parenting
7 Makanan Kaya Zat Besi untuk Anak Usia 1-3 Tahun
HaiBunda
Senin, 16 Feb 2026 15:00 WIB
Daftar Isi
Dalam masa pertumbuhan, Si Kecil membutuhkan zat besi. Seperti yang kita ketahui, zat besi membantu produksi sel otot dan sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi mendukung perkembangan otak dan fungsi kekebalan tubuh. Secara keseluruhan, zat besi mendukung kemampuan anak untuk tumbuh, memperhatikan, dan belajar, Bunda.
Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup zat besi, baik dari makanan kaya zat besi maupun suplemen, dapat mengalami anemia. Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah atau kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen menurun.
Anemia memiliki banyak penyebab. Pada anak kecil, salah satu penyebab umum adalah kekurangan zat besi. Jika anak terus-menerus kekurangan zat besi, hal ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Bayi dan anak-anak dengan anemia defisiensi besi dapat mengalami kesulitan belajar.
Ketika anak berusia sekitar 6 bulan, Bunda dapat mulai memberikan makanan padat. Pastikan untuk memilih makanan yang mengandung zat besi. Berikan makanan kaya zat besi kepada bayi:
- Setidaknya dua kali sehari dari usia 6 hingga 12 bulan
- Pada setiap makan dari usia 12 hingga 36 bulan
Dikutip dari laman CDC, zat besi yang ditemukan dalam makanan hadir dalam dua bentuk: zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme umumnya ditemukan dalam produk hewani. Tubuh menyerapnya lebih mudah daripada zat besi non-heme.
Zat besi non-heme terdapat dalam tumbuhan dan produk yang diperkaya zat besi. Jenis zat besi ini kurang mudah diserap oleh tubuh. Mendapatkan cukup zat besi untuk bayi hanya dari sumber zat besi non-heme saja membutuhkan perencanaan yang cermat.
Makanan Kaya Zat Besi untuk Anak Usia 1 - 3 Tahun
Ada pilihan makanan kaya zat besi untuk anak usia 1 - 3 tahun untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya agar optimal. Berikut tujuh makanan kaya zat besi untuk anak seperti dikutip berbagai sumber:
1. Bayam
Bayam memberikan banyak manfaat kesehatan tetapi sangat sedikit kalori. Sekitar 100 gram bayam mentah mengandung 2,7 mg zat besi. Meskipun ini adalah zat besi non-heme, yang tidak diserap dengan baik, bayam juga kaya akan vitamin C. Hal ini penting karena vitamin C secara signifikan meningkatkan penyerapan zat besi.
Bayam juga kaya akan antioksidan yang disebut karotenoid, yang dapat mengurangi risiko kanker, mengurangi peradangan, dan melindungi mata Anda dari penyakit.
2. Daging merah
Satu porsi daging sapi giling seberat 100 gram mengandung 2,7 mg zat besi, juga kaya akan protein, seng, selenium, dan beberapa vitamin B. Para peneliti telah menyarankan bahwa kekurangan zat besi mungkin lebih jarang terjadi pada orang yang mengonsumsi daging, unggas, dan ikan secara teratur.
Bahkan, daging merah mungkin merupakan satu-satunya sumber zat besi heme yang paling mudah diakses, berpotensi menjadikannya makanan penting bagi orang yang rentan terhadap anemia.
3. Ikan
Ikan adalah bahan makanan yang sangat bergizi dan beberapa jenis seperti tuna sangat tinggi zat besinya. Faktanya, dilansir Healthline, satu porsi tuna kalengan seberat 85 gram mengandung sekitar 1,4 mg zat besi.
Ikan juga kaya akan asam lemak omega-3, yang merupakan jenis lemak sehat untuk jantung yang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Secara khusus, asam lemak omega-3 telah terbukti meningkatkan kesehatan otak, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.
4. Hati sapi
Jeroan sangat bergizi. Jenis yang populer termasuk hati, ginjal, otak, dan jantung, semuanya kaya akan zat besi. Misalnya, satu porsi hati sapi seberat 100 gram mengandung 6,5 mg zat besi. Bagi pemakan daging, hati sapi adalah salah satu sumber zat besi heme terbaik, yang lebih mudah diserap oleh tubuh.
5. Biji labu (kuaci)
Sempurna sebagai camilan, satu porsi 28 gram biji labu mengandung 2,5 mg zat besi. Selain itu, biji labu merupakan sumber vitamin K, seng, dan mangan yang baik. Biji labu juga termasuk sumber magnesium terbaik, yang membantu mengurangi risiko resistensi insulin, diabetes, dan depresi.
6. Tahu
Sebagai alternatif vegetarian terbaik, tahu kaya akan zat besi dan dapat diolah dengan berbagai cara. Tahu adalah makanan berbahan dasar kedelai yang populer di kalangan vegetarian dan di beberapa negara Asia. Satu porsi setengah cangkir (126 gram) menyediakan 3,4 mg zat besi.
Tahu juga merupakan sumber tiamin dan beberapa mineral yang baik, termasuk kalsium, magnesium, dan selenium. Selain itu, tahu menyediakan 22 gram protein per porsi.
Tofu mengandung senyawa unik yang disebut isoflavon, yang telah dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, penurunan risiko penyakit jantung, dan peredaan gejala menopause.
7. Kacang mete
Selain sebagai camilan yang lezat, kacang mete menyediakan zat besi dan lemak sehat dalam jumlah yang baik. Kacang mete mengandung sejumlah besar nutrisi penting, terutama tembaga.
Kacang mete juga merupakan sumber protein, magnesium, zat besi, dan seng. Selain itu, mengonsumsi kacang-kacangan sebagai bagian dari diet bergizi dan seimbang dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.
Sebuah tinjauan penelitian sebelumnya pada tahun 2023 menyatakan ada sejumlah besar bukti bahwa mengonsumsi kacang-kacangan dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (PJK).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
7 Cara Mengenalkan Jenis Makanan Baru pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Parenting
10 Makanan Kaya Zat Besi untuk Cegah Anemia & Jaga Kecerdasan Anak
Parenting
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pertama Kali Memberi Anak Es Krim
Parenting
Manfaat Beri Anak Sarapan dengan Makanan Berbahan Gandum
Parenting
7 Makanan yang Membuat Anak Tidur Nyenyak, Cocok untuk Bedtime Snacks!
5 Foto
Parenting
5 Menu Sarapan Naka Anak Indah Pertamasari Selalu Lahap Makan, Ada Ubi Cilembu
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Penyebab Anak Kurang Gizi dan Gejala Awal yang Timbul
9 Resep MPASI untuk Anak 8 Bulan Penambah Berat Badan Bayi
5 Resep Olahan Buah Naga untuk Bayi 6 Bulan, Cocok Buat Menu Selingan