Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

14 Jenis Bintik Merah pada Bayi: Penyebab, Cara Menghilangkan & Tanda Bahayanya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 03 Feb 2026 20:20 WIB

14 Jenis Bintik Merah pada Bayi, Penyebab, Cara Menghlangkan & Tanda Bahayanya
Ilustrasi Jenis Bintik Merah pada Bayi, Penyebab, Cara Menghlangkan & Tanda Bahayanya/Foto: Getty Images/comzeal
Daftar Isi
Jakarta -

Ketika Si Kecil sedang tertidur, Bunda mendapati ada bintik merah pada kulitnya yang sebelumnya tampak mulus. Melihat kondisi ini, Bunda langsung mencari tahu dan membandingkannya dengan gambar bintik merah pada bayi yang beredar di internet.

Rasa khawatir pun muncul, apalagi jika ini pertama kali Bunda melihatnya. Kita sebagai orang tua mungkin jadi penasaran, apakah ini hal yang biasa atau ada yang perlu diperhatikan lebih serius?

Dilansir dari National Health Service (NHS), ternyata ada banyak jenis bintik yang bisa muncul dan menyebabkan kulit bayi maupun anak-anak tampak kemerahan, Bunda.

Memang sudah jadi rahasia umum kalau kulit bayi masih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Setiap anak pun bisa menunjukkan reaksi yang berbeda, termasuk munculnya bintik merah di area tertentu.

Oleh karena itu, sebelum bintik merah semakin parah, penting Bunda untuk mengenali jenis bintik yang dialami Si Kecil. Yuk, simak ulasan terkait jenis bintik merah pada bayi, penyebab, cara menghilangkan, serta tanda bahayanya berikut ini.

14 Jenis bintik merah pada bayi, penyebab, cara menghilangkan, dan tanda bahaya

Ada beberapa jenis bintik merah pada bayi yang bisa Bunda kenali sejak awal, baik yang muncul di tubuh maupun bintik merah pada wajah bayi. Berikut penjelasan selengkapnya dilansir dari laman Parents dan berbagai sumber lainnya:

1. Dermatitis Kontak

Pertama, bintik merah pada bayi bisa termasuk jenis dermatitis kontak, yang biasanya muncul sebagai lepuh berisi cairan atau bercak merah kering yang pecah-pecah.

Ruam ini muncul di area kulit yang terpapar zat pemicu, bisa langsung terlihat atau beberapa hari kemudian. Selain kemerahan, gejalanya bisa berupa gatal, bengkak, nyeri saat ditekan, dan muncul bintik-bintik kecil.

Pada beberapa kasus, tampilannya sering disamakan dengan gambar bintik merah pada bayi akibat iritasi, Bunda.

Penyebab dermatitis kontak:

Pemicu dermatitis kontak biasanya dari sabun, detergen, lotion, parfum, kosmetik, perhiasan, barang lateks, logam seperti nikel, bahan kimia, atau tumbuhan yang beracun. Ruam biasanya muncul di bagian kulit yang langsung terkena zat pemicu tersebut.

Cara menghilangkan dermatitis kontak:

Bunda bisa mengompres area kulit dengan air dingin untuk membantu meredakan peradangan. Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan obat bintik merah pada kulit bayi.

Ruam biasanya akan membaik dalam beberapa minggu, meski pada sebagian bayi proses penyembuhan bisa berlangsung lebih lama.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika ruam tidak membaik atau malah bertambah parah setelah dua sampai tiga hari, atau Si Kecil terlihat sangat tidak nyaman, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Apabila ruam tetap tidak hilang meski sudah mendapat perawatan dari dokter anak, Bunda mungkin akan dirujuk ke dokter kulit atau ahli alergi.

2. Dermatitis Atopik (Eksim)

Selanjutnya, ada dermatitis atopik atau eksim. Kondisi ini ditandai dengan bercak merah kering, benjolan kecil, atau kulit yang menebal, pecah-pecah, dan bersisik.

Ruam sering muncul di wajah, lengan, kaki, serta lipatan siku atau lutut, sehingga termasuk salah satu jenis bintik merah pada wajah bayi yang cukup sering ditemui.

Penyebab dermatitis atopik (eksim):

Ruam eksim tidak menular dan bukan karena penyakit menular, Bunda. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi faktor lingkungan, genetik, stres, dan sistem kekebalan tubuh semuanya bisa berperan.

Beberapa hal di lingkungan, seperti debu, bahan kimia, cuaca, mandi air panas, atau makanan tertentu, bisa memicu atau memperburuk ruam. Penyakit ini juga sering diturunkan dalam keluarga.

Sekitar 10 hingga 20 persen anak mengalami eksim dan biasanya sejak bayi. Seiring bertambahnya usia, gejala bisa berkurang dan sekitar setengah anak akhirnya sembuh.

Cara menghilangkan dermatitis atopik (eksim):

Untuk mengatasinya, hal pertama yang penting adalah menjaga kulit bayi tetap lembap. Mandi air hangat sebentar dengan sabun atau pembersih tanpa pewangi seminimal mungkin, lalu gunakan lotion yang direkomendasikan dokter.

Pada beberapa kasus ringan, perawatan ini juga bisa jadi bagian dari cara menghilangkan bintik merah pada bayi secara alami, asalkan sesuai anjuran dari dokter ya, Bunda.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika setelah beberapa minggu ruam eksim tidak membaik, Bunda sebaiknya segera menghubungi dokter anak. Kalau dua minggu perawatan dari dokter anak masih belum membaik, Bunda kemungkinan akan disarankan untuk menemui dokter kulit.

3. Penyakit Kelima (Parvovirus B19)

Penyakit kelima biasanya terlihat sebagai ruam merah terang di pipi, seperti habis ditampar atau terbakar sinar matahari. Setelah itu, ruam bisa menyebar ke badan, lengan, dan kaki.

Pada sebagian anak, kondisi ini bisa tampak sebagai bintik merah pada anak tapi tidak demam setelah fase awal penyakit terlewati.

Penyebab penyakit kelima (Parvovirus B19):

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit kelima biasanya diawali dengan demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan munculnya ruam merah, Bunda.

Virus ini paling sering menyerang anak-anak usia sekolah dan menyebar melalui batuk atau bersin. Setelah ruam muncul, anak sudah tidak menular lagi, sehingga aman untuk kembali ke sekolah atau tempat berkumpul lainnya.

Cara menghilangkan penyakit kelima (Parvovirus B19):

Ruam biasanya diawali dengan demam, yang bisa diatasi dengan obat seperti asetaminofen. Untuk mengurangi rasa gatal, Bunda bisa menggunakan obat oles kortikosteroid atau antihistamin.

Biasanya, gejala penyakit kelima akan hilang sendiri dalam waktu sekitar dua minggu. Dengan perawatan yang tepat, Si Kecil bisa tetap nyaman selama masa pemulihan.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika Bunda ragu dengan kondisi Si Kecil atau obat yang diberikan tidak membantu mengurangi gejala, sebaiknya segera hubungi dokter anak, ya.

4. Ruam Panas (Biang Keringat)

Ruam panas pada bayi dan anak, yang juga disebut biang keringat, dan biasanya muncul sebagai bintik merah kecil atau lepuh bening. Bintik ini paling sering terlihat di leher, dahi, dan bahu, tapi juga bisa muncul di badan, selangkangan, lipatan kulit, atau ketiak.

Pada sebagian bayi, ruam ini bisa tampak jelas sebagai bintik merah pada wajah bayi.

Penyebab ruam panas (Biang keringat):

Lingkungan yang terlalu panas dan pakaian yang terlalu tebal bisa menyebabkan ruam panas pada anak. Saat Si Kecil kepanasan, kelenjar keringatnya bisa tersumbat, sehingga keringat terperangkap di bawah kulit, Bunda.

"Bayi rentan terhadap ruam panas karena kelenjar keringat kecil mereka mudah tersumbat," kata seorang dokter anak di Children's Medical Group di Atlanta, Jennifer Shu, MD.

Cara menghilangkan ruam panas (Biang keringat):

Pastikan Si Kecil tetap cukup minum, berada di lingkungan yang sejuk, dan kulitnya tetap kering. Bunda juga bisa menerapkan cara menghilangkan bintik merah pada bayi secara alami, seperti membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas dan pilih pakaian yang longgar serta menyerap keringat.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika ruam panas tidak membaik setelah tiga atau empat hari, sebaiknya Bunda segera menghubungi dokter anak. Dengan begitu, Si Kecil bisa mendapat penanganan yang tepat.

5. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD)

Enterovirus Legs hands mouth Rash on the body of a child Cocksackie virusIlustrasi/Foto: Getty Images/kipgodi

Ruam ini biasanya muncul sebagai bintik merah yang terasa nyeri, mirip lepuh, di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi. Anak juga bisa mengalami ruam merah, kadang disertai lepuh, di telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.

Penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut:

Penyakit tangan, kaki, dan mulut disebabkan oleh virus coxsackie, yang paling sering menyerang anak-anak usia 5 tahun ke bawah. Virus ini bisa menyebar melalui kontak dengan cairan dari hidung, tenggorokan, tinja, atau lepuh anak yang terinfeksi.

Cara menghilangkan penyakit tangan, kaki, dan mulut:

Ruam biasanya akan hilang sendiri dan gejala berlangsung sekitar satu minggu, Bunda. Selain itu, sariawan di mulut bisa terasa perih, jadi hindari makanan yang asin, panas, apalagi pedas, ya.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Segera hubungi dokter jika Si Kecil mengalami demam tinggi, sakit yang sangat mengganggu atau tanda-tanda dehidrasi. Bunda juga perlu periksa ke dokter jika obat-obatan saja tidak membantu meredakan gejala.

6. Campak

Campak biasanya muncul sebagai bintik-bintik merah datar yang menyebar di seluruh tubuh. Bintik ini biasanya muncul sekitar tiga hingga lima hari setelah gejala awal, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair.

Penyebab campak:

Campak disebabkan oleh virus yang sangat menular dan hidup di hidung serta tenggorokan. Virus ini menyebar melalui batuk atau bersin, dan paling menular sekitar empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul.

Berdasarkan informasi dari CDC, sekitar 1 dari 5 anak yang terkena campak harus dirawat di rumah sakit. Penyakit ini bisa sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Cara menghilangkan campak:

Vaksin MMR (campak, gondongan, dan rubella) adalah cara terbaik untuk melindungi anak dan orang-orang di sekitarnya. CDC menyarankan anak mendapatkan dua dosis, yaitu dosis pertama antara usia 12-15 bulan dan dosis kedua antara usia 4-6 tahun.

Bayi 6-11 bulan yang akan bepergian ke luar negeri juga sebaiknya mendapat satu dosis sebelum berangkat. Campak sering diawali demam, Bunda, sehingga ruam yang muncul bisa terlihat sebagai bintik merah pada anak.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika Bunda atau Si Kecil menunjukkan gejala campak atau belum di vaksin dan pernah dekat dengan penderita campak, segera hubungi dokter anak. Bahkan setelah terpapar virus, vaksin masih bisa diberikan dalam 72 jam untuk mencegah atau meringankan penyakit.

7. Biduran

Biduran terlihat sebagai benjolan kecil yang menonjol atau ruam besar berwarna merah atau merah muda. Ruam ini bisa tetap di satu area atau menyebar ke seluruh tubuh, dan sering disertai pembengkakan di tangan atau kaki pada anak-anak.

Penyebab biduran:

Biduran pada anak biasanya muncul karena reaksi kulit terhadap sesuatu, tapi pemicunya sering kali sulit ditentukan. Beberapa kemungkinan penyebabnya termasuk tanaman, makanan, air liur hewan peliharaan, atau gigitan dan sengatan serangga.

Biduran juga bisa muncul karena infeksi virus, terutama jika infeksi tersebut menyebar, dan muncul tanpa penyebab yang jelas sama sekali.

Cara menghilangkan biduran:

Jika biduran muncul karena alergi dari sesuatu yang disentuh kulit, segera cuci area tersebut dan jaga kulit tetap sejuk, ya. Untuk mengurangi gatal yang parah, Bunda bisa mandikan Si Kecil dengan air dingin atau kompres dingin.

Biasanya biduran hilang dalam tiga hingga empat hari, tapi terkadang bisa bertahan sampai beberapa minggu. Setelah penyebabnya diketahui, hindari alergen tersebut agar biduran tidak kambuh lagi.

Jika perlu, dokter mungkin akan meresepkan obat bintik merah pada kulit bayi untuk meredakan gatal.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Bunda bisa segera hubungi dokter jika ruam biduran berlangsung lebih dari beberapa hari. Bayi yang mengalami kesulitan bernapas karena pembengkakan harus segera diperiksa.

Jika ruam tidak hilang setelah beberapa minggu, dokter anak mungkin menyarankan pemeriksaan alergi atau kondisi lain.

8. Roseola

Roseola terlihat sebagai ruam merah muda kemerahan di tubuh, yang kadang menyebar ke leher, lengan, kaki, dan wajah. Ruam ini bisa menonjol atau rata, tapi biasanya tidak gatal dan tidak membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.

Penyebab roseola:

Roseola disebabkan oleh virus dan paling sering menyerang anak usia 6 bulan sampai 1 tahun. Gejala awal biasanya demam tinggi mendadak, mata merah, pilek, sakit tenggorokan, dan anak jadi mudah rewel, lalu beberapa hari kemudian muncul ruam.

Seperti infeksi virus lainnya, roseola bisa menular melalui batuk atau bersin dari anak lain, Bunda.

Cara menghilangkan roseola:

Ruam roseola umumnya tidak memerlukan cream untuk menghilangkan bintik merah pada bayi. Namun, jika demam muncul dengan cepat sebelum ruam, dokter anak mungkin menyarankan obat untuk meredakannya.

Demam biasanya berlangsung dua sampai empat hari, kemudian diikuti ruam yang muncul selama dua hingga tiga hari.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Bunda dapat hubungi dokter anak jika ragu apakah ruam itu roseola, khawatir dengan demam tinggi atau kalau Si Kecil terlihat sangat tidak nyaman.

9. Ruam akibat Poison Ivy, Oak, dan Sumac

Tanaman beracun seperti poison ivy, oak, dan sumac bisa menyebabkan ruam merah yang sangat gatal, dengan benjolan atau lepuh di kulit. Ruam sering muncul berbentuk garis-garis dan biasanya terlihat satu hingga dua hari setelah Si Kecil menyentuh tanaman beracun ini.

Penyebab ruam akibat poison ivy, oak, dan sumac:

Ruam muncul karena reaksi alergi setelah kulit terkena getah berminyak dari daun tanaman. Beberapa anak sangat sensitif terhadap getah ini. Jika getah menyebar ke kulit setelah kontak awal, ruam bisa muncul lebih luas, jadi jangan digosok ya, Bunda.

Cara menghilangkan ruam akibat poison ivy, oak, dan sumac:

Segera bersihkan area kulit yang terkena dengan air sabun, dan jangan lupa cuci pakaian yang terkena getah untuk mencegah ruam menyebar. Bunda juga bisa menenangkan kulit dengan mandi air dingin, mengoles losion kalamin, atau memberi kompres dingin.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Bunda bisa segera hubungi dokter jika ruam muncul di wajah atau dekat mata, terlihat terinfeksi, atau obat-obatan tanpa resep tidak cukup membantu meredakan rasa tidak nyaman.

10. Moluskum Kontagiosum

Ruam ini muncul sebagai bintik-bintik kecil berwarna merah muda, putih, atau sewarna kulit, biasanya dengan lekukan di tengahnya. Kadang bintik bisa menjadi merah, meradang, atau terasa nyeri. Ruam ini bisa muncul di mana saja di tubuh dan sering terlihat seperti mutiara kecil.

Penyebab moluskum kontagiosum:

Moluskum disebabkan oleh infeksi virus yang menyebar lewat kontak kulit ke kulit, atau lewat pakaian, handuk, dan mainan yang terkontaminasi. Virus ini juga bisa menyebar melalui air kolam renang yang terkontaminasi.

Cara menghilangkan moluskum kontagiosum:

Hindari menyentuh ruam karena mudah menular dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Tutupi benjolan dengan perban saat siang hari agar anak tidak menggaruknya, karena garukan bisa membuat penyebaran lebih cepat.

Ruam umumnya akan hilang sendiri dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Namun, dokter dapat merekomendasikan obat bintik merah pada kulit bayi tertentu bila ruam menetap, terutama jika muncul sebagai jenis bintik merah pada wajah bayi.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Bunda dapat hubungi dokter anak kalau ruam tampak mengganggu atau tidak kunjung hilang. Dokter kulit bisa membantu dengan berbagai pilihan pengobatan untuk mempercepat penyembuhan.

11. Cacar Air

Dokter Ungkap Cacar Air Bisa Menular ke 12 Anak, Hati-hati di Sekolah!Ilustrasi cacar air/Foto: Getty Images/SPmemory

Cacar air muncul sebagai bintik merah yang kemudian berubah menjadi lepuh berisi cairan dan terasa gatal, lalu mengering dalam sekitar seminggu. Ruam biasanya pertama kali muncul di dada, wajah, dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Demam umumnya muncul sebelum ruam terlihat.

Penyebab cacar air:

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV) dan sangat menular. Virus bisa menyebar lewat udara saat batuk atau bersin, atau lewat sentuhan langsung dengan lepuhan atau benda yang terkontaminasi. Setelah lepuhan mengering, cacar air tidak lagi menular.

Cara menghilangkan cacar air:

Vaksin cacar air sangat aman dan efektif untuk mencegah penyakit ini. Jika anak terkena cacar air, penting untuk mengisolasi mereka supaya virus tidak menyebar ke orang lain.

Untuk membantu meredakan gatal, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan cream untuk menghilangkan bintik merah pada bayi yang aman. Lalu, pastikan juga kuku anak selalu pendek agar kulitnya tidak terluka akibat garukan.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter jika bayi sulit menahan ruam atau gejalanya semakin parah. Perhatikan juga tanda-tanda infeksi, seperti kulit di sekitar lepuhan menjadi merah atau terasa panas.

12. Impetigo

Impetigo muncul sebagai lepuhan merah yang mudah pecah dan membentuk kerak. Impetigo biasanya memiliki kerak berwarna seperti madu. Ruam ini bisa muncul di mana saja, tetapi paling sering terlihat di sekitar hidung dan mulut, sehingga kerap muncul sebagai bintik merah pada wajah bayi.

Penyebab impetigo:

Impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri yang menular. Bakteri ini bisa menyebar lewat kontak langsung dengan luka yang terinfeksi atau cairan dari luka tersebut. Biasanya, ruam muncul sekitar 10 hari setelah kulit terpapar bakteri.

Cara menghilangkan impetigo:

Bunda bisa cuci lukanya dengan sabun anti bakteri dan air bersih. Setelah itu, oleskan salep antibiotik tipis-tipis dan tutupi dengan perban apabila memungkinkan untuk mencegah infeksi menyebar.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Segera temui dokter jika anak Bunda mengalami impetigo, terutama kalau luka menyebar ke bagian tubuh lain atau tidak membaik setelah beberapa hari. Dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi.

13. Kurap

Kurap adalah infeksi kulit yang umum dan biasanya muncul sebagai bercak merah berbentuk cincin di tubuh. Ruam ini sering gatal, bisa pecah-pecah, mengelupas, atau bersisik.

Kalau muncul di kaki disebut kurap kaki, biasanya gatal dan kemerahan di antara jari-jari kaki. Kalau di kepala, bisa menimbulkan bercak botak kecil yang bersisik dan merah. Di area selangkangan, ruam ini disebut kurap selangkangan.

Penyebab kurap:

Kurap disebabkan oleh infeksi jamur yang menyebar lewat kontak kulit ke kulit atau dari benda, permukaan, atau hewan yang terinfeksi. Hewan peliharaan juga bisa membawa jamur ini, Bunda.

Cara menghilangkan kurap:

Cegah infeksi dengan rajin mencuci tangan, mengganti pakaian dalam dan kaus kaki setiap hari, serta jangan berbagi pakaian atau barang pribadi seperti handuk atau sisir dengan orang yang terkena kurap.

Untuk mengobati kurap, Bunda bisa menggunakan krim, lotion, atau bedak anti jamur.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jika kurap muncul di kulit kepala, perlu diobati langsung oleh dokter karena biasanya memerlukan obat resep. Selain itu, temui dokter jika infeksi tidak membaik atau justru memburuk, karena dokter mungkin akan memberikan obat anti jamur.

14. Gatal Pasca Berenang

Gatal karena Si Kecil berenang bisa muncul sebagai bintik merah kecil setelah berenang. Ruam ini bisa terasa gatal, panas, atau kesemutan, muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah berenang.

Pada beberapa anak, kondisinya tampak sebagai bintik merah pada anak tapi tidak demam, Bunda.

Penyebab gatal pasca berenang:

Gatal ini bisa terjadi karena reaksi alergi tubuh terhadap parasit mikroskopis yang terkadang ada di sungai, danau, atau laut.

Cara menghilangkan gatal pasca berenang:

Gatal akibat berenang memang mengganggu, tapi tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Parasit penyebabnya tidak bisa hidup di kulit manusia dan cepat mati.

Hindari anak berenang di air yang terkontaminasi, ya. Jika airnya tidak bersih, segera keringkan kulit Si Kecil dengan handuk setelah berenang.

Tanda bahaya dan perlu ke dokter:

Jangan biarkan Si Kecil menggaruk ruamnya, karena bisa menimbulkan infeksi, Bunda. Segera hubungi dokter anak jika melihat tanda-tanda infeksi, seperti bengkak, cairan kuning atau hijau, atau garis merah di sekitar ruam.

Itulah berbagai jenis bintik merah yang bisa muncul pada bayi, lengkap dengan penyebabnya, cara mengatasinya, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda