parenting
Ketahui Ciri Anak Remaja Tidak Bersyukur, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini
HaiBunda
Sabtu, 24 Jan 2026 15:00 WIB
Daftar Isi
-
11 Kalimat yang menjadi ciri-ciri anak tidak bersyukur
- 1. "Aku tidak butuh nasihatmu lagi"
- 2. "Bunda memang tidak bisa mengerti"
- 3. "Aku akan menanganinya dengan caraku sendiri"
- 4. "Mengapa Bunda tidak bisa meninggalkanku sendirian?"
- 5. "Bukan seperti itu cara kita melakukan sesuatu sekarang"
- 6. "Aku bisa menyelesaikannya sendiri"
- 7. "Bunda selalu ikut campur"
- 8. "Aku tidak punya waktu untuk bicara soal ini"
- 9. "Bunda enggak akan mengerti hidupku"
- 10. "Terima kasih, tapi aku tidak butuh bantuan Bunda"
- 11. "Ini keputusan aku, bukan keputusan Bunda"
Rasa syukur bukan hanya sekadar ungkapan "terima kasih" saja, Bunda. Hal ini juga tentang bagaimana anak belajar menghargai setiap hal dalam hidupnya, besar maupun kecil.
Ketika anak mulai menghargai hal-hal kecil, mereka akan lebih mudah merasa bahagia dan puas dengan apa yang dimiliki. Kebiasaan ini tentunya dapat membantu mereka mengurangi rasa iri dalam dirinya.
Tentu, wajar saja kalau anak kadang mengeluh atau menunjukkan ketidakpuasannya. Hal ini sebenarnya bagian dari proses mereka belajar mengekspresikan keinginannya, Bunda.
Namun, kalau kebiasaan mengeluh terus dibiarkan, lama-lama bisa berpengaruh pada sikap mereka. Anak menjadi lebih sulit untuk bersyukur, meski mendapatkan banyak hal-hal baik.
Maka dari itu, Bunda perlu mulai memperhatikan tanda-tanda anak yang belum terbiasa bersyukur. Simak selengkapnya, yuk.
11 Kalimat yang menjadi ciri-ciri anak tidak bersyukur
Dikutip dari laman MSN, berikut kumpulan kalimat yang kerap diucapkan anak dan menjadi ciri mereka kurang bersyukur:
1. "Aku tidak butuh nasihatmu lagi"
Terkadang anak yang sudah dewasa merasa dirinya sudah paling tahu segalanya dan tidak lagi memerlukan masukan dari kita. Padahal, semua yang kita berikan selama ini adalah bentuk kasih sayang agar mereka tidak salah melangkah.
Rasanya sangat sedih ketika kalimat penolakan seperti itu keluar seolah-olah menghapus semua perjuangan kita dalam membesarkannya.
Berkaitan dengan hal ini, para ahli menyebut bahwa anak yang kurang bersyukur sering kali hanya datang saat butuh bantuan finansial atau emosionalnya saja.
2. "Bunda memang tidak bisa mengerti"
Anak yang sudah beranjak dewasa kerap menggunakan kalimat ini bukan karena Bunda tidak paham, melainkan untuk membuat orang tuanya merasa sebagai orang asing yang tidak tahu apa-apa.
Alih-alih mencoba menjelaskan tentang perbedaan sudut pandang, anak justru menggunakan ucapan ini sebagai 'tembok' untuk menutup komunikasi dengan orang tuanya. Bukannya mencari jalan keluar bersama, sikap seperti ini memutus kesempatan Bunda dan anak untuk saling memahami satu sama lain.
3. "Aku akan menanganinya dengan caraku sendiri"
Sebenarnya wajar saja kalau anak ingin mandiri. Namun, kalimat ini sering diucapkan dengan nada dingin yang terasa seperti penolakan terhadap niat baik Bunda.
Sayangnya, ungkapan ini kerap dibarengi dengan helaan napas atau pandangan mata yang meremehkan seolah saran dari orang tuanya sudah pasti kuno.
4. "Mengapa Bunda tidak bisa meninggalkanku sendirian?"
Ketika mendengar anak membentak dan meminta dibiarkan sendiri tentu rasanya sangat menyesakkan hati, ya. Padahal selama puluhan tahun, Bunda sudah terbiasa memperhatikan segala keperluan mereka.
Kalimat ini biasanya terlontar ketika Bunda sebenarnya melihat ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti mereka yang mulai bolos sekolah. Namun bukannya mengerti, mereka justru menganggap pertanyaan itu sebagai kondisi yang harus dijauhkan.
5. "Bukan seperti itu cara kita melakukan sesuatu sekarang"
Kalimat ini mungkin terdengar seperti yang diucapkan oleh anak zaman sekarang, tetapi sebenarnya tersirat makna bahwa semua cara Bunda sudah dianggap kuno.
Biasanya, mereka akan mengatakan hal ini saat Bunda memberikan tips soal mengatur keuangan atau berteman. Tak jarang, ucapan tersebut disampaikan dengan nada sombong seolah-olah hidup mereka adalah yang paling benar.
6. "Aku bisa menyelesaikannya sendiri"
Sekilas, kalimat ini terdengar seperti anak yang sudah mandiri, tetapi konteksnya sering kali tidak tepat. Sebenarnya, penolakan ini bisa jadi karena anak merasa ingin membuktikan dirinya bahwa ia mampu.
Namun, kadang kala, dukungan dan nasihat Bunda tetap diperlukan, terutama saat mereka menghadapi situasi yang sulit.
7. "Bunda selalu ikut campur"
Tuduhan "Bunda selalu ikut campur " adalah perkataan yang sangat menyakitkan hati, ya. Padahal, kita hanya ingin menanyakan hal-hal tentang pilihan hidup mereka.
Sebagai orang tua, kita hanya bermaksud ingin memberikan pandangan atau berbagi pengalaman. Biasanya, anak mengucapkan ini ketika Bunda memberikan masukan tentang hal-hal penting dalam hidupnya.
8. "Aku tidak punya waktu untuk bicara soal ini"
Mengatakan tidak ada waktu memang wajar kalau anak sedang sibuk mengerjakan tugas. Namun, menjadi masalah jika ungkapan ini selalu dijadikan sebagai alasan setiap kali Bunda ingin membahas mengenai hal-hal penting.
Kalimat ini biasa digunakan sebagai cara mereka untuk lari dari tanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat. Anak sengaja menutup pintu komunikasi supaya tidak perlu meminta maaf kepada Bundanya.
9. "Bunda enggak akan mengerti hidupku"
Kalimat ini terasa jauh lebih menyakitkan karena seolah-olah menganggap Bunda sama sekali tidak punya kemampuan untuk merasakan apa yang mereka alami.
Padahal, Bunda mungkin bermaksud membagikan pengalaman pribadi saat pernah mengalami masa sulit, entah dalam berteman atau masalah kesehatan mental.
Anak terkadang menggunakan ucapan ini untuk melindungi privasi mereka supaya Bunda tidak terlalu banyak tahu.
10. "Terima kasih, tapi aku tidak butuh bantuan Bunda"
Meski terdengar sopan, ucapan ini kerap terasa seperti pintu yang dibanting tepat di depan wajah Bunda. Sayangnya, kata "terima kasih" dalam kalimat tersebut biasanya terkesan hanya sekadar basa-basi saja.
Anak kadang merasa kalau menerima bantuan dari orang tuanya seperti mengakui kalau dirinya kurang bisa. Mereka seolah melihat bantuan sebagai tanda kelemahan.
11. "Ini keputusan aku, bukan keputusan Bunda"
Ketika anak mengatakan kalimat seperti itu, wajar saja jika Bunda merasa terkejut atau bahkan sakit hati. Sebenarnya, niat Bunda hanya ingin menyampaikan perhatian dan rasa sayang yang tulus kepadanya.
Bicara soal ini, mereka mungkin saja ingin menunjukkan kemandiriannya, tetapi cara penyampaiannya bisa jadi kurang tepat dan terkesan tidak menghargai perasaan Bunda.
Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri anak yang kurang bersyukur, termasuk berbagai kalimat yang sering mereka ucapkan dalam keseharian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda