Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

BGN Minta MBG Tak Dibawa Pulang & Diberi Label Batas Aman Waktu Konsumsi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 29 Jan 2026 20:00 WIB

Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG / Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva
Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berjalan di sekolah. Baru-baru ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap satu aturan baru terkait prosedur pemberian MBG ke siswa di sekolah, Bunda.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memerintahkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat perjanjian tertulis dengan kepala sekolah penerima manfaat MBG. Perjanjian ini berisi batas waktu konsumsi MBG.

Dalam perjanjian ini, terdapat penegasan terkait makanan MBG yang tidak boleh dibawa pulang ke rumah oleh penerima. Kebijakan ini dibuat lantaran banyak kasus insiden keamanan pangan di berbagai daerah akibat konsumsi makanan yang sudah melewati batas waktu keamanan.

"Kalian membuat perjanjian dengan sekolah, seperti yang tadi disampaikan ya, Pak, bahwa makanan ini satu, harus dikonsumsi. Bila datangnya jam tujuh, ini terakhir dikonsumsi jam sekian sesuai dengan label, dan tidak boleh dibawa pulang. Insyaallah kalau ini dijalankan nanti bisa mengurangi dampaknya," kata Nanik, dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/26).

Asisten II Sekda Kabupaten Banyuwangi, Suratno, sebelumnya juga sempat mengusulkan kesepakatan untuk mengonsumsi MBG tepat waktu. Usulan tersebut akhirnya dipertegas dengan aturan membuat perjanjian tertulis.

Nanik mengatakan bahwa perjanjian antara Kepala SPPG dan Kepala Sekolah diperlukan agar pengawasan distribusi dan konsumsi MBG menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini berarti Kepala SPPG wajib mendistribusikan makanan tepat waktu, sementara pihak sekolah ikut mengawasi waktu dan tempat konsumsi makanan yang diberikan.

Sosialisasi berulang terkait aturan konsumsi MBG dianggap perlu dilakukan, baik secara lisan atau tertulis. Sosialisasi dapat disampaikan melalui berbagai cara, misalnya memberikan label batas aman waktu konsumsi MBG.

Lantas, seperti apa rekomendasi terkait sosialisasi aturan konsumsi MBG ini?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda