parenting
10 Resep Berbahan Santan untuk MPASI 6 Bulan agar Bayi Lahap dan Kaya Manfaat
HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 13:00 WIB
Daftar Isi
Menu MPASI sering kali menjadi topik yang membuat banyak pertimbangan, terutama saat Bunda mengenalkan rasa baru kepada Si Kecil. Salah satu bahan yang kerap dilirik adalah resep berbahan santan.
Dikutip dari First Cry Parenting, santan atau coconut milk bukan termasuk susu ya, Bunda. Meski warnanya mirip dan teksturnya kental, santan berasal dari campuran air kelapa dan parutan daging kelapa.
Kalau lagi bingung mau menyiapkan menu MPASI apa, pilihan berbahan santan bisa jadi salah satu ide yang menarik. Namun, masih banyak orang tua yang ragu dan bimbang memberikan MPASI berbahan santan untuk bayi.Â
Sebenarnya, apakah santan aman dan boleh digunakan sebagai bahan MPASI untuk Si Kecil ? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini.
Bolehkah menggunakan santan untuk MPASI?
Menilik dari laman Solid Starts, santan boleh digunakan sebagai salah satu bahan MPASI bayi, Bunda. Penggunaannya umumnya mulai bisa dikenalkan saat Si Kecil berusia sekitar enam bulan.
Santan mengandung berbagai nutrisi seperti lemak, serat, zat besi, magnesium, kalium, selenium, zinc, serta vitamin B. Kandungan ini dapat memenuhi kebutuhan energi harian bayi.
Berbagai nutrisi dalam santan bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Meski boleh digunakan, santan untuk MPASI tidak diberikan dalam kondisi mentah ya, Bunda.
Santan sebaiknya dimasak terlebih dahulu hingga matang agar lebih aman dikonsumsi dan mudah dicerna oleh bayi.
Jadi, penggunaan santan sebagai bahan MPASI pada bayi usia enam bulan ke atas diperbolehkan, ya. Dengan catatan, santan diolah dengan matang dan diberikan dalam porsi yang sesuai.
Takaran santan MPASI untuk bayi
Kalau kita bicara soal takaran, santan untuk MPASI bayi usia tujuh bulan ke atas bisa diberikan dalam jumlah kecil. Santan bisa digunakan sebagai bahan saus, nasi, atau sereal yang hangat.
Selain itu, santan juga bisa ditambahkan sedikit ke buah dan sayuran yang dihaluskan. Tujuannya untuk menambah nutrisi sekaligus membuat tekstur makanan lebih lembut.
Untuk Si Kecil yang sudah berusia 12 bulan ke atas, penggunaan santan bisa lebih bervariasi. Santan dapat dimasukkan ke dalam makanan padat atau minuman, termasuk smoothies, sesuai dengan kebutuhan.
Soal jumlahnya, tidak ada takaran pasti untuk penggunaan santan dalam MPASI, ya. Takaran ini umumnya disesuaikan dengan usia bayi dan kondisi kesehatannya.
Semakin bertambah usia, toleransi bayi terhadap lemak biasanya juga meningkat. Untuk tahap awal, santan bisa digunakan sekitar 1-2 sendok makan per kali masak, dan akan lebih aman bila dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ya, Bunda.
Manfaat santan untuk MPASI bayi
Santan menjadi alternatif bergizi bagi Si Kecil yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Diperkaya dengan nutrisi penting, simak beberapa manfaat santan untuk MPASI bayi. Berikut beberapa manfaat santan untuk MPAS bayi:
1. Kaya nutrisi
Santan mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan bayi. Di antaranya vitamin C, vitamin E, kalsium, dan zat besi yang berperan dalam mendukung pertumbuhan.
2. Mudah dicerna
Tekstur santan yang lembut membuatnya lebih ramah untuk sistem pencernaan bayi. Bahan ini juga dapat membantu meredakan keluhan seperti kolik atau sembelit.
3. Ramah alergen
Santan merupakan bahan bebas susu yang bisa dijadikan alternatif, Bunda. Karena itu, santan cocok untuk bayi dengan intoleransi laktosa atau alergi susu.
4. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Santan mengandung asam laurat yang memiliki sifat antimikroba alami. Kandungan ini dapat memperkuat daya tahan tubuh bayi agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
5. Meningkatkan nafsu makan
Banyak makanan bayi memiliki rasa yang cenderung hambar. Rasa santan yang gurih bisa membuat makanan lebih menarik dan membantu meningkatkan nafsu makan Si Kecil.
Cara menyimpan MPASI yang bersantan
MPASI yang menggunakan santan memang perlu perlakuan khusus saat disimpan. Tujuannya agar makanan tetap aman, segar, dan nutrisinya terjaga saat dikonsumsi Si Kecil. Berikut beberapa cara menyimpan MPASI bersantan yang bisa diterapkan di rumah:
1. Penyimpanan di kulkas
Setelah MPASI dingin, Bunda bisa simpan makanan dalam wadah tertutup rapat sebelum dimasukkan ke kulkas. Pastikan suhu kulkas lebih rendah agar kualitas makanan tetap terjaga.
MPASI bersantan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di kulkas, ya. Idealnya, makanan ini dikonsumsi dalam waktu maksimal dua hari untuk menghindari perubahan rasanya.
2. Penyimpanan di freezer
Jika ingin menyimpan MPASI lebih lama, Bunda bisa memindahkannya ke freezer. Gunakan wadah khusus freezer atau kantong penyimpanan yang aman untuk makanan bayi. Simpan MPASI bersantan di freezer dengan suhu yang lebih rendah.
10 Resep berbahan santan untuk MPASI 6 bulan agar bayi lahap dan kaya manfaat
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Neosiam |
Yuk simak kumpulan resep MPASI 6 bulan berbahan santan yang bisa jadi pilihan menu lezat sekaligus tetap kaya manfaat gizinya.
Dikutip dari Buku Resep Makanan Lokal oleh Kementerian Kesehatan RI, mari kita ikuti berbagai resep MPASI berbahan santan untuk bayi berusia 6 bulan.
1. Bubur Soto Ayam Santan
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 60 gram (sekitar 6 sdm) nasi putih matang
- 45 gram (± 4½ sdm) daging ayam cincang halus
- 30 gram (1 buah kecil) tahu, potong kecil
- 30 gram (± 3 sdm) labu siam, iris halus
- 15 gram (± 1½ sdm) wortel, iris kecil
- 1 lembar daun salam
- 1 batang serai, memarkan
- 1 lembar daun jeruk
- 5 gram (1 sdm) minyak goreng
- 30 ml (± 3 sdm) santan
- 300 ml air kaldu ayam
Bumbu halus:
- 1 siung bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 1 cm kunyit
- 1 cm jahe
Cara membuat:
- Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang agar tidak langu.
- Masukkan ayam cincang, aduk perlahan sampai ayam berubah warna dan tercampur rata dengan bumbu.
- Tuangkan air kaldu ayam dan santan, kemudian masukkan daun salam, serai, dan daun jeruk. Masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk.
- Masukkan nasi, tahu, labu siam, dan wortel yang sudah dipotong kecil-kecil. Masak dengan api kecil hingga semua bahan matang dan teksturnya empuk.
- Angkat dan haluskan MPASI sesuai tekstur yang dibutuhkan bayi.
2. Bubur Kanju Rumbi Ayam dan Udang
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 60 gram (6 sdm) nasi putih
- 30 gram (3 sdm) daging ayam bagian dada
- 20 gram udang segar
- 15 gram wortel
- 15 gram jagung pipil
- 15 ml santan
- 350 ml kaldu ayam
- 2 lembar daun pandan
Bumbu halus:
- 1 siung bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 1/2 buah kapulaga
- 1 gram ketumbar
- 1 cm kayu manis
- 1 buah cengkeh
- 1/4 sdt merica
- 1/4 sdt jintan campur adas
- 1/4 buah pekak
- Seujung jari buah pala
Cara membuat:
- Cuci daging ayam hingga bersih, lalu rebus sampai setengah matang. Setelah itu, angkat dan potong ayam menjadi dadu kecil.
- Udang dibersihkan dengan membuang bagian kepala, lalu direbus menggunakan air bekas rebusan ayam hingga berubah warna. Setelah matang, kupas kulitnya dan potong udang menjadi 2-3 bagian, lalu sisihkan.
- Tumis bumbu halus hingga harum, kemudian masukkan daun pandan dan aduk sebentar hingga aromanya keluar. Tuangkan air kaldu hasil rebusan ayam dan udang ke dalam tumisan.
Masukkan nasi, lalu masak hingga nasi lunak dan teksturnya berubah menjadi bubur. Aduk sesekali supaya tidak menempel di dasar panci. - Selanjutnya, tambahkan potongan ayam, udang, wortel, dan jagung. Masak sambil sesekali diaduk hingga semua bahan matang sempurna. Jika bubur terasa terlalu kental, Bunda bisa menambahkan sedikit air.
- Setelah matang dan tercampur rata, matikan api. Saring atau haluskan bubur sesuai tekstur yang diinginkan. Sajikan selagi hangat.
3. Bubur Belut Kuah Lemak
Selanjutnya, Bunda bisa mengikuti resep bubur belut kuah lemak yang dikutip dari buku 60 Resep MPASI BB Booster karya dr. Anissa Florence, CIMI.
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 30 gram beras
- 90 gram ikan belut, pisahkan dari tulangnya
- 20 gram labu kuning
- 10 gram tomat
- 100 ml santan cair
- 150 ml air
Bumbu halus:
- 5 ml minyak untuk menumis
- 1 butir bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 2 butir kemiri
- 1/4 sdt ketumbar bubuk
Cara membuat:
- Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan tidak lagi berbau langu.
- Masukkan belut yang sudah dibersihkan dari tulangnya, kemudian tumis hingga belut setengah matang.
- Tambahkan beras yang telah dicuci bersih bersama air, lalu masak hingga air menyusut dan beras menjadi nasi.
- Setelah itu, masukkan santan cair, labu kuning, dan tomat, lalu masak kembali sampai nasi berubah menjadi bubur.
Selain itu, Bunda juga bisa mencoba berbagai variasi menu MPASI lainnya seperti dirangkum dari buku Mommyclopedia 78 Resep MPASI dan buku Mommyclopedia Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak karya dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K). Simak, yuk.
4. Bubur Bobor
Perlu kita ketahui bahwa bobor merupakan salah satu makanan khas Indonesia berupa hidangan sayur yang dimasak dengan kuah santan encer, sehingga rasanya gurih dan segar.
Bahan-bahan:
- 50 gram beras
- 30 gram tempe
- 1 sdm margarin
- 30 gram bayam
- 1½ gelas santan
- Bawang putih secukupnya
- Bawang merah secukupnya
- Kemiri secukupnya
- Ketumbar secukupnya
- Garam secukupnya
Cara membuat:
- Masak beras dengan air hingga teksturnya menjadi bubur yang lembut dan matang sempurna, lalu sisihkan terlebih dahulu.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar hingga halus. Setelah itu, tumis bumbu halus menggunakan margarin sampai harum dan matang.
- Rebus air hingga mendidih, lalu masukkan bumbu tumis, tempe, dan bayam. Tambahkan garam secukupnya, kemudian tuangkan santan sambil diaduk perlahan. Masak hingga semua bahan matang dan kuah menyatu.
- Campurkan bubur dengan bobor (sayur dan tempe yang sudah dimasak pada tahap sebelumnya). Haluskan menggunakan penyaring kawat hingga mendapatkan tekstur yang sesuai, lalu sajikan selagi hangat.
5. Bubur Udang Tahu
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi
- 45 gram udang giling
- 30 ml santan cair
- 20 gram tahu, potong kecil-kecil
- 10 gram tomat, potong kecil-kecil
- Kemangi secukupnya
- Daun salam secukupnya
- Jeruk nipis secukupnya
- Garam secukupnya (jika diperlukan)
- 1 butir bawang merah
- 1/2 siung bawang putih
- 1 butir kemiri
- 1/3 cm jahe
- Gula secukupnya (jika diperlukan)
Cara membuat:
- Mulai dengan melumuri udang menggunakan air jeruk nipis dan sedikit garam, lalu diamkan sekitar 15 menit agar bau amisnya berkurang.
- Selanjutnya, campurkan udang dengan tahu, potongan tomat, kemangi, santan cair, serta bumbu halus. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
- Bungkus adonan menggunakan daun pisang, tambahkan selembar daun salam, lalu kukus sampai matang dan harum. Setelah matang, keluarkan daun salam dan kemanginya.
- Terakhir, campurkan hasil kukusan dengan nasi, lalu haluskan atau saring sesuai tekstur yang dibutuhkan bayi. Bubur udang tahu siap disajikan.
6. Bubur Uduk Hati Sapi
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 90 gram nasi
- 60 gram hati sapi, cincang halus
- 15 gram bayam cincang
- 1 ruas jahe, memarkan
- 150 ml santan cair
- 7,5 ml minyak sayur
- Serai secukupnya
- Garam secukupnya
Bumbu halus:
- 1 siung bawang putih
- 1 buah bawang merah
Cara membuat:
- Campurkan nasi bersama santan, jahe, dan serai, lalu masak sambil terus diaduk hingga berubah menjadi bubur yang lembut dan kental.
- Sambil menunggu, tumis bumbu halus sampai harum, kemudian masukkan hati sapi, bayam, dan sedikit garam. Masak hingga seluruh bahan matang dan tercampur rata.
- Terakhir, sajikan tumisan hati sapi dan bayam di atas bubur uduk. Hidangkan selagi hangat supaya lebih nikmat.
7. Bubur Opor Ayam
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi
- 60 gram daging ayam cincang halus
- 15 gram santan cair
- 11/2 sdm wortel parut
- 1 lembar daun salam
- 1 lembar daun jeruk
- 30 ml air matang
- 2,5 ml minyak jagung, untuk menumis
- Garam secukupnya (jika diperlukan)
Bumbu halus:
- 1 siung bawang putih
- 1 buah bawang merah
- 1 ruas jahe
- 1 butir kemiri
- Ketumbar secukupnya
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus bersama daging ayam hingga aromanya harum dan ayam berubah warna. Setelah itu, tambahkan sekitar 30 ml air matang, lalu masukkan wortel, daun salam, dan daun jeruk agar rasanya semakin sedap.
- Selanjutnya, tuangkan santan sambil terus diaduk, kemudian masak hingga kuah mendidih dan sedikit mengental. Pastikan api tidak terlalu besar agar santan tidak pecah.
- Saat akan dicampurkan dengan nasi, angkat daun jeruk dan daun salam terlebih dahulu.
- Terakhir, saring atau haluskan hingga mendapatkan tekstur yang sesuai.
8. Bubur Hati Ayam Santan
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi
- 30 gram hati ayam, cincang halus
- 1 sdm wortel, parut
- 50 ml santan cair
- 7,5 ml minyak kelapa sawit, untuk menumis
- Air secukupnya
- Garam secukupnya
Bumbu halus:
- 1/2 siung bawang putih
- 1½ butir bawang merah
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga aromanya harum dan bumbu matang sempurna.
- Masukkan potongan wortel dan hati ayam, lalu tuangkan air secukupnya agar bahan dapat matang dengan baik.
- Masak hingga wortel dan hati ayam empuk serta air menyusut. Setelah itu, masukkan santan dan garam secukupnya, lalu aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Tambahkan nasi yang sudah dimasak, lalu saring atau haluskan.
9. Bubur Uduk Udang
Untuk 3 porsi
Bahan-bahan:Â
- 90 gram nasi
- 90 gram udang, cincang halus
- 100 ml santan cair
- 1,5 sdm wortel parut
- 1 lembar daun salam
- 7,5 ml minyak kelapa, untuk menumis
- Jahe secukupnya
- Serai secukupnya
- Garam secukupnya
Bumbu halus:
- 1 siung bawang putih
- 1 buah bawang merah
Cara membuat:
- Campurkan nasi, santan, jahe, dan serai, lalu masak sambil diaduk hingga nasi berubah menjadi bubur yang lembut dan matang merata. Setelah itu, sisihkan terlebih dahulu.
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum dan bumbu matang. Tambahkan daun salam, lalu masukkan udang dan wortel yang sudah dipotong kecil, serta garam secukupnya.
- Masak hingga semua bahan matang dan aromanya keluar.
- Sajikan tumisan udang dan wortel bersama bubur uduk. Bunda bisa menghaluskan atau menyaringnya terlebih dahulu agar teksturnya sesuai dengan kemampuan makan Si Kecil.
Supaya menu yang disajikan lebih variatif, Bunda dapat mencoba resep berikutnya yang dirangkum dari buku 365 Hari Menu MPASI oleh Catharina Siska Pratiwi, S.Gz.
10. Bubur sayur kari dan tempe
Bahan-bahan:
- 20 gram beras putih
- 30 gram tempe
- 20 gram buncis
- 20 gram wortel
- 1 siung bawang putih
- 1 siung bawang merah
- 1 ruas kunyit
- 1 sdm minyak sayur
- 200 ml air
- 1½ sdm santan
Cara membuat:
- Haluskan bawang putih, bawang merah, dan kunyit menggunakan blender hingga benar-benar lembut.
- Tumis bumbu halus dengan minyak sayur secukupnya hingga matang dan harum.
- Tambahkan air ke dalam tumisan, lalu masukkan beras, tempe, buncis, dan wortel. Masak hingga air mendidih dan bahan mulai empuk.
- Setelah mendidih, masukkan santan, lanjutkan memasak hingga semua bahan matang sempurna dan beras menjadi bubur.
- Siapkan blender, lalu haluskan seluruh bahan hingga teksturnya sesuai kebutuhan bayi. Tuang ke dalam mangkuk, bubur sayur kari tempe pun siap disajikan.
Itulah beberapa resep berbahan santan untuk MPASI 6 bulan yang bisa Bunda coba agar bayi lebih lahap dan tetap kaya manfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Frekuensi dan Jumlah MPASI Per Hari untuk Bayi Usia 6 - 9 Bulan
Parenting
Nikita Willy Bagikan Tips MPASI Bayi saat Traveling, Bawa Mini Rice Cooker
Parenting
9 Resep MPASI Daging Sapi untuk Bayi 6 Bulan
Parenting
7 Resep Makanan Bayi 9 Bulan untuk Anak yang Susah Makan
Parenting
8 Manfaat Kurma untuk Bayi, Atasi Sembelit hingga Demam
7 Foto
Parenting
7 Potret Anak Bungsu Aliya Rajasa Makan MPASI Pertama, Lahap Disuapi Ayah Ibas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Neosiam
9 Resep MPASI dari Olahan Mie untuk Bayi 7 Bulan ke Atas
9 Resep MPASI Bayi Usia 8 Bulan, Tinggi Kalori & Penambah Berat Badan
9 Resep Misoa untuk Anak yang Enak dari Goreng-Kuah, Variasi Menu Buat Si Kecil