Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Dongeng Islami tentang Kisah Nabi untuk Dibacakan Sebelum Tidur ke Anak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 28 Jan 2026 20:20 WIB

7 Dongeng untuk Mengajarkan Anak Cinta dan Kasih Sayang
Ilustrasi Bunda membacakan dongeng/Foto: Getty Images/Iqbal Nuril Anwar
Daftar Isi
Jakarta -

Malam hari menjadi waktu terbaik untuk menghadirkan cerita yang menenangkan hati Si Kecil. Di momen ini, Bunda bisa membacakan dongeng Islami tentang kisah Nabi Islami yang kaya akan pelajaran hidup.

Cerita-cerita ini disampaikan dengan alur yang mudah dipahami sehingga cocok didengar anak sebelum terlelap. Tanpa harus menggurui, nilai keimanan pun bisa langsung tersampaikan, Bunda.

Selain menjadi sarana belajar, momen ini juga bisa menjadi waktu bonding antara Bunda dan anak. Nantinya, mereka pun akan menantikan waktu bercerita bersama Bunda setiap malamnya.

Maka dari itu, mari kita simak kumpulan dongeng Islami tentang kisah Nabi yang bisa dibacakan sebelum Si Kecil tidur.

Dongeng Islami tentang kisah Nabi Islami untuk dibacakan sebelum tidur ke anak

Yuk, bacakan dongeng Islami yang mengangkat kisah para Nabi dan cocok dibacakan kepada anak.

1. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Adam

Cerita dongeng Islami tentang kisah Nabi Adam ini dikutip dari buku Kisah Teladan 25 Nabi Menakjubkan & Penuh Hikmah karya Ariany Syurfah.

Allah bermaksud menciptakan manusia di muka bumi. Allah pun memerintahkan para malaikat untuk mengambil tanah dari bumi. Allah berfirman kepada para malaikat. "Sejujurnya. Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk".

Setelah disempurnakan bentuknya, ditiupkanlah roh ciptaan Allah ke dalamnya, dan terciptalah sosok manusia bernama Adam. Adam dikaruniai akal budi dan hati nurani agar bisa berpikir dan menjalani kehidupan secara baik dan bijaksana. Allah mengajari Adam dan menjadikannya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.

Allah berkata kepada malaikat-Nya, "Tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud".

Para malaikat dan jin memberi hormat kepada Adam dengan cara bersujud. Akan tetapi, di antara golongan jin, ada yang membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Golongan ini bernama iblis atau setan.

Iblis membangkang karena merasa dirinya lebih mulia dari Adam. Iblis diciptakan dari unsur api. Sementara itu, Adam diciptakan dari tanah dan lumpur. Iblis sakit hati karena Allah menurunkannya dari surga. la bertekad dan bersumpah akan menggoda dan menjerumuskan manusia kepada perbuatan dosa.

Berbeda dengan iblis, Adam diberi tempat oleh Allah di surga, tempat yang sangat indah dan menyenangkan. Segala sesuatu tersedia di dalamnya. Allah pun menciptakan Hawa sebagai istrinya dan menjadi teman hidupnya agar tidak sendirian.

Allah berpesan kepada Adam, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim".

Iblis mengetahui larangan Allah yang ditujukan kepada Adam dan Hawa agar tidak mendekat salah satu pohon di surga. la mulai membujuk Adam dan Hawa agar memakan buah tersebut. la mengatakan kepada Adam dan Hawa bahwa jika keduanya memakan buah itu, mereka akan kekal di surga.

Pada awalnya, Adam dan Hawa tidak tertarik. Iblis kecewa, tapi tidak putus asa. Iblis terus membujuk Adam dan Hawa dan akhirnya Adam dan Hawa termakan bujukan iblis. Mereka memakan buah terlarang itu. Allah sangat marah kepada Adam.

Adam dan Hawa merasa bersalah dan berdosa karena telah termakan bujukan iblis dan melanggar perintah-Nya. Keduanya menangis dan menerima pengampunan, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

Allah mengampuni dosa Adam dan Hawa. Akan tetapi, Allah memberikan hukuman. Mereka diturunkan ke bumi dalam tempat yang berbeda. Keduanya hidup terpisah. Mereka saling mencari dan merindukan hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah.

Setelah beberapa waktu, mereka dipertemukan kembali oleh Allah di Padang Arafah, Arab Saudi. Tempat pertemuan antara Adam dan Hawa dinamakan Jabal Rahmah, artinya "Bukit Kasih Sayang".

Kemudian, keduanya membina kehidupan bersama-sama. Mereka memanfaatkan segala sesuatu di bumi. Kehidupan yang dialami oleh Adam dan Hawa di dunia sangat berbeda dengan kehidupan di surga. Untuk mendapatkan sesuatu di dunia harus dengan usaha dan perjuangan yang tidak mudah. Walaupun demikian. Adam dan Hawa hidup bahagia. Mereka hidup dalam cinta dan kasih sayang.

2. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Nuh

Yuk, bacakan dongeng Islami tentang Nabi Nuh dirangkum dari buku 25 Kisah Nabi & Rasul oleh Woro Lestari dan Tim Gema Insani.

Nabi Nuh adalah manusia istimewa dari negeri Armenia. Allah memilihnya untuk menyampaikan ajaran tauhid, menyembah Allah Yang Esa. Nabi Nuh mengajarkan agama Allah selama 950 tahun. Beliau terus memberi peringatan kepada kaumnya agar tidak menyembah selain Allah SWT.

Saat itu, kaum Nabi Nuh berada dalam kesesatan, sudah melupakan Allah, dan selalu berbuat kerusakan di bumi. Meski demikian, Nabi Nuh menyayangi mereka dan tidak lelah mengingatkan mereka akan adanya azab apabila menyekutukan Allah.

Namun sayangnya, peringatan Nabi Nuh selalu dianggap angin lalu oleh kaumnya. Mereka menolak ajakan Nabi Nuh. Orang-orang zalim itu tetap ramah lingkungan pada keingkaran mereka.

Dengan sombongnya mereka menantang Nabi Nuh, "Hai, Nuh! Datangkanlah azab yang engkau ancamkan itu jika kamu memang orang yang benar!".

Betapa sedihnya hati Nabi Nuh mendengar kedurhakaan umatnya kepada Allah. Tak lama kemudian, Nabi Nuh mendapatkan wahyu dari Allah agar membuat sebuah kapal yang besar. Akhirnya, Nabi Nuh pergi meninggalkan mereka dan mulai membuat kapal bersama orang-orang yang bertakwa.

Kaum yang ingkar itu menertawakan Nabi Nuh karena membuat kapal di tengah-tengah daratan.

Nabi Nuh tetap bersabar. Beliau dan kaumnya yang beriman terus mengerjakan kapal hingga selesai.

Pada suatu hari, Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Nuh, "Masukkanlah ke dalam kapal itu hewan jantan dan betina, juga ajaklah keluargamu dan orang-orang yang beriman".

Pada hari itu, semua orang beriman dan hewan berbondong-bondong memasuki kapal besar itu. Orang-orang yang ingkar malah tertawa dan tidak mau mendekati kapal itu

Tiba-tiba, Allah mendatangkan banjir yang sangat dahsyat. Air bah menyapu kaum yang zalim itu tanpa kecuali. Sementara orang-orang beriman dan hewan yang berada di kapal besar itu selamat.

Nabi Nuh memanggil anaknya yang tidak mau beriman. Anaknya dihempaskan gelombang besar ke sana kemari.

"Wahai anakku, naiklah ke kapal bersama kami! Janganlah kamu bersama orang-orang kafir!" teriak Nabi Nuh di tengah derasnya air.

Namun, anaknya masih tetap ingkar dan sombong, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!" tolak anak Nabi Nuh.

Antara sedih bercampur marah, Nabi Nuh berteriak, "Tidak ada yang melindungimu dari membayangkan Allah pada hari ini, selain Allah Yang Maha Penyayang".

Anak Nabi Nuh tetap pada pendiriannya dan malah menjauh dari Nabi Nuh. Tiba-tiba, gelombang besar menghantam. Anaknya pun menghilang bersama gelombang itu.

Dengan berlinang air mata, Nabi Nuh memohon agar Allah menyelamatkan anaknya. Namun, Allah tidak mengabulkannya.

Akhirnya, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan kaumnya yang berada di dalam kapal. Mereka itulah orang-orang beriman yang kemudian Allah jadikan mereka khalifah di muka bumi.

3. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Idris

Dilansir dari buku Kisah Teladan 25 Nabi Menakjubkan & Penuh Hikmah karya Ariany Syurfah, yuk kita simak dongeng tentang kisah Nabi Idris.

Nabi Idris lahir di daerah Babylon, memiliki nama asli Akhnukh (Henokh). Nama asli Nabi Idris adalah Akhnukh (Henokh).

Beliau dinamakan Idris karena banyak mempelajari kitab-kitab dan mushaf Nabi Adam dan Syits. Nabi Idris adalah seorang yang sangat cerdas, pandai, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi.

Beliau adalah manusia pertama yang menulis dengan pena dan dianugerahi berbagai kepandaian oleh Allah, di antaranya, kepandaian naik kuda, ilmu alam, tulis-menulis, dan berhitung. la pula yang menjadi orang pertama yang menjahit pakaian dan mengenakan pakaian berjahit.

Dalam berdakwah, Nabi Idris banyak mengalami hambatan dan hambatan. Dalam Al-Qur'an, Nabi Idris digolongkan sebagai manusia yang sabar karena ia tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan dan rintangan seberat apa pun.

Meski memiliki sifat sabar, ia dapat bertindak tegas terhadap orang kafir yang berbuat zalim. Nabi Idris diberikan gelar asadul usud (singa dari segala singa) karena keberanian yang hebat dan tidak takut akan kematian.

Selain memiliki kepandaian luar biasa, Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang baik dan saleh, tekun beribadah, tidak pernah meninggalkan perintah Allah, dan rajin berpuasa. Hal inilah yang membuat Malaikat Izrail ingin bertemu dengan Nabi Idris.

Izrail pun menyamar sebagai manusia dan berkunjung ke rumah Nabi Idris dengan membawa beberapa buah segar dari surga. Nabi Idris dengan baik melayani tamunya. Nabi Idris merasa ada yang janggal dan menemukan banyak keanehan dengan tamunya selama empat hari melakukan perjalanan bersama. la pun menanyakan siapa sebenarnya tamunya itu.

"Bolehkah saya tahu, siapakah Anda sebenarnya?" tanya Nabi Idris dengan rasa penasaran yang tinggi.

"Aku adalah Izrail," jawab Izrail dengan mantap.

Nabi Idris pun terkaget dan menanyakan apakah Malaikat Izrail akan mencabut nyawanya. Ternyata Malaikat Izrail hanya ingin menemuinya karena kagum akan kesalehan Nabi Idris.

Tiba-tiba saja. Nabi Idris berpikir tentang sesuatu yang selama ini ingin dirasakannya. la ingin Malaikat Izrail mencabut nyawanya beberapa saat, lalu mengembalikannya kembali. Malaikat Izrail sangat terkejut atas permintaan Nabi Idris tersebut. Lalu, Izrail secepat kilat menghadap Allah untuk meminta izin memenuhi permintaan tersebut.

Dengan izin Allah, Izrail pun mulai mencabut nyawa Nabi Idris dengan cara yang sangat halus. Ketika Izrail berhasil mencabut nyawa Nabi Idris, tiba-tiba saja Izrail menangis dan memohon kepada Allah untuk segera menghidupkan kembali Nabi Idris. Allah pun mengabulkan permohonan Izrail. Akhirnya Nabi Idris dapat hidup kembali.

Izrail berkata kepadanya, "Tahukah engkau, sesungguhnya aku mencabut nyawamu dengan cara yang lembut karena engkau adalah orang yang baik dan saleh. Engkau bisa membayangkan bagaimana jika nyawa yang aku cabut adalah nyawa orang yang amalannya buruk, pasti akan sangat sakit".

Tak hanya itu, Nabi Idris meminta Izrail untuk melihat surga dan neraka. Seketika Izrail pun meminta izin kepada Allah. Nabi Idris pun diberikan kesempatan melihat keduanya.

Indahnya surga membuat Nabi Idris tak ingin pergi meninggalkannya, bahkan dengan sengaja meninggalkan sandalnya dan tidak ingin keluar dari tempat ini.

Oleh karena itu, ia pun kemudian datang kepada Allah dan mengadukan kejadian tersebut. Allah pun kemudian menegaskan bahwa Idris boleh tinggal di surga karena ia memang salah seorang penduduk surga.

4. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Hud

Dongeng Islami tentang kisah Nabi Hud dikutip dari buku 25 Kisah Nabi & Rasul karya Woro Lestari dan Tim Gema Insani.

Nabi Hud yang tegap dan berbadan kuat masih keturunan keluarga Nabi Nuh. Beliau adalah manusia pilihan Allah yang menyampaikan ajaran tauhid kepada kaum 'Ad. Nabi Hud mengajak kaumnya untuk tidak menyembah selain Allah dan bertakwa kepada-Nya.

Kaum 'Ad terkenal gagah perkasa dan bergelimang harta. Kebun-kebun yang luas dan subur menjadikan mereka hidup makmur.

Kota Iram adalah pusat kota kaum 'Ad. Kota itu sangat makmur dan megah. Pada masa itu, tidak ada tempat lain yang lebih megah dari Kota Iram. Bangunan di kota itu tinggi menjulang dan tersebar di seluruh kota. Namun, penduduk kota itu menyembah berhala.

Nabi Hud mengajak kaumnya untuk menyembah Allah Yang Esa, "Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Selama ini kamu hanyalah mengada-ada! Wahai kaumku, aku tidak meminta ketidakseimbangan atas seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?" ujar Nabi Hud dengan lemah lembut.

Kaum yang bergelimang kemewahan itu tidak percaya dengan ucapan Nabi Hud. Mereka menganggap Nabi Hud sebagai orang yang mengada-ada.

"Wahai Hud, kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami hanya karena perkataanmu. Apabila kamu adalah orang yang benar, berikanlah kepada kami bukti! Kalau tidak, sungguh kamu termasuk orang yang gila," seru seorang penduduk 'Ad. Begitu keji hinaan yang mereka lontarkan kepada Nabi Hud.

"Sungguh, aku bertawakal kepada Allah dan saksikanlah aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan," jawab Nabi Hud dengan sabar.

Meski ditolak, Nabi Hud tidak berputus asa untuk selalu mengajak kebaikan kepada kaumnya yang ingkar.

Namun, kaum 'Ad semakin sombong dengan kelebihan yang mereka miliki. Sampai-sampai mereka berkata, "Siapakah yang lebih hebat dari kami?" Mata mereka pun buta dari kebenaran.

Allah tidak menyukai orang yang menyombongkan diri di muka bumi. Dengan kekuatan-Nya yang tak terhingga, Allah menciptakan tiga awan: putih, merah, dan hitam.

Itulah azab bagi mereka yang menyombongkan diri. Mereka melihat gumpalan awan hitam yang menuju ke lembah mereka.

"Ini hanyalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita," ujar kaum 'Ad.

"Bukan, itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya. Itulah angin yang membawa azab yang pedih," sanggah Nabi Hud.

Kaum 'Ad mencemooh Nabi Hud dan mengatakan bahwa beliau telah berbohong. Tiba-tiba, langit hitam itu meniupkan angin yang sangat kencang dan bergemuruh.

Allah telah memerintahkan angin untuk menggulung kaum 'Ad dan negerinya. Bangunan-bangunan tinggi bertumbangan. Rumah-rumah diterbangkan. Orang-orang dilempar ke sana kemari. Angin topan itu berputar di atas negeri kaum 'Ad selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.

Kaum yang sombong itu pun mati bergelimpangan. Bangunan-bangunan megah yang dibanggakan itu rata dengan tanah. Itulah balasan bagi kaum yang membangkang.

Nabi Hud bersama pengikutnya yang beriman tetap aman tanpa merasakan badai yang dahsyat itu. Setelah peristiwa itu, Nabi Hud pindah ke tempat lain yang aman dan damai.

5. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Sulaiman

Dikutip dari buku The Leadership of Sulaiman oleh Ibnu Mas'ud, berikut ini dongeng Islami tentang kisah Nabi Sulaiman.

Suatu ketika, Nabi Sulaiman AS beserta pasukannya yang terdiri dari kalangan manusia, jin, dan burung hendak melakukan parade. Hingga mereka pun kemudian melewati segerombolan semut.

Melihat parade pasukan Nabi Sulaiman AS dalam jumlah yang besar itu, ratu semut pun memberi komando pada gerombolannya agar segera menghindar dari jalanan dan bersembunyi dalam lubang-lubang. Tujuannya agar gerombolan mereka tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman AS dan pasukannya.

Ternyata, saat itu, Nabi Sulaiman AS mendengar dan mengerti apa yang dikatakan oleh ratu semut tersebut. Beliau pun tersenyum atas mukjizat yang dikaruniai untuknya.

Setelahnya, Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya untuk berhenti sejenak. Ia berkata, "Berhentilah sejenak. Kita memberi jalan untuk makhluk yang berlindung kepada Allah Ta'ala,".

Namun, pasukan Nabi Sulaiman AS tidak melihat satu pun makhluk yang melintas dan terlihat kebingungan. Nabi Sulaiman AS lalu berkata lagi, "Sehasta di depanku ada lembah semut yang berisi jutaan semut. Mereka tengah mencari tempat perlindungan agar tidak terlindas oleh kuda kita,"

Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh,".

Dalam kesempatan yang lain, Nabi Sulaiman AS juga pernah menanyakan tentang makanan para semut. Menurut sejumlah riwayat, Nabi Sulaiman AS bertanya pada seekor semut tentang rezeki yang diperolehnya.

"Wahai semut, berapa banyak engkau memperoleh rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?" ujarnya.

Beliau bertanya demikian karena mengkhawatirkan semut-semut tersebut kekurangan makanan. Kisah ini juga membuktikan bahwa Nabi Sulaiman AS sangat memerhatikan kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

"Sebesar biji gandum," jawab semut tersebut.

Untuk membuktikan jawaban semut itu, Nabi Sulaiman AS pun melakukan percobaan. Beliau memelihara semut itu di dalam sebuah botol dengan beberapa butir gandum.

Setelah setahun lamanya, Nabi Sulaiman AS kembali membuka botol tersebut dan menemukan bahwa si semut hanya memakan sebagian biji gandum saja. Lalu, beliau bertanya, "Hai semut, mengapa engkau hanya memakan sebagian dan tidak menghabiskannya?"

Lalu, semut berkata, "Dahulu aku bertawakal dan pasrah kepada Allah. Dengan bertawakal kepada Allah, aku yakin bahwa Dia tidak akan melupakanku,".

Semut itu pun melanjutkan, "Ketika aku berpasrah kepadamu (Nabi Sulaiman AS), aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga bisa memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Karena itu aku harus menyisakan sebagian bekal untuk tahun berikutnya,".

Itulah kumpulan dongeng Islami tentang kisah para Nabi yang bisa dibacakan kepada anak sebelum tidur. Apa dongeng favorit Si Kecil?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda