Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

4 Kalimat Ini Tumbuhkan Rasa Jujur pada Anak Sejak Dini

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 09 Jan 2026 18:50 WIB

4 Kalimat Ini Tumbuhkan Rasa Jujur pada Anak Sejak Dini
Ilustrasi Kalimat Ini Tumbuhkan Rasa Jujur pada Anak Sejak Dini/Foto: Getty Images/iStockphoto/anurakpong
Daftar Isi
Jakarta -

Mendidik karakter anak yang jujur bisa dimulai sejak dini lho, Bunda. Hal ini bahkan menjadi salah satu bagian penting dari proses pengasuhan. Apa saja kalimat-kalimat yang bisa membuat anak jadi terbiasa jujur?

Penting dipahami bahwa pada dasarnya, kejujuran bukan hanya tentang berkata benar, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Semua ini tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui contoh langsung dari orang tua, kebiasaan, dan interaksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Dengan demikian, anak pun merasa nyaman untuk berkata jujur. 

Membangun karakter jujur pada anak

Anak-anak mulai gemar bereksperimen dengan berbohong sejak usia 2 atau 3 tahun. Namun di rentang usia dini ini, anak masih belajar membedakan antara imajinasi dan kenyataan.

Anak-anak juga sedang belajar mengenal tentang konsep 'benar' dan 'salah', sehingga masih kerap menguji kebohongan dengan bercanda. 

Dikutip dari Baby Center, nantinya saat memasuki usia sekitar 5 hingga 6 tahun, anak-anak mulai memahami bahwa berbohong itu perbuatan yang salah. Berikut beberapa langkah penting untuk bantu menumbuhkan kejujuran pada karakter anak:

1. Memberi contoh nyata tentang perilaku jujur

Anak-anak akan mempelajari sesuatu lebih mudah dengan mengamati perilaku orang di sekitarnya. Untuk menumbuhkan sikap jujur, tunjukkan kejujuran dalam interaksi sehari-hari Bunda dengan Si Kecil.

Jangan lupa untuk bersikap konsisten. Jika orang tua terang-terangan berbohong atau bahkan menutupi kesalahan yang sudah diketahui anak, mereka mungkin akan merasa bingung tentang mana sikap yang benar.

2. Apresiasi saat anak berani jujur

Dalam momen tertentu, berikan kesempatan untuk mengapresiasi anak ketika mereka berani berkata jujur, terutama dalam situasi yang sulit. Biarkan mereka tahu bahwa kejujuran merupakan sesuatu yang berharga dan patut diapresiasi.

3. Beri kesempatan kedua untuk berkata jujur

Anak kecil, terutama balita, mungkin berbohong untuk menghindari hukuman. Alih-alih bereaksi secara keras atau berteriak, cobalah untuk menciptakan ruang di mana mereka merasa aman untuk memperbaiki kesalahan tersebut. 

Jika anak mau mengakuinya, apresiasi sambil tetap membahas perilaku yang salah. Hal ini akan membantu mereka memahami bahwa meskipun tindakan salah memiliki konsekuensi, tapi mengatakan yang sebenarnya merupakan pilihan yang tepat.

"Tidak ada yang bisa menandingi keteladanan sebuah nilai baik. Jika anak melihat orang tuanya berinteraksi dengan orang lain secara jujur, itu adalah pelajaran terbaik yang bisa diberikan," ungkap praktisi pernikahan dan keluarga, Donna Laikind, dikutip dari Parents.

Kalimat untuk menumbuhkan karakter jujur pada anak

Mengenal Aturan 25x1 Menit yang Bikin Anak Lebih Terbuka & Jujur pada Orang TuaIlustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999

Berbohong pada anak, terutama usia balita, merupakan salah satu hal yang normal secara perkembangan. 

Faktanya, ini merupakan tanda bahwa otak mereka sedang berkembang dalam kemampuan merencanakan, memecahkan masalah, dan membayangkan berbagai kemungkinan hasil. Dikutip dari CNBC Make It, keterampilan ini serupa seperti proses belajar dan kreativitas.

Dengan kata lain, orang tua perlu memahami dulu penyebab anak berbohong. Mereka bisa berbohong karena berbagai alasan, termasuk menghindari hukuman, tekanan sosial, kontrol impuls yang belum matang, atau untuk melindungi kemandirian mereka.

Ketika anak berbohong, naluri Bunda sebagai orang tua mungkin ingin langsung mengoreksi, memarahi, atau menghukum. Namun, sebenarnya ada beberapa kalimat yang dipercaya dapat menumbuhkan karakter jujur pada anak:

  1. "Bunda tidak marah sama kamu. Bunda hanya merasa sedih dengan apa yang terjadi, karena Bunda hanya ingin kamu merasa aman. Yuk, kita bicarakan bareng-bareng apa yang bisa dilakukan berikutnya."
  2. "Bunda tetap sayang meskipun kamu membuat kesalahan. Kamu perlu tahu kalau sebenarnya aman untuk mengatakan yang sebenarnya ke Bunda."
  3. "Kamu takut bercerita karena khawatir Bunda akan marah? [Jeda.] Mungkin iya Bunda akan merasa kecewa, tapi Bunda akan berusaha menenangkan diri untuk membantumu".
  4. "Bunda ingin kamu merasa aman mengatakan yang sebenarnya. Bunda akan mendengarkan dan kita selalu bisa mencari solusi bersama".

Setiap pernyataan menyampaikan pesan yang jelas bahwa mereka tetap aman, bahkan ketika mereka berbuat salah.

Tips lain merespons kebohongan anak

Selain memberikan ruang aman untuk anak, pastikan orang tua memberi respons pada kebohongannya dengan koneksi dan bukan kontrol semata.

Misalnya, sampaikan respons seperti 'Terima kasih sudah jujur. Bunda mengerti'.

Dengan merespons melalui kedekatan, bukan kontrol, orang tua menjaga kepercayaan anak. Ini juga mengajarkan pada mereka kejujuran membawa pada pengertian, bukan hukuman.

Hal yang tak kalah penting, pastikan Bunda memvalidasi perasaan mereka. Kalimat seperti 'Bunda mengerti kenapa kamu merasa gugup untuk bercerita' akan sangat membantu.

Nantinya ketika anak melihat bahwa Bunda bisa memberi validasi dan mengerti, mereka belajar bahwa kejujuran membawa manfaat positif.

Itulah ulasan tentang kalimat-kalimat untuk membantu anak menjadi jujur. Ingat, semakin anak merasa aman bersama Bunda, maka semakin besar kemungkinan mereka akan bersikap jujur meski situasinya sedang sulit.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda