Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

100 Contoh Kalimat Opini beserta Ciri-ciri dan Jenisnya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 22 Jan 2026 14:40 WIB

100 Contoh Kalimat Opini beserta Ciri-ciri dan Jenisnya
Ilustrasi Contoh Kalimat Opini beserta Ciri-ciri dan Jenisnya/Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Daftar Isi
Jakarta -

Melihat dari sekian banyaknya jenis kalimat dalam Bahasa Indonesia, ada satu yang kerap kita temui dalam obrolan sehari-hari, yaitu kalimat opini. Bicara hal ini, terdapat contoh kalimat opini beserta ciri-ciri dan jenisnya.

Kalimat opini biasanya muncul saat seseorang menyampaikan pendapat atau perasaannya. Tanpa kita sadari, Bunda pun mungkin sering mengucapkannya saat berbincang dengan anak di rumah.

Menilik dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI oleh Heny Marwati dan K. Waskitaningtyas, kalimat opini berisi gagasan atau perkiraan seseorang maupun kelompok.

Sementara itu, dirangkum dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), opini berarti pendapat, pikiran, atau pendirian. Karena tidak selalu disertai bukti, kalimat opini bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lain, Bunda.

Apa itu contoh kalimat opini?

Kalimat opini adalah kalimat yang berisi pandangan atau dugaan pribadi seseorang. Isinya lahir dari sudut pandang penulis atau pembicara, bukan dari kebenaran yang sudah pasti.

Ciri utamanya, kalimat opini sering memakai kata-kata yang menunjukkan pendapat, misalnya menurut, merasa, atau sepertinya. Karena sifatnya pribadi, kebenarannya bisa berbeda-beda dan tidak selalu bisa dibuktikan, Bunda.

Ciri-ciri kalimat opini

Supaya lebih mudah menguasai secara lisan maupun tulisan, kita perlu mengenali ciri-cirinya. Dikutip dari buku Kiat Menulis Artikel karya Andres Eloy Sitorus, Agung Niguel Nathanael, dan Vinni Tambunan, berikut ciri-ciri kalimat opini yang bisa dipahami.

1. Berasal dari pendapat pribadi

Kalimat opini umumnya lahir dari pandangan atau penilaian pribadi penulis. Karena bersifat personal, kalimat ini jarang melibatkan narasumber seperti ahli atau masyarakat.

2. Menggunakan sudut pandang diri

Opini sering kali memakai kata 'saya' atau bentuk sejenisnya. Hal ini berarti bahwa isi kalimat berasal dari pikiran dan perasaan pribadi, Bunda.

3. Bersifat deduktif

Kalimat opini kerap disusun dari pernyataan umum lalu mengerucut ke hal yang lebih khusus. Pola ini membantu penulis mengarahkan pembaca agar mengikuti alur pikirannya.

4. Mengandung ajakan atau argumen

Opini biasanya berisi pendapat yang disertai alasan atau penjelasan. Karena itu, kalimatnya tak jarang bersifat mengajak dan berusaha memengaruhi pembaca.

5. Diawali kata penanda dugaan

Karena informasinya belum pasti, opini kerap diawali dengan kata seperti 'rasanya' atau 'menurut saya'. Kata-kata ini memberi tanda bahwa pernyataan tersebut adalah pendapat, bukan fakta.

6. Berisi tanggapan pribadi

Sebagian besar isi opini berupa jawaban atas pertanyaan seperti apa dan bagaimana, Bunda. Jawaban itu menggambarkan cara pandang penulis terhadap suatu hal.

7. Menanggapi peristiwa

Selanjutnya, isi opini biasanya merupakan tanggapan terhadap peristiwa yang sedang terjadi. Penulis menyampaikan reaksi, penilaian atau pandangannya atas hal tersebut.

8. Menggunakan kata kemungkinan

Opini sering memakai kata seperti mungkin, sebaiknya, atau bisa jadi. Kata-kata ini menegaskan bahwa pernyataan tersebut masih berupa dugaan.

9. Cenderung berpihak

Kalimat opini umumnya memihak pada satu sudut pandang tertentu. Di dalamnya sering kali ada saran, uraian, dan pendapat yang mendukung posisi tersebut.

Jenis-jenis opini

ilustrasi anak di sekolahIlustrasi/Foto: Getty Images/FatCamera

Setelah memahami ciri-ciri kalimat opini, kita juga perlu mengenal jenis-jenisnya. Dikutip dari buku Kiat Menulis Artikel karya Andres Eloy Sitorus, Agung Niguel Nathanael, dan Vinni Tambunan, berikut ini ragam jenis opini yang umum ditemui:

1. Opini pribadi

Opini pribadi berasal dari pandangan seseorang terhadap suatu hal yang dilihat atau rasakan sendiri. Pendapat ini muncul tanpa dipengaruhi orang lain, sehingga sangat menggambarkan pemikiran penulisnya.

2. Opini kelompok

Opini kelompok terbentuk dari pandangan bersama dalam sebuah kelompok. Biasanya, pendapat ini muncul ketika sekelompok orang menanggapi peristiwa yang sama dan menyepakati sudut pandang tertentu.

3. Opini publik

Opini publik lahir setelah seseorang berbincang dan bertukar pikiran dengan banyak orang, Bunda. Dari proses itu, terbentuklah pandangan yang mewakili suara bersama atas suatu peristiwa.

4. Opini umum

Opini umum adalah pendapat yang sudah sering didengar dan dipahami banyak orang. Karena sudah dianggap biasa, pandangan ini kerap diterima begitu saja oleh masyarakat.

5. Opini politik

Opini politik berkaitan dengan pandangan seseorang terhadap isu-isu politik. Pendapat ini terbentuk dari sikap, pengalaman, dan keyakinan pribadi tentang dunia politik.

100 contoh kalimat opini

Nah, setelah mengenal pengertian, ciri, dan jenisnya, kini saatnya melihat contoh dari kalimat opini. Berikut ini kumpulan kalimat opini seperti dikutip dari laman detikcom dan berbagai sumber lainnya. 

  1. Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran paling membosankan bagi sebagian siswa.
  2. Pelajaran fisika terasa lebih sulit dibandingkan Matematika.
  3. Kebijakan baru sekolah ini tampak perlu dipelajari ulang.
  4. Pengolahan sampah di sekolah tidak akan berhasil tanpa peran siswa.
  5. Dimas dikenal sebagai siswa paling rajin di kelasnya.
  6. Pelajaran Matematika terasa paling menegangkan bagi banyak murid.
  7. Indonesia terlihat sebagai negara yang sangat indah.
  8. Matematika dan Bahasa Inggris menjadi pelajaran yang paling sering dihindari siswa.
  9. Pak Budi dianggap sebagai guru paling tegas di sekolah.
  10. Tes yang diumumkan tiba-tiba sering membuat murid panik.
  11. Banyak murid menilai koleksi buku di perpustakaan sekolah sudah tertinggal zaman.
  12. Sarapan pagi dinilai membuat anak lebih bersemangat menjalani hari.
  13. Upacara bendera kerap membuat sebagian murid merasa jenuh berdiri lama.
  14. Waktu bermain sore terasa paling menyenangkan bagi anak-anak.
  15. Kegiatan menggambar dianggap lebih seru dibandingkan menulis.
  16. Anak kelas lima merasa tekanan belajar semakin besar tahun ini.
  17. Menurut saya, hutan itu sudah tidak bisa dilakukan reboisasi.
  18. Rani terlihat paling aktif saat pelajaran seni.
  19. Jam pelajaran terakhir sering membuat murid cepat lelah.
  20. Banyak orang menilai masakan buatan Ibu di rumah terasa paling nikmat.
  21. Bima sering dianggap sebagai anak yang paling mudah bergaul di lingkungan rumahnya.
  22. Menyusun lego bersama teman dianggap lebih seru daripada bermain sendiri.
  23. Ukuran meja belajar di kamar ini terasa terlalu kecil untuk menampung semua buku.
  24. Saya rasa, seiring waktu teknologi akan menggantikan pekerjaan manusia.
  25. Menurut saya, buku pelajaran ini terlihat membingungkan bagi sebagian murid.
  26. Bel istirahat menjadi tanda yang paling melegakan bagi siswa.
  27. Kelas pagi tampak lebih tenang dibanding kelas siang.
  28. Menurut pendapat saya, study tour tidak memiliki urgensi bagi kecerdasan siswa.
  29. Tugas menulis cerpen terasa sulit bagi banyak murid.
  30. Gedung sekolah yang dicat ulang membuat suasana belajar terasa berbeda.
  31. Media sosial tampak menjadi pemicu utama meningkatnya rasa kurang percaya diri pada anak remaja.
  32. Raka tampak paling berani bertanya di kelas.
  33. Ruang UKS terlihat kurang dimanfaatkan dengan baik.
  34. Belajar sambil bermain terasa lebih menyenangkan bagi anak.
  35. Setiap orang lahir dengan kecerdasan yang berbeda-beda.
  36. Jadwal pelajaran hari Senin terasa paling padat.
  37. Lapangan sekolah ini terlihat terlalu sempit.
  38. Gaya komunikasi seseorang dipengaruhi lingkungan tempat tinggalnya.
  39. Membaca buku cerita lebih menarik daripada buku pelajaran.
  40. Kemampuan berbicara di depan umum dinilai lebih penting daripada nilai akademik bagi seorang pemimpin.
  41. Kegiatan baris-berbaris terasa membingungkan bagi anak kelas rendah.
  42. Kecerdasan seorang anak diturunkan dari genetik orang tua.
  43. Menggambar bebas sering membuat anak lebih antusias belajar.
  44. Ruang musik sekolah ini tampak kurang terawat.
  45. Jam belajar sore terasa kurang efektif bagi anak.
  46. Ulangan harian membuat banyak siswa merasa cemas.
  47. Pelajaran pagi terasa lebih mudah dipahami.
  48. Lala terlihat paling teliti saat mengerjakan soal.
  49. Kegiatan belajar di luar kelas terasa lebih menyenangkan.
  50. Buku paket ini dianggap terlalu tebal.
  51. Kelas lima tampak lebih ramai dari kelas lainnya.
  52. Memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa tujuan tertentu seharusnya wajar dilakukan.
  53. Gen Alpha banyak yang tidak menggunakan aplikasi Facebook dalam sehari-hari.
  54. Jam masuk sekolah terasa terlalu pagi.
  55. Menurut aku, sepertinya jam istirahat selalu terasa kurang.
  56. Tugas membaca terasa berat bagi sebagian anak.
  57. Ruang kelas ini tampak paling bersih.
  58. Bermain game online di sela-sela waktu belajar dapat membuat pelajar tidak fokus dan berakibat tidak dapat menyerap materi yang ada.
  59. Pelajaran musik menjadi waktu paling santai.
  60. Hari-hari sekolah terasa lebih ceria ketika ada kegiatan khusus.
  61. Hari Jumat terasa paling ringan bagi siswa.
  62. Sari dianggap paling pandai bercerita.
  63. Kegiatan presentasi terasa menegangkan bagi sebagian siswa.
  64. Halaman sekolah ini tampak kurang rindang.
  65. Ekstrakurikuler olahraga lebih banyak dipilih karena membuat siswa bisa menyalurkan energi mereka.
  66. Olahraga lari pagi dianggap sebagai cara paling murah untuk menjaga kesehatan mental.
  67. Akhir jam pelajaran sering membuat anak tidak sabar segera pulang.
  68. Kegiatan pramuka terasa melelahkan bagi murid kelas bawah.
  69. Membaca di pagi hari sering membuat sebagian anak masih mengantuk.
  70. Keberadaan taman kecil membuat lingkungan sekolah terasa lebih segar.
  71. Kelas ini terlihat lebih kompak dari kelas lain.
  72. Pelajaran Sejarah sering terasa rumit karena banyak hafalan.
  73. Bagi saya, pelajaran berhitung terasa melelahkan.
  74. Ruang guru tampak paling tenang.
  75. Ujian akhir semester kerap membuat murid merasa tertekan.
  76. Tugas rumah sering dianggap terlalu banyak.
  77. Belajar berkelompok terasa lebih menyenangkan.
  78. Soekarno merupakan presiden Indonesia paling hebat.
  79. Materi siang hari sering terasa lebih berat bagi siswa.
  80. Sekolah ini tampak lebih ramai setiap pagi.
  81. Adanya perlombaan sering membuat siswa lebih antusias datang ke sekolah.
  82. Acara yang diselenggarakan oleh pelajar biasanya berkualitas kurang baik.
  83. Jarak antara rumah dan sekolahku berkisar antara 1 hingga 2 km.
  84. Jika Roni rajin belajar pasti dia bisa mewujudkan impiannya.
  85. Mengerjakan soal mudah lebih dulu dianggap cara yang lebih efektif.
  86. Karakteristik seseorang dengan mudah dapat dinilai dari zodiaknya.
  87. Tugas membuat kerajinan ini terasa lebih seru bagi anak-anak.
  88. Ruangan ini tampak menjadi tempat paling ramai di rumah.
  89. Sifat seseorang dapat dilihat dari bentuk alisnya.
  90. Suasana sekolah terasa lebih hangat saat ada acara bersama.
  91. Masuk sekolah di hari pertama membuat banyak anak merasa canggung.
  92. Sepertinya pekan depan Bunda dan Ayah akan pergi mengunjungi nenek di Padang.
  93. Kegiatan menulis panjang sering membuat murid cepat bosan.
  94. Perpustakaan ini tampak kurang ramai.
  95. Diam lebih baik daripada berbicara.
  96. Cerita bacaan ini dinilai terlalu panjang untuk usia anak.
  97. Pagi hari dianggap waktu paling cocok bagi anak untuk mulai belajar.
  98. Ruang tamu rumah ini terlihat paling luas dibanding ruangan lain.
  99. Niko tampak paling cepat memahami arahan dari orang tuanya.
  100. Sekolah ini terasa seperti rumah kedua bagi banyak anak.

Itulah kumpulan contoh kalimat opini beserta ciri-ciri dan jenisnya. Semoga penjelasannya bisa memberikan wawasan baru, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda