Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ini Jenis Screen Time Terburuk yang Bisa Perpendek Fokus Anak dan Berisiko ADHD

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 13:41 WIB

Ini Jenis Screen Time Terburuk yang Bisa Perpendek Fokus Anak dan Berisiko ADHD
Ilustrasi Jenis Screen Time Terburuk yang Bisa Perpendek Fokus Anak dan Berisiko ADHD/Foto: Getty Images/Love portrait and love the world
Jakarta -

Sekarang anak-anak hampir setiap saat bermain gadget, entah itu menonton video, main gim, atau sekadar scroll di media sosial. Kadang, kita sampai lupa seberapa lama mereka menatap layar setiap harinya.

Kegiatan ini memang bisa membuat anak terhibur, tetapi kalau terlalu lama, efeknya tak selalu positif, Bunda. Mereka bisa cepat kehilangan fokus atau merasa gelisah tanpa alasan yang jelas.

Dikutip dari laman People, penelitian terbaru mengamati ribuan anak selama beberapa tahun, meneliti bagaimana media digital bisa berpengaruh pada konsentrasi dan perilaku mereka. Hasilnya cukup mengejutkan, Bunda, karena tidak semua jenis screen time berdampak sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Beberapa jenis layar ternyata tidak terlalu berisiko, bahkan bisa membantu anak tetap tenang. Namun, ada satu jenis yang menurut para ahli dapat memperpendek fokus anak dan meningkatkan risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Jenis screen time terburuk yang bisa perpendek fokus anak dan berisiko ADHD

Ternyata, anak yang terlalu sering menghabiskan waktunya di media sosial bisa memperpendek fokus anak dan berisiko ADHD, Bunda. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang waktunya dihabiskan di depan layar televisi.

Sebuah studi baru dari Pediatrics Open Science di American Academy of Pediatrics, mengikuti 8.324 anak selama empat tahun untuk melihat bagaimana media digital berpengaruh pada perhatian mereka. Penelitian kemudian membagi antara anak yang menonton TV/YouTube, video gim, dan media sosial.

"Anak-anak yang terlalu sering memakai 'media sosial' menunjukkan tanda-tanda kurang perhatian lebih besar dibandingkan anak-anak lain. Efek ini hanya terjadi pada media sosial, tidak terlihat pada mereka yang menonton TV atau bermain video gim," tulis para peneliti menilik dari Pediatrics Open Science.

Hasil ini menunjukkan bahwa tidak semua screen time itu berdampak sama ya, Bunda. Media sosial memiliki pengaruh 'terburuk' yang bisa membuat anak lebih sulit berkonsentrasi.

Media sosial dan risiko ADHD pada anak

Rata-rata anak berusia 9 tahun menghabiskan sekitar 30 menit per hari di media sosial. Waktu ini terus meningkat hingga mencapai 2,5 jam per hari ketika mereka berusia 13 tahun.

Seorang profesor ilmu saraf dari Karolinska Institutet, Torkel Klingberg, menjelaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi.

"Studi kami menunjukkan bahwa media sosial secara khusus memengaruhi kemampuan anak-anak dalam berkonsentrasi," kata Torkel Klingberg.

Menurut Klingberg, efek media sosial berbeda dibandingkan dengan jenis screen time lain, Bunda. Anak-anak lebih mudah terganggu perhatiannya saat menggunakan platform ini, karena notifikasi dan pesan yang datang terus-menerus.

"Media sosial menimbulkan gangguan terus-menerus berupa pesan dan notifikasi dan sekadar memikirkan apakah pesan telah tiba dapat bertindak sebagai gangguan mental. Hal ini memengaruhi kemampuan untuk tetap fokus dan dapat menjelaskan hubungan tersebut," ujarnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bermain video gim atau menonton televisi berbeda efeknya. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak meningkatkan gangguan fokus, bahkan bisa menurunkan gejala kegelisahan pada anak.

Langkah selanjutnya, para peneliti akan memantau anak-anak setelah usia 14 tahun. Tujuannya untuk melihat apakah gejala kurang fokus atau gelisah yang terkait ADHD terus berlanjut.

Itulah penjelasan seputar jenis screen time terburuk yang bisa memperpendek fokus anak dan berisiko ADHD.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda