Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ini Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Wanginya Enak Menurut Studi

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 29 Jan 2026 09:30 WIB

Aroma bayi wangi
Aroma bayi wangi/ Foto: Getty Images/FatCamera
Daftar Isi

Menimang bayi baru lahir rasanya nyaman dan hangat. Kulitnya yang masih tipis dan lembut, serta wangi tubuhnya yang surgawi alias wanginya enak.

Bicara tentang wangi tubuh bayi baru lahir, mengapa bayi baru lahir wanginya enak, ya Bunda? Banyak yang bilang aroma bayi baru lahir itu seperti aroma kemurnian yang polos, dan adalah sesuatu yang langsung membuat orang tua merasa tenang dan nyaman.

“Mobil baru tidak ada apa-apanya dibandingkan bayi baru lahir dalam hal aroma yang membuat kita bersemangat,” kata neonatolog bersertifikasi di Pediatrix Medical Group di Austin, Texas, Chris Klunk, MD, MS.

"Bayi baru lahir, setidaknya ketika popok mereka bersih, sering digambarkan memiliki aroma lembut, manis, dan bersih. Seperti perpaduan antara toko roti Prancis dan seprai hangat yang baru saja dikeluarkan dari pengering,” katanya, dikutip dari The Bump.

Ternyata ada studi di balik aroma bayi baru lahir yang enak. Apa kata studi tentang penyebab bayi baru lahir wanginya enak?

Mengapa bayi baru lahir dan balita beraroma wangi?

Ada beberapa alasan mengapa bayi baru lahir wanginya enak. Sebagian karena susunan kimiawi dari apa yang ada di dalam dan di tubuh mereka. Selain itu, mereka berbau harum karena membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka.

1. Komposisi kimiawi

Sebagian dari susunan aroma bayi baru lahir adalah cairan yang dikeluarkan dari kelenjar keringat mereka. Bau badan bayi memiliki resep kimiawi spesifik yang membuatnya berbau sangat harum.

2. Lapisan kulit

Cairan amnion dan vernix caseosa (zat putih yang melapisi kulit bayi baru lahir) ada di kulit bayi saat lahir. Sebuah laporan tahun 2019 menyimpulkan bahwa cairan amnion bertanggung jawab atas sebagian, tetapi tidak semua, aroma bayi baru lahir. Demikian pula, vernix juga memiliki aroma yang akan berkontribusi pada bau bayi yang baru lahir.

3. Ikatan orang tua

Penelitian menunjukkan ada alasan biologis mengapa bayi baru lahir berbau harum. Cherilyn Davis, MD, FAAP, seorang dokter anak bersertifikasi di Elliston Pediatrics di New York, mengatakan bahwa para ilmuwan telah menemukan bahwa bayi memiliki aroma yang lebih baik bagi orang tuanya dan bahwa aroma yang menyenangkan ini berkurang seiring bertambahnya usia anak.

"Diperkirakan bahwa hal ini mengarah pada ikatan dan perawatan yang lebih baik, yang tidak lagi terlalu dibutuhkan ketika anak-anak sudah lebih besar,” ungkap Davis.

Dengan kata lain, bayi memiliki aroma yang baik ketika mereka masih kecil dan bergantung karena membantu mereka mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.

4. Secara naluriah, manusia suka aroma bayi

Meskipun sains memang berperan, Marty Ellington Jr, MD, MPH, Ketua Departemen Pediatri di Rumah Sakit Lenox Hill di Kota New York, menjelaskan bahwa, dari perspektif evolusi, manusia secara naluriah menyukai aroma bayi.

“Otak dan sistem neurologis kita diprogram untuk merespons secara positif terhadap aroma itu,” katanya, dikutip dari Parents. “Ketertarikan pada aroma tersebut membantu kita menjadi lebih protektif terhadap anak-anak kita. Ini berlaku untuk orang tua sendiri, tetapi juga manusia lain. Kita semua merespons secara positif terhadap bayi baru lahir. Ini adalah respons evolusi yang sangat maju.”

Alasan sosial dan budaya juga memengaruhi bagaimana aroma bayi baru lahir dialami dan diinterpretasikan. Ia menambahkan, “Orang-orang suka dekat dengan bayi, menggendong, dan mencium aroma bayi. Ada banyak aspek berbeda mengapa demikian, tetapi sebagai spesies, kita tertarik untuk melindungi anak-anak kecil. Itu sebagian dari alasannya.”

Aroma orang tua juga penting

Aroma orang tua memiliki peran yang sama pentingnya dalam ikatan batin. Sebuah studi tahun 2021 di Science Advances, menemukan bahwa aroma orang tua yang melahirkan dapat membantu bayi menjalin ikatan dengan orang asing. Pertama, para peneliti merekam aktivitas gelombang otak dari 62 orang tua yang melahirkan dan bayi mereka menggunakan elektroensefalografi ganda (dual-EEG). Ketika orang tua baru berinteraksi dengan bayi mereka, aktivitas otak mereka tersinkronisasi, terutama selama interaksi tatap muka.

Ketika bayi duduk berhadapan dengan orang asing, sinkronisasi otak jauh lebih rendah, tetapi ketika kaos yang mengandung aroma orang tua yang melahirkan diletakkan di dekatnya, aktivitas otak antara bayi dan orang asing menjadi lebih tersinkronisasi, seperti halnya dengan orang tua yang melahirkan. Bayi juga lebih perhatian, lebih bahagia, dan lebih terlibat ketika aroma orang tua mereka hadir.

Pada akhirnya, temuan ini menunjukkan bahwa aroma orang tua yang melahirkan membantu bayi merasa lebih aman, nyaman, dan responsif secara sosial.

Demikian ulasan mengapa aroma bayi wangi, salah satunya karena memang karena lapisan kulit yang dibawanya sejak dalam kandungan. Terungkap pula mengapa kita orang dewasa sangat menyukai aroma bayi, karena adanya insting melindungi anak kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda