Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Bertanya Kenapa Kita Harus Puasa? Begini Cara Jawabnya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 01 Feb 2026 14:40 WIB

Anak Bertanya Kenapa Kita Harus Puasa? Begini Cara Jawabanya
Ilustrasi Anak Bertanya Kenapa Kita Harus Puasa? Begini Cara Jawabanya/Foto: Getty Images/ibnjaafar
Jakarta -

Bulan Ramadan sebentar lagi tiba, Bunda. Biasanya, anak-anak mulai penasaran tentang ibadah yang akan dijalani. Salah satu pertanyaan yang kerap terdengar adalah, "Kenapa kita harus puasa?".

Bulan Ramadan hadir sebagai waktu yang istimewa dan penuh berkah bagi umat Muslim. Kewajiban berpuasa sendiri sebenarnya telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya di surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. al-Baqarah (2):183).

Dilansir dari buku Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Kontemporer oleh Mesenu, puasa Ramadan mengajarkan umat Muslim untuk merasakan nikmat makanan dan minuman yang biasanya diambil. Dengan begitu, rasa syukur kita terhadap nikmat Allah SWT dapat semakin meningkat.

Walaupun penjelasan tentang puasa sudah tertulis jelas di Al-Qur'an, anak-anak belum sepenuhnya paham maknanya, Bunda. Jadi, kita sebagai orang tua perlu memberikan jawaban yang sederhana agar mereka tidak merasa bingung.

Lantas, bagaimana cara memberikan jawaban yang tepat ketika anak bertanya mengapa puasa harus dijalankan, ya?

Cara jawab anak bertanya tentang kenapa harus puasa

Menurut Ustazah Dr. Hibana, S.Ag., M.Pd dari Aisyiyah, Bunda sebaiknya menjadi sosok pertama yang memberi tahu anak tentang kewajiban berpuasa. Jangan sampai anak dibiarkan mencari tahu sendiri tanpa adanya arahan.

"Kenalkan kewajiban berpuasa kepada anak-anak kita. Jangan biarkan mereka tahu dengan sendirinya. Agar bisa tahu, maka kita kenalkan," ujarnya pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Ketika anak bertanya tentang alasan berpuasa, jelaskan dengan bahasa yang bisa dipahami mereka, ya. Katakan bahwa puasa adalah ibadah istimewa yang sangat disukai Allah SWT.

Selain itu, Bunda bisa menambahkan bahwa puasa memberi pahala yang banyak bagi orang yang melaksanakannya. Dengan begitu, anak bisa paham bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus saja.

"(Katakan pada anak bahwa) puasa adalah ibadah yang sangat dicintai, disayangi oleh Allah. Pahalanya sangat besar bagi mereka yang mau berlatih, beribadah melaksanakan Ramadan," tuturnya.

Mengenalkan konsep puasa pada anak

Anak-anak biasanya lebih cepat mengerti apabila dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, Bunda. Materi tentang puasa yang disampaikan lewat cerita, gambar, atau video bisa membuat mereka lebih bersemangat.

"Kita kenalkan dengan bahasa yang mudah diterima oleh anak. Bisa melalui cerita, bisa melalui percakapan, bisa melalui gambar, bisa dengan menonton video terkait dengan ibadah puasa. Melalui kegiatan tersebut, anak mengenal dan menerima konsep tentang puasa," ucap Ustazah Hibana.

Selain itu, Bunda bisa membuat suasana belajar puasa menjadi menyenangkan. Hindari cara yang keras atau menakut-nakuti anak supaya mereka tidak takut terhadap ibadah ini.

Lebih dari itu, Ustazah Hibana juga menyarankan agar Bunda mengajarkan puasa dengan bahasa yang ramah dan senyum yang tulus. Cara ini akan membuat anak lebih dekat dan mudah memahami tentang ibadah yang diajarkan.

"Ini tahap awal dulu, anak harus terima konsep itu. Maka harus kita kenalkan dengan suasana yang menyenangkan, dengan bahasa yang baik, dengan suasana hati yang happy, tidak dengan kekerasan dan ancaman," jelasnya.

Itulah beberapa cara menjawab ketika anak bertanya, "Kenapa kita harus puasa?". Semoga penjelasan ini bisa membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda