feibel.
5. Punya perasaan yang mendalam
Bukan tidak mungkin empatik mulai dimiliki oleh anak sejak usia bayi, Bunda. Ini ditunjukkan dengan kebiasaan yang sering rewel sejak bayi.
Saat balita, anak biasanya juga terlihat mulai sering tantrum. Bahkan ketika sudah lebih besar, tantrum tersebut masih dapat berlanjut.
Anak-anak yang empatik juga cenderung mudah dan sering menangis, serta cepat marah. Di tempat baru dan bersama orang-orang baru, anak empatik biasanya bersikap lebih berhati-hati. Hal ini karena mereka lebih suka 'merasakan' terlebih dahulu situasi baru sebelum benar-benar terlibat.Â
Anak-anak empatik kerap digambarkan sebagai anak yang perlu waktu lebih lama untuk beradaptasi.
Studi tentang peran orang tua untuk anak empatik
Ilustrasi/Foto: Getty Images/GOLFX |
Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Cambridge, ikatan penuh kasih antara orang tua dan anak sejak awal kehidupan secara signifikan meningkatkan kecenderungan anak untuk bersikap prososial, serta punya empati terhadap orang lain.
Studi tersebut menggunakan data lebih dari 10.000 orang yang lahir antara tahun 2000 dan 2002 untuk memahami keterkaitan jangka panjang antara hubungan awal dengan orang tua, perilaku prososial, dan kesehatan mental.Â
Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengalami hubungan hangat dan penuh kasih dengan orang tua pada usia 3 tahun, tidak hanya cenderung memiliki lebih sedikit masalah kesehatan mental selama masa kanak-kanak awal dan remaja, tetapi juga menunjukkan kecenderungan prososial yang lebih tinggi.Â
Hal ini merujuk pada perilaku yang secara sosial dianggap positif dan bertujuan memberi manfaat bagi orang lain, seperti kebaikan, empati, sikap menolong, kemurahan hati, dan kegiatan sukarela.
Sebaliknya, anak-anak yang hubungan awalnya dengan orang tua diwarnai tekanan emosional atau kekerasan cenderung kurang mengembangkan kebiasaan prososial seiring waktu.
"Salah satu pengaruh besar adalah hubungan awal dengan orang tua. Anak-anak menginternalisasi aspek-aspek hubungan dengan orang tua yang ditandai oleh emosi, kepedulian, dan kehangatan. Hal ini memengaruhi kecenderungan anak di masa depan untuk bersikap baik dan menolong orang lain," tulis peneliti Ioannis Katsantonis, dikutip dari Science Daily.
Temuan ini menegaskan pentingnya menumbuhkan hubungan awal yang kuat antara orang tua dan anak, yang selama ini sudah dipandang luas sebagai faktor krusial dalam mendukung perkembangan anak di berbagai aspek lain.
Menurut Katsantonis, seberapa banyak waktu yang dapat dihabiskan orang tua bersama anak anak dan bagaimana mereka merespons kebutuhan dan emosi anak sejak dini, sangatlah menentukan.
Itulah penjelasan tentang ciri-ciri anak akan tumbuh jadi pribadi baik dan empatik, serta hasil studi tentang peran penting orang tua. Sejak dini berikan waktu berkualitas dan hubungan komunikasi yang hangat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
10 Kata-kata Sederhana yang Bisa Membuat Mental Anak Kuat Menurut Psikoterapis
Parenting
4 Cara Tepat Mengajarkan Anak Kendalikan Emosi Marah Menurut Psikolog Anak
Parenting
12 Cara agar Anak Mau Kooperatif yang Jarang Dilakukan Orang Tua, Dimulai dari Ngobrol
Parenting
5 Ciri-Ciri Anak yang Punya Mental Kuat, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
Parenting
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/GOLFX
Anak Suka Menjawab Saat Dibilangin? Ini Cara Mendidiknya agar Tetap Berani Bicara tapi Sopan
9 Tanda Anak Alami Main Character Syndrome, Saat Si Kecil Merasa Jadi Pusat Dunia
9 Kebiasaan Tak Terduga Orang Tua yang Bisa Membentuk Anak Jadi Baik Hati Menurut Psikolog