Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Seberapa Sakit Bayi Tumbuh Gigi? Ini Gejala, Penyebab Rewel & Cara Meredakan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Feb 2026 14:40 WIB

Gigi bayi tumbuh
Gigi bayi tumbuh/ Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi

Saat bayi tumbuh gigi, aktivitas sehari-harinya pun menjadi terganggu, Bunda. Bayi menjadi lebih rewel, dan bahkan kondisi ini bisa mempengaruhi waktu tidur seluruh anggota keluarga yang merawatnya. Sebenarnya, seberapa sakit bayi tumbuh gigi?

Meski begitu, fase tumbuh gigi sebenarnya bukanlah hal yang perlu terlalu dikhawatirkan. Fase ini akan berlalu dan kini sudah banyak ahli yang merekomendasikan berbagai cara untuk meredakan rasa sakit yang dialaminya.

Namun, tak sedikit bayi yang menunjukkan kondisi berbeda dari biasanya. Simak penjelasan para pakar mengenai proses tumbuh gigi pada bayi dan seberapa besar rasa tidak nyaman yang mungkin mereka alami.

Mengenal proses bayi tumbuh gigi

Proses tumbuh gigi pada bayi menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para Bunda. Tumbuh gigi adalah kondisi saat gigi bayi mulai keluar dari gusi dan muncul ke permukaan. Tapi, tahukah Bunda kalau sebenarnya benih gigi sudah terbentuk sejak mereka di dalam kandungan, lho.

“Benih gigi mulai berkembang di dalam rahim, dan seiring waktu, mereka perlahan mengalami mineralisasi hingga siap menembus gusi,” kata seorang dokter gigi di New York yang bernama Dr. Sandip Sachar.

Saat waktunya tumbuh, bagian akar gigi mulai memanjang ke bawah dan masuk ke dalam tulang rahang. Nah, karena tulang rahang begitu keras, maka terjadilah gaya dorong ke arah atas yang menekan mahkota gigi untuk keluar membelah gusi.

Total gigi susu yang sudah tertanam di dalam gusi berjumlah 20. Gigi yang biasanya pertama kali muncul adalah dua gigi depan bagian bawah. Nah, seiring berjalannya waktu, jumlah gigi ini akan lengkap dengan sendirinya hingga sekitar usia 3 tahun.

Melansir dari laman Healthy Children, gigi pertama atau gigi primer akan muncul saat usia bayi sekitar 6 hingga 10 bulan. Namun, umumnya sejak bayi berusia tiga bulan, mereka sudah dapat merasakan tanda-tanda pertumbuhan gigi yang membuatnya tidak nyaman.

Apa tanda bayi tumbuh gigi

Meski tumbuh gigi berpusat di mulut, namun tanda-tandanya dapat muncul di seluruh tubuh Si Kecil, Bunda. Tanda yang paling umum menurut dokter gigi bernama Dr. Liel Grinbaum adalah timbulnya kemerahan di pipi dan di dagu.

Selain itu, Dr. Grinbaum juga menemukan sejumlah tanda lain meliputi:

1. Peningkatan air liur dan kebiasaan mengunyah

Saat gigi mulai tumbuh, refleks di mulut bayi dapat terpicu sehingga produksi air liur meningkat. Selain itu, bayi cenderung mengunyah apa pun yang bisa dijangkau untuk mencari rasa nyaman.

2. Perubahan mood dan gangguan tidur

Dapat dikatakan bahwa nyeri yang mereka rasakan hampir sama dengan apa yang dirasakan oleh orang dewasa saat sakit gigi. Oleh karena itu, rasa nyeri yang dialami saat gigi tumbuh sering membuat suasana hati cepat berubah dan siklus tidur menjadi terganggu. 

3. Perubahan gusi dan nafsu makan

Saat tumbuh gigi, gusi terlihat meradang dan memerah yang disebabkan tekanan dari dalam gusi. Kondisi inilah yang membuat bayi sulit mengunyah makanan dan memilih untuk meminum ASI atau susu formula.

4. Gejala lain yang perlu diwaspadai

Meskipun gejalanya sebagian besar berada di mulut dan gusi, terkadang efeknya bisa sedikit meluas, seperti demam ringan, diare, dan ruam popok. Sebab, bayi akan selalu memasukkan jari atau benda ke dalam mulut dan dapat membawa bakteri iritan lainnya.

Rasa sakit ketika bayi tumbuh gigi

Menurut seorang ortodontis bersertifikat, Dr. Thomas Dobie, DDS, MDS, MS, setiap bayi merasakan fase yang berbeda saat tumbuh gigi. Beberapa bayi mungkin akan melewatinya tanpa keluhan, sementara yang lain harus menangis hebat karena rasa sakit dan gangguan lainnya.

“Rasa tidak nyaman bisa sangat bervariasi. Mulai dari yang hampir tidak terasa hingga rasa sakit yang luar biasa. Menariknya, terdapat beberapa bayi yang tidak merasakan sakit sama sekali,” tutur Dr. Dobie dikutip dari laman Today’s Parent.

Beberapa jenis gigi bayi tumbuh dengan memberikan efek yang lebih kuat. Misalnya, gigi geraham, yang memiliki ukuran lebih besar. Biasanya, pertumbuhan gigi geraham inilah yang paling sulit, sebab permukaannya lebih lebar sehingga sulit menembus gusi.

Dr. Dobie menambahkan bahwa tingkat rasa sakit yang dialami bayi bergantung pada toleransi nyeri masing-masing serta tingkat pembengkakan gusi. Namun, kondisi ini dapat diredakan dengan berbagai cara, mulai dari yang sederhana hingga profesional.

Cara meredakan sakit saat tumbuh gigi pada bayi

Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi rasa sakit saat bayi tumbuh gigi.

1. Pijat gusi

Cuci tangan terlebih dahulu, kemudian Bunda bisa memijat beberapa area yang sakit di mulut mereka. Gunakan ujung jari atau buku jari dan lakukan pijatan dengan lembut tanpa tekanan yang berlebihan.

2. Berikan sesuatu bersuhu dingin

Bunda bisa memberikan sesuatu yang dingin untuk mereka, seperti ice cream atau sepotong buah dingin dan beku. Selain itu, cara yang lebih sederhana adalah memasukan waslap basah ke dalam freezer dan kemudian berikan kepada mereka untuk digigit.

3. Berikan makanan yang lembut

Dr. Grinbaum merekomendasikan agar Bunda memberikan mereka makanan bertekstur lembut yang aman untuk gusi sensitif. Misalnya, yoghurt dingin atau saus apel. Selain itu, pisang yang didinginkan juga bisa menjadi alternatif tambahan.

4. Menggunakan obat penghilang rasa sakit

Sebenarnya Bunda bisa memberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis yang kecil. Namun, pemberian obat jenis ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

5. Konsultasi ke dokter

Bila gejala semakin memburuk disertai nyeri yang parah, Bunda bisa langsung menjadwalkan pemeriksaan dengan dokter gigi atau ortodontis untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Demikian informasi mengenai seberapa sakit bayi tumbuh gigi beserta gejala dan cara meredakannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda