Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ini Kalimat 'Ampuh' yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Menurut Pakar

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 23 Feb 2026 07:00 WIB

Ciri Anak Tidak Bersyukur
Ilustrasi Kalimat 'Ampuh' yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Menurut Pakar/Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda merasa bingung saat menghadapi anak yang sedang kesal? Rasanya kita pun ingin langsung bertanya, "Ada apa?" atau "Kamu kenapa?". Namun, tak jarang jawabannya malah bikin suasana semakin tegang.

Menurut pakar parenting bersertifikat dari Amerika Serikat, Reem Rouda, niat orang tua biasanya selalu baik karena ingin peduli kepada anak-anaknya. Namun, setelah mengamati lebih dari 200 anak, Reem Rouda menyadari kalau pertanyaan itu justru sering memberi efek sebaliknya.

"Saya telah melihat betapa seringnya pertanyaan itu menghasilkan efek yang berlawanan dengan harapan orang tua," kata Rouda, dikutip dari CNBC Make It.

Alih-alih membantu anak terbuka, pertanyaan seperti itu terkadang membuat mereka menutup diri. Anak justru butuh 'ruang' untuk menenangkan dirinya sebelum bisa berbagi perasaannya.

Perlu kita ketahui bahwa kecerdasan emosional anak bisa berkembang saat mereka merasa aman untuk merenung. Tanpa rasa aman itu, pertanyaan yang paling lembut pun bisa terasa berat bagi mereka, Bunda.

Berkaitan dengan hal ini, Reem Rouda menemukan kalimat 'ampuh' yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan emosional anak. Yuk, kita simak bersama berikut ini, Bunda.

Kalimat 'ampuh' yang bisa meningkatkan kecerdasan emosional anak

Sepanjang penelitiannya, Reem Rouda menemukan satu kalimat yang secara konsisten bisa membantu anak mulai merenung. Kalimat ini juga membuat mereka lebih terbuka saat ingin berbagi perasaannya.

Bunda bisa mencoba mengatakan pada anak, "Ceritakan padaku apa yang terasa sulit saat ini". Kalimat sederhana ini ternyata punya 'kekuatan' untuk membangun komunikasi anak dengan Bunda.

Ungkapan ini efektif membantu anak mengekspresikan perasaannya dengan nyaman. Mereka tidak merasa terpaksa harus langsung menjelaskan atau memberi jawaban yang 'benar'.

Dengan memberi ruang seperti ini, anak pun akan belajar mengekspresikan perasaannya secara tidak langsung, Bunda. Mereka juga mulai memahami emosi dirinya sendiri lebih baik.

Manfaat yang didapat orang tua

Setelah Bunda mengetahui kalimatnya, Reem Rouda menjelaskan manfaat yang bisa didapat orang tua saat diterapkan kepada anak:

1. Membuat anak lebih tenang

Kalimat ini bisa membuat anak lebih tenang sebelum percakapan dimulai. Saat anak sedang tantrum, kalimat ini akan terasa aman dan tidak menakutkan bagi mereka.

Dengan begitu, anak merasa mereka tidak dalam masalah dan tidak perlu membela perasaannya sendiri. Hal inilah yang membuat mereka lebih mudah terbuka dan mau berbicara, Bunda.

2. Meningkatkan kemampuan bahasa anak

Anak-anak tidak perlu langsung memberitahu tentang perasaannya dengan tepat, Bunda. Mereka bisa menceritakan situasi atau momen yang bikin mereka merasa senang, sedih, atau bingung.

Seiring berjalannya waktu, cara ini secara perlahan akan memperluas kosakata mereka. Anak jadi bisa memahami perasaannya dengan lebih baik tanpa merasa dipaksa.

3. Membangun rasa aman anak secara emosional

Sebelum memberi nasihat atau menyelesaikan masalah, kalimat ini memberi tahu anak bahwa perasaan mereka itu 'didengar'. Anak jadi merasa aman dan tenang saat mengekspresikan apa yang mereka rasakan.

Perlu kita ketahui bahwa kecerdasan emosional akan tumbuh lebih baik dalam suasana yang ramah dan tenang, Bunda. Anak belajar menghadapi emosi tanpa terburu-buru atau merasa tertekan.

4. Memberi anak kendali atas apa yang ingin diceritakan

Daripada menuntut penjelasan, kalimat ini justru mengajak anak untuk merenung. Mereka bisa memilih seberapa banyak cerita yang ingin dibagikan kepada Bunda dan kapan waktunya.

5. Menenangkan sistem saraf anak

Saat anak merasa aman secara emosional, tubuh dan pikirannya mulai lebih rileks. Kalimat ini sangat membantu apalagi saat sikap anak terlihat berlebihan atau membingungkan.

Ungkapan ini fokus pada menenangkan perasaan mereka terlebih dahulu sebelum Bunda mencoba memberi penjelasan atau solusi. Dengan begitu, anak pun lebih mudah mengatur dirinya sendiri, Bunda.

6. Mengajarkan anak bahwa emosi itu normal

Dengan memperhatikan hal-hal yang sulit, Bunda menunjukkan bahwa emosi boleh lho dirasakan tanpa harus segera diperbaiki. Anak pun belajar bahwa perasaan mereka itu penting dan bisa diperhatikan dengan tenang.

Cara ini mengajarkan anak bahwa 'emosi' adalah bagian wajar dari keseharian. Anak jadi tahu bahwa perasaan bisa dialami dan dilewati, bukan untuk dihindari, Bunda.

7. Anak belajar mengelola emosi

Anak-anak belajar kecerdasan emosional lewat pengalaman, bukan hanya diberi nasihat saja. Saat Bunda menanggapinya dengan tenang, anak akan melihat contoh bagaimana menghadapi emosi dengan cara yang positif.

Tugas orang tua adalah membuat suasana yang aman supaya anak mau berbagi perasaan mereka. Dengan memilih kata-kata yang tepat, Bunda pun bisa menciptakan suasana hati yang nyaman bagi anak.

Nah, itulah kalimat 'ampuh' yang dapat membantu meningkatkan kecerdasan emosional anak menurut pakar. Bunda sudah terapkan?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda