Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

9 Tanda Anak Butuh Perhatian agar Tak Merasa Diabaikan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 06 Jan 2026 17:40 WIB

9 Tanda Anak Butuh Perhatian agar Tak Merasa Diabaikan
Ilustrasi Tanda Anak Butuh Perhatian agar Tak Merasa Diabaikan/Foto: Getty Images/iStockphoto/maroke
Daftar Isi
Jakarta -

Menjadi orang tua, ada kalanya Bunda mendapati Si Kecil tiba-tiba lebih manja dari biasanya. Si Kecil jadi mudah rewel, emosinya naik turun, atau terbangun di malam hari tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut merupakan tanda anak membutuhkan perhatian.

Perubahan sikap seperti ini muncul sebagai cara anak menyampaikan perasaannya, Bunda. Nah, setelah anak mendapat perhatian ekstra, biasanya perilaku itu perlahan mereda dengan sendirinya.

Mengenali sinyal emosional ini penting agar komunikasi antara orang tua dan anak tetap terjaga. Kasih sayang yang Bunda berikan pun akan membuat mereka merasa lebih tenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menilik dari laman Parents, para ahli menjelaskan bahwa setidaknya ada beberapa tanda Si Kecil sedang membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya. Sinyal ini kerap muncul dalam keseharian anak.

Lantas, apa saja hal yang perlu Bunda perhatikan? Yuk, simak penjelasan berikut supaya bisa lebih peka terhadap kebutuhan Si Kecil.

Tanda-tanda anak butuh perhatian agar tak merasa diabaikan

Saat Si Kecil sedang haus perhatian, biasanya mereka jarang menyampaikannya secara terang-terangan, Bunda. Mereka cenderung menunjukkannya lewat tingkah laku yang tak jarang justru memancing kesabaran Bunda.

Meskipun setiap anak berbeda, sembilan tanda umum ini bisa berarti anak membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian dari Bunda. Simak, yuk.

1. Suka berteriak dan mudah marah

Anak yang butuh perhatian lebih sering kali menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih berisik dan mudah marah, Bunda. Mengapa bisa demikian? Hal ini merupakan cara mereka mencari respons dari orang tuanya.

"Jika anak membutuhkan lebih banyak perhatian, mereka biasanya akan melakukan perilaku mencari perhatian, yang mungkin termasuk berteriak, merengek, atau menyela," tutur seorang terapis keluarga serta pengawas klinis di The Ohana Addiction Treatment Center, Jay Serle, PhD, LMFT.

2. Membangkang

Salah satu tanda yang kerap muncul saat Si Kecil membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya adalah memperlihatkan sikap yang sering membangkang. Hal ini juga sejalan dengan penjelasan dari Direktur Klinis sekaligus salah satu pendiri California Behavioral Health, Melissa Legere, LMFT. 

"Mereka mungkin mulai menjadi lebih membangkang, menolak untuk mengikuti aturan apa pun atau melakukan hal-hal yang tidak seperti biasanya," jelasnya

3. Mengulangi pertanyaan yang sama

Bunda suka merasa gemas enggak sih, kalau Si Kecil terus-menerus menanyakan hal yang sama berulang kali? Ternyata, kebiasaan mengulang ini merupakan salah satu cara halus mereka untuk menarik perhatian Bunda.

"Tanda lain bahwa anak-anak membutuhkan perhatian adalah jika mereka menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali," ujar pendiri Blue Bolt Pediatric Care, Emily Groben.

"Mereka tahu jawabannya, tetapi mereka juga tahu bahwa jika mereka bertanya, Bunda akan berbicara dengan mereka," ucapnya.

4. Menarik diri

Anak yang membutuhkan perhatian lebih dari orang tua ternyata bisa menunjukkan perilaku yang seakan-akan bertolak belakang, lho. Alih-alih bertingkah ramai, tak jarang mereka justru memilih untuk menarik diri dari lingkungan atau menghindari waktu bersama keluarga.

"Jika seorang anak mulai menjauhkan diri dan mengisolasi diri, menghindari waktu bersama keluarga, atau tampak tidak terlibat dengan segala sesuatu dan semua orang secara umum, itu mungkin cara mereka memberi sinyal bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu, koneksi, dan dukungan emosional dari Bunda," tutur pendiri California Behavioral Health, Melissa Legere.

5. Suka tantrum

Ledakan emosi atau tantrum yang terjadi secara tiba-tiba memang sering kali membuat orang tua merasa kewalahan, bukan begitu, Bunda? Namun, perilaku ini sebenarnya merupakan "kode" bahwa mereka sedang mendambakan perhatian lebih dari orang tuanya.

"Ini bisa berarti mereka merasa frustrasi atau kewalahan tetapi tidak memiliki keterampilan untuk mengatasi perasaan besar mereka," kata seorang terapis di Therapy with Joy, Joy Allovio, LPC.

6. Keluhan fisik

Selain perubahan perilaku, Si Kecil terkadang memperlihatkan perhatiannya lewat keluhan pada fisiknya. Bunda perlu memperhatikan kalau ia mulai mengeluh sakit perut, pusing, atau tiba-tiba kehilangan nafsu makan tanpa penyebab yang jelas.

Keluhan fisik ini bisa saja berasal dari perasaan tertekan atau kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.

7. Perilaku yang regresif

Si Kecil yang biasanya sudah mandiri terkadang bisa saja tiba-tiba menunjukkan sikap seperti kembali bayi, seperti minta dipakaikan baju lagi oleh Bunda. Perilaku regresif ini sering menjadi sinyal bahwa ia sedang merindukan perhatian dari orang tuanya.

8. Tidak mau menerima koreksi

Sebagai orang tua, kita suka merasa geram sendiri saat teguran yang diberikan untuk Si Kecil. seolah masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Perilaku yang terus berlanjut ini bisa menjadi tanda bahwa anak sebenarnya sedang haus perhatian dari Bundanya.

Sikap keras kepala ini kerap kali muncul dalam interaksi sehari-hari, seperti saat mereka terus menjahili saudaranya walau sudah dilarang oleh Bunda.

"Jika Bunda menyuruh mereka berhenti setiap kali mereka memukul saudara kandung mereka , ini adalah tanda bahwa mereka membutuhkan perhatian," ungkap pendiri Blue Bolt Pediatric Care, Emily Groben.

9. Ketergantungan

Si Kecil yang suka tiba-tiba menjadi sangat menempel tentu saja bisa membuat Bunda merasa kewalahan. Sikap seperti ini sebenarnya merupakan tanda bahwa anak membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya.

Apa yang sebaiknya Bunda berikan kepada Si Kecil?

Wajar saja jika sesekali anak-anak menunjukkan perilaku yang seakan mencari perhatian dari orang tuanya. Bunda tidak perlu merasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri jika akhir-akhir ini merasa belum bisa memberikan yang terbaik sepenuhnya.

Selain itu, Bunda juga tidak harus selalu menciptakan momen yang besar setiap harinya untuk membuat anak merasa diperhatikan. Hal yang paling bermakna justru pada cara Bunda membangun interaksi di sela-sela rutinitas harian.

Seorang pendiri California Behavioral Health, Melissa Legere, memberikan saran supaya Bunda meluangkan waktu berdua bersama anak secara teratur meskipun itu hanya singkat.

"Luangkan waktu berdua secara teratur, meskipun singkat. Bunda tidak perlu melakukan hal-hal besar, bahkan interaksi sederhana sehari-hari pun dapat membuat perbedaan besar," ujarnya.

Berikut ini beberapa cara lain yang bisa Bunda terapkan di rumah, seperti dikutip dari Parents:

  • Berikan apresiasi atau pujian atas hal-hal kecil yang anak lakukan, seperti merapikan barang sendiri.
  • Berikan perhatian positif atas perilaku baik anak.
  • Berikan pengakuan atas kebaikan kecil anak.
  • Dorong anak untuk melakukan hal-hal positif dan berikan pujian.

Itulah berbagai tanda anak membutuhkan perhatian yang perlu kita pahami bersama, ya. Semoga informasi ini dapat membantu Bunda untuk lebih mengenali perasaan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda