parenting
7 Aturan Orang Tua agar Anak Mau Kurangi Main Media Sosial Tanpa Perlu Memarahi
HaiBunda
Jumat, 09 Jan 2026 16:30 WIB
Daftar Isi
Perkembangan media sosial rasa-rasanya semakin sulit dihindarkan dari anak. Alih-alih memarahinya agar tak terpapar, Bunda dapat membuat aturan yang jelas mengenai penggunaan media sosial untuk anak.
Sekarang ini, anak-anak semakin mudah terpapar fitur video pendek, seperti Short dan Reels, yang tersedia di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan media sosial lainnya. Video berdurasi pendek inilah yang tanpa disadari dapat memicu adiksi bagi penggunanya.
Bagi para orang tua, mungkin pernah merasa bila anak sudah mengenal gadget, media sosial, dan internet, mereka akan menjadi lupa dunia. Maksudnya seperti apa? Anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gadget, ketimbang melakukan interaksi sosial, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah ini yang membuat banyak orang tua merasa anak perlu diberikan edukasi khusus terkait penggunaan media sosial dengan bijak. Selain itu, orang tua juga sering berpikir tentang bagaimana caranya mengatur waktu agar anak tidak terus menerus berada di depan layar gadget.
Nah, Bunda tidak usah khawatir. Bubun akan berikan beberapa langkah yang bisa diikuti agar anak bisa mengurangi waktu screen time-nya. Langkah ini diambil dari beberapa studi yang membahas tentang parenting terhadap penggunaan media sosial pada anak.
Berikut simak penjelasannya, Bunda.
Studi tentang penggunaan media sosial di kalangan anak-anak
Pada studi yang dicanangkan oleh The Marketing Heaven, terkuak fakta bahwa sebagian besar remaja saat ini menghabiskan waktu di media sosial hingga 54 jam dalam sebulan. Durasi ini sama saja dengan anak menghabiskan waktu lebih dari dua hari penuh dalam sebulan, Bunda.
Selain itu, studi menemukan bahwa pengguna TikTok berusia remaja sering kali menghabiskan waktu untuk men-scroll konten-konten di jam 9 malam hingga tengah malam menuju pagi. Alasannya, karena hanya di waktu itulah mereka baru memiliki waktu luang untuk melepaskan penat dan stres.
Masalah ini pun menjadi serius di berbagai wilayah, termasuk negara-negara di Eropa. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari Euronews, kini penggunaan media sosial di kalangan remaja semakin meningkat.
Tercatat setiap tahun terjadi penambahan yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa media sosial semakin lama semakin masif dan menguasai seluruh kalangan, sehingga pentingnya kontrol yang bijak dalam bermedia sosial.
Hal inilah yang membuat banyak orang tua menjadi khawatir terhadap anak-anak mereka. Tak sedikit orang tua yang mulai melarang anak bermain media sosial dan menyita gadget mereka. Namun, cara-cara tersebut kebanyakan belum berhasil.
Cara mengurangi waktu anak bermain media sosial dengan efektif
Berdasarkan banyak pengalaman orang tua, melarang dan memarahi anak dalam bermain media sosial bukanlah cara yang efektif. Oleh karena itu, para ahli memberikan beberapa langkah untuk orang tua dalam upaya mengurangi anak bermain media sosial.
Dilansir India Times, berikut adalah beberapa cara yang bisa diikuti oleh Bunda dan para orang tua lainnya.
1. Tetapkan batasan yang jelas
Ahli menyarankan, sebaiknya aturan tersebut dimulai dari keluarga, dengan menetapkan batasan yang jelas serta membangun cara bermedia sosial yang lebih sehat. Ahli menilai cara ini kemungkinan besar lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan larangan.
2. Tentukan batas waktu screen time di malam hari
Banyaknya anak remaja yang menghabiskan malam dengan scroll TikTok, membuat para peneliti menyarankan untuk para orang tua membatasi penggunaan gadget di malam hari. Bunda bisa berikan aturan pada jam tertentu anak sudah tidak memegang gadget.
Contohnya, Bunda bisa katakan, “Jam 10 gadget sudah harus disimpan, ya,” atau “Waktunya tidur. Sekarang sudah tidak ada lagi yang memegang gadget.”. Dengan pembatasan jam, paparan anak terhadap media sosial di malam hari akan berkurang.
3. Nyalakan pengatur waktu dalam aplikasi
Developer media sosial saat ini pun sebenarnya sudah peka terhadap isu-isu tersebut, Bunda. Maka dari itu, mereka pun meluncurkan beberapa fitur yang bertujuan untuk menjaga waktu screen time para penggunanya.
Bunda bisa meminta anak untuk mengaktifkan pengatur waktu batas screen time harian di pengaturan. Dengan begitu, aplikasi akan secara otomatis berhenti bila sudah mencapai batas waktunya.
4. Ajak anak berkegiatan offline
Bunda pun juga bisa menggantinya dengan kegiatan offline yang menyenangkan. Ajak anak untuk bermain, membaca, atau mendengarkan podcast ketika mulai memasuki jam-jam anak bermain sosial media.
Cara ini dinilai lebih efektif karena mengganti siklus anak menjadi lebih produktif tanpa menghilangkan efek dopamin atau kebahagiaannya. Selain itu, anak pun jadi mempunyai kegiatan offline yang jauh lebih bermanfaat.
5. Ajak anak untuk berdiskusi
Sejalan dengan kegiatan offline yang dilakukan, Bunda juga bisa membuka ruang diskusi yang berisi percakapan terbuka antara Bunda dan anak. Kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk saling menuangkan perasaan dan pikiran masing-masing.
6. Orang tua mencontohkan perilaku bermedia sosial yang baik
Nah ini tak kalah penting, Bunda. Sebagai orang tua, kita tak boleh hanya memerintahkan, mengatur, dan melarang anak dalam bermedia sosial. Orang tua juga harus memperhatikan durasi screen time dan media sosial diri sendiri.
Mengapa ini penting, Bunda? Sebab, anak biasanya akan melihat dan mencontoh perilaku dari orang tuanya. Maka, agar anak bisa menanamkan langkah-langkah tersebut, orang tua juga harus menerapkannya terlebih dahulu.
7. Batasi screen time sesuai dengan usianya
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun turut memberikan rekomendasi, Bunda. Mereka mengatakan bahwa anak yang berusia lima tahun tidak disarankan untuk menatap layar selama lebih dari satu jam. Selain itu, anak berusia di bawah tiga tahun juga tidak disarankan untuk diberi screen time.
Sebenarnya aturan screen time memang beragam, tergantung dari para orang tuanya. Namun, ahli menegaskan bahwa semakin sedikit screen time yang diberikan, maka semakin baik untuk kesehatan anak.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga dapat memberikan wawasan bagi para orang tua dalam menerapkan batasan anak dalam bermain media sosial.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ketahui Batas Waktu Screen Time untuk Anak yang Ideal dari Usia 2-12 Tahun
Parenting
Ini yang Terjadi pada Otak Anak Jika Screen Time Berlebihan Menurut Pakar
Parenting
Batas Usia Anak Boleh Punya Akun Sosmed dan HP Sendiri, Harus Di Atas 11 Th
Parenting
Cerita Nadia Mulya Tak Batasi Anak Main Gadget, Ternyata Ini Alasannya
Parenting
5 Cara Jitu Batasi Screen Time untuk Si Kecil Tanpa Membuatnya Ngambek
7 Foto
Parenting
Tanpa Gadget hingga Usia 3 Thn, Ini 7 Potret Tampan King Zhafi Putra Fairuz A Rafiq
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Aturan Liburan Tanpa Tiktok & Instagram: Anak-anak di Negara Ini Terancam Alami Isolasi Sosial
Anak Usia 14 Tahun ke Bawah Tak Boleh Main Medsos, Ketahui Pentingnya Pendampingan Ortu
Anak Makin Lengket sama Gadget Selama Liburan, Ortu Harus Bagaimana?