Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ingin Punya Anak Ramah? Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Diterapkan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 08 Jan 2026 21:00 WIB

Ingin Punya Anak Ramah? Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Diterapkan
Ilustrasi Anak Bersikap Ramah/Foto: Getty Images/Punnarong
Daftar Isi
Jakarta -

Melihat anak bisa tersenyum dan bersikap ramah kepada orang lain tentu jadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Ada rasa bangga ketika mereka mampu membawa suasana positif di sekitarnya.

Namun, sikap ramah bukanlah sesuatu yang datang karena bawaan sejak lahir. Perilaku ini terbentuk dari kebiasaan yang anak lihat dan rasakan setiap harinya di rumah.

Setiap interaksi bersama orang tua menjadi pelajaran berharga bagi setiap anak. Nah, dari situlah ia belajar memahami perasaan orang lain dan cara bersikap dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal ini sejalan dengan pandangan dari psikolog dari Sunset Terrace Family Health Center NYU Langone, Joseph Laino, PsyD. Menurutnya, sikap empati bisa tumbuh dan tidak bertentangan dengan keterampilan akademisnya.

"Keterampilan seperti empati, kasih sayang, dan kemurahan hati tidak saling bertentangan dengan keterampilan akademis. Bahkan, ketiganya saling memperkuat," katanya.

Maka dari itu, setidaknya terdapat tujuh kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk membantu anak tumbuh memiliki sifat yang ramah, Bunda. Simak, yuk.

Kebiasaan sehari-hari agar anak punya sifat ramah

Dilansir dari laman Parents, berikut ini berbagai kebiasaan dalam keseharian supaya anak memiliki sifat yang ramah:

1. Mencontohkan sikap baik sejak dini

Rasa ramah dan peduli sebenarnya sudah bisa dikenalkan sejak anak masih sangat kecil. Tanpa Bunda ketahui, bayi banyak belajar dari sikap dan kebiasaan yang ia lihat setiap hari dari orang tuanya.

Meski belum bisa berbicara, Si Kecil sudah peka terhadap emosi di sekitarnya, lho. Nada suara yang lembut, ekspresi wajah, serta cara Bunda merespons orang lain akan terekam dalam ingatan mereka.

Dari pengamatan itulah anak mulai belajar tentang empati dan rasa peduli. Maka itu, enggak heran kalau anak sering meniru dengan memeluk bonekanya atau mencoba menghibur orang lain di sekitarnya.

2. Mengajarkan anak untuk bersikap ramah lewat cerita sehari-hari

Cerita bisa jadi cara sederhana untuk mengenalkan rasa empati pada anak lho, Bunda. Lewat kisah yang didengar atau dibaca bersama, anak akan belajar memahami perasaan orang lain.

Saat Si Kecil mendengarkan dongeng sebelum tidur, mereka diajak membayangkan kehidupan dari sudut pandang tokoh lain. Dari situ, mereka mulai paham bahwa setiap orang bisa memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda.

Untuk menambah wawasan, Bunda bisa pilih cerita dengan tema yang lebih beragam. Misalnya buku dongeng tentang keluarga, hewan, atau persahabatan yang memiliki moral yang baik.

3. Mengajarkan anak memahami dunianya

Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak bisa dengan mudah menyerap informasi yang dilihatnya, Bunda. Hal ini bisa datang dari obrolan teman, televisi, atau percakapan orang dewasa di sekitarnya.

Daripada membiarkan anak menebak-nebak sendiri, orang tua sebaiknya ikut mendampingi cara anak memahami informasinya. Selain itu, Bunda juga bisa memberikan penjelasan yang sederhana.

Untuk anak yang masih kecil, ceritakan hal-hal yang bikin mereka merasa aman dan tenang. Sedangkan untuk anak yang lebih besar, Bunda bisa mengajaknya mengobrol bersama, mendengarkan pendapatnya, lalu ajak mereka untuk ikut berbuat baik.

4. Ajarkan anak untuk bersyukur sejak dini

Mengajak anak mengenal kondisi orang lain bukan berarti membuatnya merasa bersalah dengan apa yang ia miliki. Nah, yang terpenting, Bunda bisa membantu anak untuk menyadari bahwa tidak semua orang itu hidup dengan rasa aman, memiliki makanan yang cukup, dan kesempatan belajar yang sama.

Kesadaran ini bisa menumbuhkan rasa syukur sekaligus rasa pedulinya. Anak jadi belajar bahwa apa yang ia miliki ialah hal berharga yang patut disyukuri.

Rasa syukur ini membantu mereka lebih terbuka dan bersikap hangat terhadap orang lain. Dari sinilah sifat ramah dan peduli tumbuh dalam diri anak.

5. Biasakan berbincang rutin bersama anak

Rasa empat anak tidak muncul dari hal-hal yang besar, tetapi dari kebiasaan yang dilakukan setiap harinya. Momen seperti makan bersama atau menjelang tidur bisa jadi waktu yang tepat untuk Bunda berbincang dengan Si Kecil.

Di saat yang sama, anak pun merasa lebih nyaman untuk bercerita dan menyampaikan apa yang ia pikirkan. Selain itu, rutinitas berbincang juga bikin Si Kecil terbuka dengan orang tuanya.

6. Ajak anak melakukan kebaikan dalam keseharian

Melakukan perbuatan baik, sekecil apa pun itu, bisa membantu anak untuk belajar peduli terhadap orang lain. Dari kebiasaan ini, anak belajar kalau sikap ramah bisa diwujudkan lewat tindakan sehari-hari. Psikolog Joseph Laino pun menjelaskan pentingnya membiasakan anak untuk berbuat baik.

"Memberi, berbuat baik, dan peduli pada orang lain meningkatkan rasa percaya diri dan dapat memberi anak tujuan hidup," ujarnya.

Untuk anak usia sekolah dasar, Bunda bisa mengajaknya melakukan hal yang cukup sederhana. Misalnya membuat kartu ucapan atau memilih mainan dan buku untuk disumbangkan.

Pada anak usia 8-12 tahun dan remaja, kegiatan baik bisa lebih beragam. Anak dapat mengikuti kegiatan sosial, membantu acara lingkungan, atau mendukung kegiatan yang mereka sukai.

Satu hal yang terpenting, biarkan anak memilih kegiatan yang ingin dilakukan, Bunda. Dengan begitu, mereka akan menjalani kebaikannya dengan senang hati.

7. Libatkan anak untuk mencari solusi

Anak bisa belajar bersikap ramah ketika dilibatkan dalam mencari solusi dari masalah di sekitarnya, Bunda. Saat mereka melihat teman-temannya sedih atau ada orang yang butuh bantuan, ajaklah ia berdiskusi.

Bunda bisa tanyakan pendapatnya tentang apa yang bisa dilakukan supaya orang tersebut merasa lebih baik. Lewat cara ini, anak pun merasa dihargai dan percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya.

Semakin sering anak dilibatkan, semakin terbiasa pula ia bersikap ramah dalam kesehariannya, Bunda. Kebiasaan ini juga menjadi 'bekal' saat anak tumbuh besar nanti.

Itulah tujuh kebiasaan sehari-hari yang bisa diterapkan untuk membantu anak tumbuh dengan sikap ramah dan peduli terhadap sesama.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda