Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Langsung Punya Gigi

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 28 Jan 2026 13:00 WIB

Bayi baru lahir tidak menangis
Ilustrasi/Foto: Getty Images/suriyasilsaksom
Daftar Isi
Jakarta -

Bayi umumnya akan mulai mengalami tumbuh gigi pertama kali di usia sekitar 6 bulan. Lalu normalkah jika bayi baru lahir langsung punya gigi? 

Gigi yang sudah dimiliki pada bayi baru lahir dikenal juga dengan istilah natal teeth atau gigi natal, yang memang tergolong langka.

Menurut data National Institutes of Health, kondisi ini terjadi pada sekitar satu dari setiap 2.000 hingga 3.000 kelahiran.

Jika kondisi ini dialami oleh Si Kecil, Bunda perlu memahami tentang risiko yang mungkin ditimbulkan, serta apa saja langkah terbaik yang dapat dilakukan ke depannya.

"Dalam kebanyakan kasus, natal teeth sebenarnya adalah gigi susu normal anak yang sudah tumbuh sejak bayi lahir," ungkap Erik Scheifele, DMD, dari Children’s National Health System, dikutip dari The Bump.

Dalam kasus yang jarang terjadi, gigi natal merupakan gigi tambahan yang disebut gigi supernumerary, yaitu gigi ekstra yang tumbuh melebihi jumlah gigi normal.

Perlu dicatat bahwa gigi natal berbeda dengan gigi neonatal ya, Bunda. Gigi natal merupakan gigi yang sudah muncul pada bayi baru lahir, sementara gigi neonatal yaitu gigi yang tumbuh dalam 30 hari pertama setelah kelahiran. 

Menurut Scheifele, gigi yang tumbuh pada bayi baru lahir kemungkinan besar berupa sepasang gigi di gusi bagian depan bawah.

Gigi depan atas, gigi taring dan geraham bawah lebih jarang ditemukan pada bayi baru lahir. Begitu juga untuk gigi taring dan geraham atas.

"Gigi natal bisa terlihat seperti gigi susu biasa, tetapi biasanya ukurannya lebih kecil dan warnanya agak kekuningan," imbuh Scheifele.

Gigi natal sering kali memiliki struktur gigi yang kurang baik, dengan akar yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga mudah goyah. 

Meski demikian, ada juga kemungkinan bayi lahir dengan gigi yang hampir atau sepenuhnya berkembang dengan sehat.

Jenis-jenis gigi natal

Dikutip dari Cleveland Clinic, gigi natal dan gigi neonatal dapat berupa:

Imatur

Gigi ini belum berkembang sepenuhnya dan sering kali tidak memiliki struktur yang lengkap. Untuk memastikannya, biasanya diperlukan pemeriksaan pencitraan.

Matur

Gigi ini telah berkembang sepenuhnya dan pada umumnya bersifat normal.

Penyebab bayi baru lahir sudah tumbuh gigi

Two baby teeth of a one year old baby in a smileIlustrasi gigi bayi/ Foto: iStock

Meskipun ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemungkinan bayi lahir dengan gigi, namun penyebab pasti munculnya gigi natal masih belum diketahui sampai saat ini.

Menurut dokter gigi anak di Amerika Serikat, Hyewon Lee, DMD, MPH, ada beberapa dugaan penyebab utama gigi natal.

Salah satunya adalah kondisi sel benih gigi (sel yang nantinya membentuk gigi) yang posisinya terlalu dekat dengan permukaan gusi. Faktor penyebab lainnya yakni faktor genetik.

Ya, waktu tumbuhnya gigi susu pada anak sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi jika salah satu atau kedua orang tuanya tumbuh gigi sangat awal atau sangat lambat, kemungkinan besar bayi juga akan mengalami hal serupa.

Menurut sebuah penelitian, 15 persen bayi dengan gigi natal memiliki orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat dengan kondisi yang sama.

Dalam kasus lain, gigi natal dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Misalnya kelainan genetik seperti sindrom Pfeiffer atau kelainan sel darah putih seperti histiositosis sel Langerhans.

Kondisi medis langka lainnya yang juga dikaitkan dengan gigi natal meliputi:

  • Bibir sumbing dan celah langit-langit
  • Sindrom Ellis-van Creveld
  • Sindrom Jadassohn-Lewandowsky
  • Sindrom Hallerman-Streiff

Risiko keberadaan gigi pada bayi baru lahir

Jika Si Kecil lahir dengan gigi, jangan dulu panik ya, Bunda. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, kok. Namun demikian, gigi natal dapat menimbulkan beberapa masalah tertentu. Oleh karena itu, segera beri tahu dokter anak jika ada keluhan-keluhan berikut:

Kesulitan menyusu

Gigi natal dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat bayi menyusu. Sebagian bayi kesulitan atau menolak menyusu karena nyeri.

Luka pada lidah

Gigi natal terkadang bergesekan dengan bagian bawah lidah bayi, sehingga menimbulkan luka. Kondisi ini juga dapat terasa nyeri dan membuat bayi enggan menyusu.

Cedera pada puting Bunda

Menurut Scheifele, gigi bayi berpotensi melukai atau melukai puting Bunda saat menyusui. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi Bunda karena terasa nyeri. 

Risiko tersedak

Jika gigi natal sangat goyah, ada risiko gigi tersebut terlepas dan bayi tersedak.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Karena gigi natal biasanya hanyalah gigi susu normal yang tumbuh lebih awal, selama tidak mengganggu proses menyusui atau menimbulkan masalah lain, Bunda tidak perlu melakukan tindakan khusus. Gigi tersebut sebaiknya dibiarkan hingga tanggal secara alami sekitar usia 6 tahun.

Namun, ada beberapa kondisi di mana gigi natal memerlukan penanganan. Seperti jika bayi lahir dengan gigi yang sangat goyah, gigi tersebut kemungkinan akan dicabut untuk mencegah risiko tersedak.

Apabila keberadaan gigi bayi tidak mengganggu, baik bagi Si Kecil maupun Bunda, maka rawatlah seperti gigi susu biasa. 

Bersihkan atau sikat setelah menyusu. Kunjungi dokter gigi anak sejak dini untuk mempelajari cara menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak.

Kapan gigi natal perlu ditangani oleh dokter?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi sesegera mungkin setelah lahir. Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan tanda-tanda kondisi medis tertentu.

Termasuk juga akan dilakukan pemeriksaan bagian dalam mulut bayi, yang jika ada gigi maka akan dicek lebih lanjut.

Apabila diperlukan, rontgen gigi bayi dapat dilakukan untuk menilai apakah gigi natal perlu dicabut.

Itulah penjelasan tentang bayi baru lahir langsung punya gigi alias gigi natal (natal teeth). Jika Bunda masih ragu tentang aman atau tidaknya gigi pada Si Kecil, segera konsultasikan dengan dokter, ya. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda