parenting
10 Cara Mengurangi Kebiasaan Makan Manis Si Kecil
HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 09:30 WIB
Daftar Isi
- Alasan orang tua harus mengurangi kebiasaan makan manis pada anak
- Berapa jumlah gula yang aman dikonsumsi oleh anak
-
10 cara mengurangi kebiasaan makan manis
- 1. Batasi camilan manis dan atur pemberiannya
- 2. Pastikan menu seimbang
- 3. Pilih camilan yang lebih banyak mengandung nutrisi daripada gula
- 4. Jadikan orang tua sebagai contoh
- 5. Perhatikan porsi anak saat makan di luar rumah
- 6. Ganti minuman manis dengan air mineral atau susu
- 7. Pilih buah sebagai makanan pencuci mulut
- 8. Batasi pemberian gula pada jus
- 9. Pilih sereal yang rendah gula
- 10. Sediakan camilan yang sehat
Obesitas masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak yang disebabkan oleh gula, Bunda. Bagaimana, ya cara mengurangi kebiasaan makan manis pada Si Kecil agar kesehatannya tetap terjaga?
Melihat banyaknya kasus obesitas akhir-akhir ini, tak sedikit orang tua yang menyimpan rasa khawatir, cemas, dan overthinking. Bunda mungkin jadi merasa bersalah ketika hendak memberi mereka makanan manis sebagai bentuk apresiasi setelah Si Kecil menyelesaikan sesuatu.
Sebenarnya, gula tidak selalu menyeramkan untuk tubuh Si Kecil. Hanya saja, sebagai orang tua kita harus tahu dan mengerti bagaimana cara mengontrol pemberian makanan manis tersebut dengan baik. Oleh karena itu, yuk simak beberapa cara mengurangi kebiasaan makan manis pada Si Kecil, Bunda.
Alasan orang tua harus mengurangi kebiasaan makan manis pada anak
Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2024 di India menemukan bahwa membatasi konsumsi gula pada anak-anak dapat membantu mengurangi risiko mereka terkena diabetes. Melansir dari laman Times of India, konsumsi makanan manis secara berlebihan masih menjadi faktor utama dalam meningkatnya kasus diabetes dan obesitas pada anak.
“Konsumsi gula yang berlebihan sejak dini dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit hati berlemak pada anak-anak. Tak hanya itu, konsumsi minuman manis yang berlebihan dapat menyebabkan perut kembung hingga gangguan gastrointestinal,” terang Ahli Gastroenterologi Pediatri Senior di RSA Pelangi Madhukar, Dr. Sarath Gopalan.
|
Baca Juga : 8 Cara Membatasi Konsumsi Gula pada Anak
|
Pakar nutrisi dari Early Star Nutrition mengatakan bahwa dengan mengurangi makan manis anak dapat belajar untuk membentuk perilaku makan yang sehat, yang tentunya sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Kebiasaan makan yang sehat tersebut dipercaya akan memiliki manfaat yang luar biasa apabila terus berlanjut hingga mereka tumbuh dewasa. Nantinya, mereka akan mendapatkan energi dan nutrisi yang seimbang, serta terhindar dari obesitas dan diabetes.
Berapa jumlah gula yang aman dikonsumsi oleh anak
Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya anak-anak hanya boleh menerima asupan gula sebesar 5 persen dari total konsumsi gula harian mereka. Jika kebutuhan energi harian sekitar 2.000 kkal, maka asupan gula tambahan sebaiknya tidak lebih dari lima sendok teh per hari, menurut seorang ahli gizi bernama Ishi Khosla.
“Artinya, anak-anak di atas usia dua tahun sebaiknya hanya mengonsumsi sekitar 2-4 sendok teh gula tambahan per hari. Sementara itu, untuk anak hingga usia dua tahun, direkomendasikan agar tidak ada tambahan gula sama sekali. Bayi dan balita sudah dapat memperoleh asupan gula secara alami dari sumber seperti susu dan buah-buahan,” jelas Ishi Khosla.
Pemberian gula tambahan ini sebenarnya sudah menjadi perhatian bagi beberapa ahli gizi klinis, salah satunya Ritika Samaddar. Gula yang tidak alami diam-diam kerap ‘menyusup’ ke dalam makanan olahan yang sering dikonsumsi anak-anak.
“Gula tambahan adalah gula yang bukan ada secara alami dari makanan seperti buah atau susu, tetapi gula yang ditambahkan saat makanan diolah atau dimasak. Berbeda dengan gula alami yang masih mengandung serat, vitamin, dan mineral, gula tambahan hanya memberi rasa manis tanpa manfaat gizi bagi tubuh,” tegasnya.
10 cara mengurangi kebiasaan makan manis
Melihat betapa seriusnya masalah pemberian gula terhadap kesehatan anak, kini Bubun sudah rangkumkan beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengurangi kebiasaan makan manis pada Si Kecil. Berikut penjelasannya, Bunda.
1. Batasi camilan manis dan atur pemberiannya
Saat menghadiri pesta ulang tahun, anak-anak biasanya mendapat kue atau camilan manis. Karena itu, orang tua perlu lebih memperhatikan jumlah gula yang dikonsumsi anak. Bunda bisa menyiasatinya dengan tidak memberikan makanan manis lagi di rumah.
Bunda juga bisa menunda pemberian es krim dan coklat. Misalnya, dalam satu bulan Bunda cukup memberikan dua skop es krim jika anak sudah mengonsumsi kue ulang tahun. Selain itu, pemberian apresiasi dengan makanan manis bisa diganti dengan kegiatan yang lain.
2. Pastikan menu seimbang
Bunda bisa mengatur porsi makan anak dengan mengutamakan empat kelompok makanan utama, yakni makanan bertepung, sayur dan buah, susu atau yoghurt, serta makanan yang mengandung protein.
3. Pilih camilan yang lebih banyak mengandung nutrisi daripada gula
Memberikan anak camilan sehat menjadi salah satu cara yang efektif, Bunda. Seperti yang kita tahu, anak-anak suka sekali ngemil, maka dari itu, Bunda bisa berikan mereka sayuran matang, salad buah atau sayur, dan stik buah sebagai camilan mereka.
4. Jadikan orang tua sebagai contoh
Perlu diingat, anak-anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua perlu tunjukkan contoh pola makan yang sehat, termasuk saat makan di luar rumah.
5. Perhatikan porsi anak saat makan di luar rumah
Saat berkunjung ke restoran atau rumah makan, Bunda bisa menanyakan apakah tersedia menu dan porsi khusus anak. Porsi yang sesuai akan membantu anak makan lebih nyaman. Jangan pula memaksa anak menghabiskan makanan jika ia sudah merasa kenyang.
6. Ganti minuman manis dengan air mineral atau susu
Bunda juga bisa mengubah kebiasaan anak dalam memilih minuman saat makan. Alih-alih memesan minuman bersoda atau teh manis, Bunda dapat memilihkan air mineral. Susu juga bisa menjadi alternatif minuman yang lebih sehat untuk anak.
7. Pilih buah sebagai makanan pencuci mulut
Sebaiknya, Bunda membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan pencuci mulut yang sehat dan bergizi, seperti buah segar. Kue atau es krim tetap boleh Bunda berikan, asalkan porsinya dibatasi agar asupan gula Si Kecil tetap terjaga.
8. Batasi pemberian gula pada jus
Jus buah memiliki manfaat yang begitu besar. Kandungan vitamin, serat, dan nutrisi semua terkandung di dalamnya. Hanya saja, menambahkan gula ke dalam jus menjadi kurang sehat. Oleh karena itu, sebisa mungkin kurangi pemberian gula pada jus ya, Bunda.
9. Pilih sereal yang rendah gula
Bila anak sering terbiasa sarapan dengan sereal, Bunda sebaiknya memilih sereal yang rendah gula. Lebih baik pilih sereal varian original dan hindari sereal dengan perasa buatan. Agar tetap lezat, Bunda bisa menambahkan buah segar sebagai pemanis alami.
10. Sediakan camilan yang sehat
Bunda bisa menyediakan camilan-camilan yang sehat, seperti irisan buah apel, biskuit gandum, atau pun kue beras dengan balutan krim keju. Cara ini diharapkan anak menjadi terbiasa untuk tidak ngemil makanan manis, Bunda.
Nah, demikianlah beberapa cara mengurangi kebiasaan makan manis pada anak. Semoga bermanfaat, ya Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Anak Belajar di Rumah jadi Banyak Makan, Haruskah Dibatasi?
Parenting
Tips Penting buat Orang Tua agar Anak Punya Kebiasaan Makan Sehat
Parenting
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Parenting
Kebutuhan Energi Anak Usia 6 Tahun yang Baru Masuk Sekolah
Parenting
5 Cara Membiasakan Anak Makan Sehat, Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
5 Foto
Parenting
Deretan Artis yang Masih Sembunyikan Wajah Anak, Ternyata Ada Alasannya
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Waspadai Risiko Diabetes Sejak Dini
8 Buah Rendah Gula Paling Sehat Menurut Dokter, Bagus untuk Si Kecil
Negara Ini Larang Pewarna Makanan Buatan, Demi Selamatkan Anak dari Diabetes hingga Obesitas