Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Tidur yang Berkualitas akan Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Jumat, 30 Jan 2026 20:20 WIB

Tidur anak berkualitas
Tidur anak berkualitas/ Foto: Getty Images/iStockphoto/miniseries
Daftar Isi

Tahukah Bunda, bahwa kesehatan mental anak juga dipengaruhi dari kualitas tidur yang baik, lho. Studi mengungkap, tidur yang cukup akan membantu anak dalam mengelola emosi dan tekanan dalam dirinya.

Karena manfaat tersebut, para ahli merekomendasikan agar anak-anak dan remaja mendapatkan durasi tidur setidaknya 9-12 jam per hari. Dengan durasi yang tercukupi maka manfaat yang dirasakan akan semakin optimal.

Tak hanya untuk anak-anak, kualitas tidur pun sangat penting bagi orang dewasa. Tidur yang berkualitas akan menunjang kesehatan fisik, seperti meningkatkan imun, metabolisme, kesehatan jantung, serta mengurangi risiko masalah mental seperti stres atau depresi.

Anak-anak rentan mengalami gangguan kesehatan mental

Bagi anak-anak, tidur sangat penting untuk perkembangan mereka, Bunda. Tidur akan membantu Si Kecil memulihkan diri, meningkatkan fungsi otak, serta mengurangi konsumsi energi, sehingga tubuh menjadi lebih baik.

Namun, faktor yang memicu terjadinya stres juga sangat beragam. Ekonomi, lingkungan, keamanan, secara tak sadar akan memengaruhi kondisi psikologis anak yang menyebabkan tingkat kecemasan menjadi lebih tinggi.

Ini dibuktikan dalam penelitian Universitas Georgia yang melibatkan 8.000 anak, yang di antaranya terdapat anak berusia 10 tahun dengan ekonomi yang sulit. Diketahui kondisi tersebut membuat mereka rentan mengalami gangguan kesehatan.

Melansir dari laman Goodmen Project, Rata-rata dari mereka pun juga terindikasi memiliki kesehatan mental yang memburuk. Penyebabnya sederhana, kualitas tidur anak-anak ini buruk. Ini dikarenakan anak-anak cenderung memikirkan keadaan dan keamanannya.

Bagaimana kualitas tidur memengaruhi kesehatan mental anak

Lantas, para peneliti ini kemudian mencari tahu hubungan antara kualitas tidur dengan respons otak terhadap stres. Penelitian ini berfokus pada bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi, refleks diri, serta perlindungan dari efek-efek negatif.

Faktor-faktor stres dan tekanan yang datang secara langsung akan memengaruhi kualitas tidur, sehingga anak akan lebih sulit untuk terlelap. Bahkan penelitian sebelumnya menyatakan, kurang tidur dan stres berlebih erat bisa meningkatkan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya.

Studi pendukung lainnya yang berasal dari Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja, menemukan bahwa bagian otak yang bisa mendeteksi ancaman, stres, dan mengatur emosi dikenal sebagai jaringan mode default. Jaringan ini akan semakin optimal bila kualitas tidur tercukupi dengan baik, Bunda.

Pentingnya tidur yang berkualitas untuk kesehatan mental anak

Para peneliti dari berbagai studi menyepakati pentingnya perbaikan kualitas dan durasi tidur pada anak demi mengurangi risiko terjadinya tindakan ekstrem yang dipicu dari gangguan kesehatan mental.

Temuan ini pun menyoroti pentingnya skrining tidur dalam tes kesehatan, baik tes kesehatan mental dan tes kesehatan lainnya di sekolah. Para peneliti  juga menekankan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membantu anak memperbaiki pola tidur mereka.

Dengan begitu, besar harapan kepekaan keluarga dapat melindungi kesehatan serta kesejahteraan anak-anak, baik dari segi fisik maupun mental. 

Tips untuk membantu anak untuk mendapatkan tidur yang berkualitas

Dilansir dari laman Child Builders, peran orang tua sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur Si Kecil. Maka dari itu, para ahli turut memberikan tips agar anak mendapatkan tidur yang berkualitas.

1. Buat tidur menjadi rutinitas yang teratur

Setiap malam, Bunda bisa jadwalkan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan sebelum tidur. Hal ini membuat anak mengingat bahwa tidur adalah suatu kegiatan yang menyenangkan.

2. Waktu tidur yang konsisten

Bunda bisa buat waktu tidur menjadi lebih konsisten agar pola kebiasaan tersebut lama-kelamaan membuat anak terbiasa dan nyaman.

3. Batasi screen time sebelum tidur

Paparan radiasi dan cahaya layar membuat anak lebih sulit tidur. Oleh karena itu, Bunda bisa matikan TV, tablet, ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur.

4. Buat kamar tidur yang nyaman

Bunda bisa membuat ruang tidur menjadi tempat yang nyaman agar anak tidak merasa tertekan ketika hendak disuruh tidur. Hias kamar menjadi tempat yang sejuk, tenang, dan terang.

5. Dorong anak untuk lebih aktif di siang hari

Bermain dan aktif di siang hari akan membuat tidur malam anak akan lebih nyenyak. Selain itu, bermain di luar di bawah sinar matahari juga bermanfaat untuk tubuh Si Kecil.

6. Hindari gula dan kafein di malam hari

Bunda tidak boleh memberikan anak-anak makanan atau minuman yang mengandung gula dan kafein. Camilan ringan dan sehat masih diperbolehkan.

7. Membantu melepaskan kekhawatiran pada anak ketika ingin tidur

Bunda bisa mengajaknya berbicara tentang segala kekhawatirannya. Selain itu, Bunda juga bisa memberikan sebuah benda yang bisa menjadi benda ternyaman baginya, seperti boneka.

Demikian informasi ini disampaikan. Semoga memberikan wawasan terkait betapa pentingnya kualitas tidur pada anak yang bisa memengaruhi kesehatan mentalnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda