Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Tak Lagi Satu Spektrum, Ini 4 Tipe Autisme Berdasarkan Genetika & Perilaku Menurut Studi Terbaru

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 06 Jan 2026 16:00 WIB

4 Tipe Autisme Berdasarkan Genetika & Perilaku Menurut Studi Terbaru
Ilustrasi Tipe Autisme Berdasarkan Genetika & Perilaku Menurut Studi Terbaru/Foto: Getty Images/kate_sept2004
Daftar Isi
Jakarta -

Selama ini kita mungkin berpikir anak dengan autisme hanya berasal dari satu spektrum alias satu gejala saja. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenyataannya jauh lebih kompleks, lho.

Biasanya, anak dengan autisme dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari level 1 hingga level 3. Klasifikasi ini biasanya menilai dua hal, yakni kesulitan dalam komunikasi sosial dan perilaku terbatas atau berulang.

Namun, pembagian itu sering kali melewatkan banyak perbedaan yang penting, Bunda. Peneliti pun terus mencari cara untuk mengelompokkan spektrum autisme dengan lebih rinci.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, salah satu pendekatan terbaru menggunakan genetika dan karakteristik perilaku untuk membagi autisme menjadi subtipe. Tujuannya ialah agar penanganan bisa lebih tepat dan tentunya sesuai dengan kebutuhan anak.

"Apabila keluarga tahu tipe autisme spesifik anaknya, mereka bisa lebih paham kondisinya dan lebih mudah mendapatkan perawatan, dukungan, serta membangun hubungan yang lebih dekat," ungkap salah satu penulis utama Nature Genetics di Flatiron Institute, New York City, Natalie Sauerwald, dikutip dari Scientific American.

Maka dari itu, mari kita pelajari bersama berbagai tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku anak sesuai dengan temuan studi terbaru.

4 Tipe autisme berdasarkan genetika & perilaku menurut studi baru

Menilik dari laman Princeton University, penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature Genetics mengungkapkan bahwa setiap tipe memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari perkembangan, perilaku, hingga aspek kejiwaan anak.

Masing-masing tipe ini juga menunjukkan pola variasi genetik yang berbeda. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Tantangan sosial dan perilaku

Kelompok ini merupakan bagian dari spektrum autisme di mana anak-anak tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan cara yang hampir sama seperti teman sebaya mereka, Bunda.

Meski mereka memiliki ciri khas autisme seperti kesulitan berinteraksi sosial atau suka melakukan hal yang berulang, kemampuan dasar mereka biasanya tetap sesuai dengan usianya.

Hal yang perlu Bunda perhatikan adalah mereka kerap memiliki tantangan tambahan lainnya, seperti kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), rasa cemas yang tinggi, hingga depresi. Karena kelompok ini mencakup sekitar 37 persen dari peserta penelitian, jadi kondisi ini cukup umum terjadi.

Intinya, walaupun mereka memerlukan perhatian lebih dalam hal sosial dan emosional, secara umum perkembangan fisik dan kecerdasan mereka tetap berjalan dengan baik seperti anak-anak pada umumnya, Bunda.

2. ASD campuran dengan keterlambatan perkembangan

Anak-anak dalam kelompok Autism Spectrum Disorder (ASD) campuran dengan keterlambatan perkembangan biasanya memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk bisa berjalan atau berbicara dibandingkan dengan teman-temannya, Bunda.

Meskipun ada keterlambatan dalam perkembangan, kabar baiknya adalah mereka cenderung lebih tenang karena biasanya tidak mengalami masalah kecemasan, depresi, atau perilaku yang mengganggu.

Disebut sebagai kelompok "campuran" karena setiap anak memiliki tingkat kesulitan interaksi sosial dan kebiasaan berulang yang berbeda-beda. Kelompok ini mencakup sekitar 19 persen dari anak-anak yang diteliti.

Jadi, Bunda bisa lebih mengerti bahwa meski perkembangan fisiknya sedikit terlambat, mereka memiliki kepribadian yang cenderung lebih stabil secara emosional.

3. Tantangan sedang (Autisme dengan gejala ringan)

Kelompok ketiga ini, yang disebut juga sebagai "tantangan sedang", adalah anak-anak dengan gejala autisme yang tergolong ringan. Mereka menunjukkan perilaku khas autisme, tetapi tidak seintensif kelompok lainnya.

Anak-anak dalam kelompok ini umumnya mencapai tonggak perkembangan pentingnya, Bunda. Misalnya saja berjalan dan berbicara pada waktu yang normal, sama seperti anak-anak tanpa autisme.

Menariknya lagi, sebagian besar dari mereka tidak memiliki kondisi kejiwaan tambahan seperti kecemasan atau ADHD. Kelompok ini cukup umum, mencakup sekitar 34 persen peserta penelitian.

4. Terdampak secara luas (Autisme dengan tantangan berat dan beragam)

Anak-anak dalam kelompok ini merupakan mereka yang paling terdampak, karena tantangan yang dihadapi biasanya lebih berat dan beragam. Mereka juga kerap menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi serta memiliki kebiasaan berulang yang sangat kuat, Bunda.

Enggak cuma itu, suasana hati mereka sering berubah-ubah dan mereka lebih rentan merasa cemas atau sedih. Meskipun kelompok ini jumlahnya paling sedikit, yaitu hanya sekitar 10 persen, Bunda perlu memahaminya supaya mereka mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Memahami perbedaan genetik di balik berbagai tipe autisme

Setelah Bunda mengetahui empat tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku, mari kita pelajari lebih jauh terkait alasan di baliknya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa sudah puluhan tahun para ahli berupaya mencari pengelompokan autisme agar bisa memberikan penanganan yang tepat untuk anak. Meskipun autisme biasanya diturunkan dari orang tua, faktanya, ada banyak jenis gen yang berperan di dalamnya, Bunda.

Penelitian kali ini menggunakan metode baru dengan melihat bagaimana mutasi genetik memengaruhi jalur biologis dalam tubuh Si Kecil. Hasilnya, ditemukan bahwa perbedaan perilaku pada setiap tipe autisme ditentukan oleh jenis perubahan genetik di dalam tubuh anak, Bunda. 

Sebagai contoh, anak-anak dalam kelompok yang "terdampak secara luas" biasanya memiliki mutasi gen yang muncul secara tiba-tiba dan bukan turunan orang tua. Sementara itu, pada "kelompok ASD campuran dengan keterlambatan perkembangan" justru lebih sering membawa variasi genetik yang diwariskan dari keluarga.

Walaupun kedua kelompok ini sekilas tampak mirip, tetapi penyebabnya sebenarnya berbeda. Nah, perbedaan asal-usul genetik inilah yang menjelaskan mengapa gejala pada setiap anak tidaklah sama.

Itulah ulasan mengenai berbagai tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku menurut studi terbaru.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda