Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Tanda Orang Tua Belum Matang Secara Emosional, Bukan Soal Usia

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 07 Jan 2026 09:10 WIB

5 Tanda Orang Tua Belum Matang Secara Emosional, Bukan Soal Usia
Ilustrasi Tanda Orang Tua Belum Matang Secara Emosional/Foto: Getty Images/Jacob Wackerhausen
Daftar Isi
Jakarta -

Menjadi orang tua memang bukan perkara yang mudah ya, Bunda. Ada banyak hal yang harus kita pelajari, termasuk soal mengelola emosi untuk menghadapi berbagai tingkah laku Si Kecil.

Perlu kita ketahui bahwa orang tua yang matang secara emosional cenderung bisa menciptakan lingkungan rumah nyaman bagi anak. Mereka bisa mendengarkan, berempati, dan merespons kebutuhan anak dengan tepat. Sebaliknya, orang tua yang belum matang emosinya mungkin akan kesulitan memberikan rasa aman.

Mungkin sebelumnya kita hanya berpikir hanya tentang usia ya, Bunda. Padahal, kematangan emosi itu tidak datang seiring bertambahnya usia seseorang, meskipun sudah memiliki anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Seorang psikolog klinis di Amerika Serikat sekaligus penulis buku Adult Children of Emotionally Immature Parents, Dr. Lindsay C. Gibson, menjelaskan bahwa orang tua yang belum matang emosinya biasanya bersikap egois dan sulit untuk berempati.

Kondisi seperti ini tak jarang membuat "jarak" antara orang tua dengan anak. Lalu tanpa disadari, perilaku yang tidak menentu ini meninggalkan rasa cemas hingga Si Kecil tumbuh dewasa.

Tanda-tanda orang tua belum matang secara emosional

Berikut ini adalah tanda-tanda orang tua belum matang secara emosional, seperti dikutip dari laman Business Insider:

1. Orang tua lebih tertarik pada dirinya sendiri

Kecenderungan untuk menjadi pusat perhatian sering kali terlihat pada orang tua yang belum matang secara emosional. Lindsay C. Gibson menyampaikan bahwa mereka biasanya sering mengalihkan pembicaraan ke arah diri mereka sendiri.

Alih-alih bertanya tentang keseharian atau perasaan anak, mereka mungkin lebih sibuk bercerita tentang urusan pribadinya saja. Hal ini membuat anak merasa kehadirannya tak pernah didengarkan dengan baik.

Menurut Lindsay, orang tua yang matang secara emosional biasanya lebih mampu memahami perasaan orang lain.

"Seseorang yang matang secara emosional akan mampu mempertimbangkan hak dan perasaan orang lain secara otomatis," katanya.

Kondisi tersebut secara tidak langsung memberikan pesan kepada anak bahwa usaha mereka untuk mencari perhatian dianggap tidak penting. Nah, anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh seperti ini kerap merasa kehilangan ikatan batin dengan orang tuanya sendiri, Bunda.

2. Orang tua sulit untuk berempati dengan anak

Terkadang, orang tua mungkin cenderung melihat anak sebagai bagian dari diri mereka sendiri, bukan sebagai pribadi yang utuh dengan perasaan dan pikirannya sendiri.

Nah, hal seperti ini membuat sulit bagi orang tua untuk memahami dan merasakan apa yang sebenarnya dialami oleh anak.

Misalnya, jika orang tua punya harapan yang tinggi, mungkin mereka tidak sadar kalau anaknya tidak menikmati kegiatan yang sedang dilakukannya itu. Atau saat Si Kecil mengatakan lelah, sulit bagi orang tua untuk benar-benar merasakan kepenatan anaknya.

Ketika ada perbedaan pendapat, orang tua mungkin merasa pandangannya yang paling benar, padahal anak merasa ada hal lain yang perlu dipahami. Nah, hal ini bisa terjadi meskipun alasan yang diberikan oleh anak sudah cukup jelas.

Menurut Lindsay C. Gibson, ada kalanya orang tua merasa tidak nyaman saat menghadapi situasi tertentu. Dalam kondisi ini, mereka cenderung mengubah cara pandangnya itu demi melindungi perasaannya sendiri.

"Ketika ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau harga dirinya terancam, mereka cenderung mengubah cara pandang terhadap realitas. Mereka benar-benar sulit menerima sudut pandang orang lain, karena hal itu terasa tidak masuk akal bagi mereka," katanya.

3. Sulit untuk berkata "maaf" kepada anak

Meminta maaf kepada Si Kecil mungkin saja terasa berat, tetapi ini ialah bagian dari kedewasaan emosional. Karena sering terlalu fokus pada diri sendiri, orang tua yang belum matang secara emosional biasanya sulit untuk bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.

Meski setiap orang bisa bersikap keras kepala saat bertengkar, orang tua tipe ini jarang sekali mau merenungkan kesalahannya. Mereka cenderung sulit untuk menenangkan diri dan memikirkan bagaimana sikap mereka memengaruhi perasaan orang lain.

Karena jarang mencari jalan tengah untuk memperbaiki komunikasi, Bunda mungkin saja akan menghadapi konflik yang sama secara berulang. Di sinilah pentingnya untuk mulai menetapkan batasan yang sehat agar kesehatan mental kita sebagai orang tua tetap terjaga.

4. Terlihat ramah di luar, tetapi menarik diri dari anak

Meskipun perilaku yang menjengkelkan sering kali datang di rumah, orang tua yang belum matang secara emosional biasanya pandai menyembunyikan sisi tersebut dari orang lain, Bunda.

Mereka bisa terlihat sangat menyenangkan dan ramah saat berada di lingkungan sosial atau di depan teman-temannya. Terkadang, mereka juga tampak sangat mampu mengendalikan diri dengan baik di hadapan publik.

Namun sayangnya, sikap hangat seperti ini kerap tidak dirasakan oleh anak-anak mereka sendiri di rumah.

"Mereka mungkin sangat terampil dalam berinteraksi sosial. Mereka mungkin juga sangat populer dan pandai mengendalikan diri. Tetapi, ketika menyangkut kedekatan emosional di mana anak saling terbuka satu sama lain, di situlah mereka benar-benar mundur," jelas Lindsay.

Sikap menjauh ini secara tidak langsung bikin anak merasa bahwa kejujuran mereka adalah "beban" bagi orang tuanya. Akibatnya, anak jadi ragu untuk terbuka karena mereka merasa perasaannya sulit diterima oleh orang tuanya.

5. Orang tua hanya hadir dalam hal-hal fisik

Mungkin Bunda merasa bimbang saat mendengar istilah "belum matang secara emosional" jika sudah memberikan semua fasilitas yang lengkap kepada anak.

Namun, perlu ketahui bersama bahwa sering kali kita sungkan untuk menilai orang tua sebagai sosok yang "egois", karena merasa telah melakukan segala hal, termasuk berkorban secara finansial demi membesarkan anak.

Namun, kedewasaan orang tua tidak hanya diukur dari kebutuhan fisik atau biaya pendidikan saja, Bunda. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa anak membutuhkan perhatian yang jauh lebih dari sekadar kecukupan materi.

Selain pemenuhan materi, anak-anak sangat membutuhkan kehangatan dan dukungan yang tulus dari orang tuanya sendiri. Tanpa adanya kehadiran batin, kebutuhan dasar mereka untuk merasa disayangi pun jadi tidak terpenuhi, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda