Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cerita Dongeng Persahabatan Gajah dan Tikus Penuh Makna Sebelum Tidur

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 13 Jan 2026 20:40 WIB

Dongeng Anak: Gani Si Gajah Takut ke Lembah Ajaib
Ilustrasi cerita dongeng persahabatan/Foto: Novita Rizki/HaiBunda
Daftar Isi
Jakarta -

Pernah terbayang bagaimana bisa gajah yang berbadan besar berteman dengan tikus yang berbadan kecil? Dalam sebuah fabel atau cerita hewan, keduanya ternyata bisa bersahabat dan saling melengkapi.

Ketika tikus butuh pertolongan, gajah tak ragu untuk menolong. Giliran gajah yang butuh pertolongan, dengan sigap, tikus menolongnya. Terdengar hangat, ya persahabatan mereka?

Seperti apa cerita di balik persahabatan gajah dan tikus? Simak cerita dongeng tentang persahabatan gajah dan tikus yang diceritakan kembali oleh Vanda Nur Arieyani melalui buku 50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif untuk Menanamkan Kasih Sayang dan Sifat-Sifat Baik pada Anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dongeng Persahabatan Gajah dan Tikus

Suatu kala, ada sebuah kota di tepi danau. Kota itu sedang dilanda wabah penyakit. Walhasil, semua penduduknya mengungsi ke tempat lain. Di kota itu, tersisa lah para tikus. Jumlah mereka pun bertambah banyak. Ribuan tikus berlarian dan berlompatan di mana-mana. Tikus itu ada bermacam-macam jenis dan rupanya. Ada yang cokelat, abu-abu, gemuk, kurus, tua, dan muda.

Jauh dari kota itu, terdapat sebuah hutan yang lebat. Sekawanan gajah tinggal di sana. Gajah terbesar adalah rajanya. Ia sangat baik hati dan dicintai oleh semua rakyat gajah. Gajah-gajah itu hidup dengan riang dan penuh kedamaian selama bertahun-tahun.

Suatu hari tibalah musim kemarau dan hujan tidak turun selama beberapa tahun. Semua danau, kolam, dan aliran sungai kering. Raja Gajah menyuruh utusannya pergi ke tempat lain untuk mencari air. Setelah beberapa hari, ia kembali membawa kabar gembira.

"Tuanku, ada sebuah danau yang luas di sebelah kota tua ini, yang penuh dengan air."

"Mari kita segera ke sana," kata Raja Gajah menyambut kabar tersebut dengan senang.

Kawanan gajah itu kemudian berjalan beriringan menuju danau. Raja Gajah memimpin di depan. Mereka melintasi kota tua itu agar cepat sampai ke danau itu. Karena mereka sangat haus, mereka berjalan dengan sangat cepat dan tergesa-gesa untuk segera mendapat minum.

Tanpa sadar, gajah-gajah itu menginjak ratusan tikus di sepanjang jalan mereka. Tikus-tikus itu berada dalam kesulitan.

"Kita harus berbuat sesuatu dengan cepat, atau kita semua akan mati," ujar Raja Tikus.

"Kabarnya, Raja Gajah itu sangat ramah dan baik hati. Ayo kita menemuinya," lanjut Raja Tikus penuh harapan.

Seluruh rakyat tikus setuju. Dua tikus pun dikirim untuk menemui Raja Gajah. Di hadapan Raja Gajah mereka berkata, "Wahai, Maharaja! Setiap hari Paduka dan rakyat gajah melewati kota kami. Ribuan tikus telah mati terinjak-injak. Bila ini terus berlangsung, tidak akan ada seekor tikus pun yang tersisa nantinya."

Raja Gajah pun terlihat sedih. "Maafkan kami," katanya. "Kami tidak tahu kejadiannya akan demikian. Apa yang dapat kami lakukan?".

Tikus itu berkata, "Tuan, tolonglah jangan lewat kota kami. Mohon Tuan mencari jalan lain menuju danau itu".

Raja Gajah itu setuju. "Baiklah, jangan khawatir. Kami tidak akan lewat kotamu lagi".

"Terima kasih banyak, Tuan," kata tikus itu senang. "Semoga kami diberitahu manakala Tuan membutuhkan bantuan kami".

Balas Budi Para Tikus untuk Raja Gajah

Beberapa tahun kemudian, sekelompok pemburu tiba di hutan itu. Mereka berniat menangkap banyak gajah untuk dijadikan pasukan kerajaan. Mereka membuat jebakan dengan menggali lubang di seluruh bagian hutan itu dan menutupinya dengan cabang dan ranting pepohonan.

Keesokan harinya, ternyata banyak gajah yang terperosok jatuh ke dalam lubang jebakan dan tidak dapat naik lagi. Segera para pemburu itu datang, menarik gajah itu dengan tali besar, lalu mengikat binatang itu kuat-kuat di sebuah pohon. Para pemburu itu
pun pulang.

Gajah-gajah yang terikat itu sangat khawatir. "Apa akal kita sekarang? Bagaimana kita melepaskan diri?"

Tiba-tiba Raja Gajah berkata, "Para tikus telah berjanji untuk menolong kita. Tolong segera panggil mereka." Raja Gajah segera menyuruh seekor gajah untuk pergi ke kota tua itu.

"Tentu saja, kami akan menyelamatkan kawan-kawan kita!" kata para tikus bersemangat.

Ratusan tikus berlarian masuk ke dalam hutan, mengerati tali-tali besar itu dengan giginya yang tajam. Akhirnya, gajah-gajah itu pun bebas.

"Terima kasih atas bantuan kalian menyelamatkan kami," kata Raja Gajah senang.

"Kalian juga pernah menyelamatkan kami," ujar tikus-tikus itu sambil tersenyum.

Para gajah dan tikus pun terus bersahabat dan saling menjaga hutan dari para pemburu itu.

Pesan Moral dari Persahabatan Gajah dan Tikus

Pesan moral dari cerita ini adalah teman sejati adalah teman yang selalu ada saat dibutuhkan. Dalam cerita tersebut, pertama-tama, raja gajah meminta maaf dan meninggalkan kota yang dihuni tikus itu dengan damai. Sebagai balasannya, tikus-tikus itu membantu gajah ketika mereka terjebak dalam jaring pemburu.

Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa “membantu teman saat dibutuhkan” adalah karakteristik penting dari seorang teman sejati, yang sering diuji dalam situasi sulit.

Anak-anak dapat menerapkan pesan moral dari cerita ini dalam kehidupan nyata mereka dengan membantu teman-teman mereka ketika mereka dalam kesulitan daripada membiarkan mereka berjuang sendiri.

Orang tua dapat menanamkan nilai moral ini pada anak-anak mereka dengan membacakan cerita-cerita seperti itu kepada mereka dan juga mempraktikkan nilai-nilai ini sendiri. Ketika anak melihat orang tuanya membantu orang lain, mereka perlahan akan belajar dari orang tuanya dan mulai mengadaptasi kebiasaan baik ini.

Persahabatan gajah dan tikus adalah dongeng yang menarik dan akan bermanfaat bagi anak-anak untuk memahami nilai menjadi teman yang baik dan jujur. Selamat membaca, ya Bunda dan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda