Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ketahui Cara Pijat Bayi yang Benar, Waktu Terbaik dan Manfaatnya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Jan 2026 15:40 WIB

Ketahui Cara Pijat Bayi yang Benar, Waktu Terbaik, Syarat Diperbolehkan & Manfaatnya
Ilustrasi Cara Pijat Bayi yang Benar, Waktu Terbaik, Syarat Diperbolehkan & Manfaatnya/Foto: Getty Images/kokouu
Daftar Isi
Jakarta -

Tak hanya orang dewasa, pijatan juga bisa diberikan pada bayi, Bunda. Untuk itu, penting untuk mengetahui cara pijat bayi yang benar agar manfaatnya maksimal bagi Si Kecil.

Kalau Si Kecil sedang rewel atau mengalami masalah ringan seperti perut kembung atau pilek, ternyata pijat bisa menjadi cara efektif untuk membuatnya merasa lebih nyaman sekaligus tenang.

Memberikan pijatan pada bayi juga menjadi momen bonding antara Bunda dan Si Kecil. Lebih dari itu, sentuhan lembut yang bayi rasakan membuat mereka merasa dicintai, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Seorang dokter anak sekaligus founder dari The Little Lamb Pediatric Wellness Place, dr Roselyne M, mengatakan bahwa pijat bayi adalah salah satu cara termudah untuk menunjukkan cinta kepada Si Kecil.

"Salah satu cara termudah dan tercepat untuk mengasuh dan menunjukkan cinta kepada bayi ialah melalui pijat bayi," ujar dr Roselyne, dikutip dari laman Smart Parenting.

Waktu yang tepat untuk pijat bayi

Bunda, perlu kita ketahui bersama bahwa terdapat waktu yang tepat untuk memijat Si Kecil. Menurut Bidan sekaligus founder Ayra Homecare Pijat Bayi, Laili Romdina Amd. Keb, bayi sebenarnya bisa mulai dipijat sejak baru lahir.

"Untuk bayi bisa dipijat dari usia 0 hari sebenarnya. Tapi, Bunda bisa menunggu sampai tali pusarnya puput," ujar Bidan Laili kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Selain itu, dr. Roselyne menyarankan Bunda untuk menunggu sekitar 30-45 menit setelah menyusui sebelum mulai memijat bayi. Sedangkan untuk bayi yang minum susu formula, sebaiknya tunggu sekitar satu jam setelah minum.

Nah sebelum memijat, pastikan juga Si Kecil sedang tenang dan tidak rewel ya, Bunda.

Manfaat pijat bayi

Pijat bayi ternyata punya banyak manfaat untuk tubuh Si Kecil. Selain merangsang sensoriknya, pijat juga membantu peredaran darah menjadi lebih lancar.

Pijat bayi juga membuat sirkulasi darah ke seluruh tubuh lebih baik. Darah yang kaya oksigen dan nutrisi bisa sampai ke area penting seperti wajah dan dada.

Enggak cuma itu, pijat bayi membantu mendorong pelepasan hormon perasaan baik dan endorfin, seperti oksitosin, yang membuat Si Kecil merasa lebih tenang. Dengan begitu, Si Kecil biasanya jadi tidak rewel setelah dipijat, Bunda.

Selain manfaat yang sudah disebutkan, terdapat juga manfaat lain, lho. Simak penjelasannya dirangkum dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  • Membantu bayi menyusu lebih sering, sehingga kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
  • Membantu bayi bertambah berat badan secara sehat dan optimal.
  • Membuat bayi tidur lebih nyenyak dan durasinya lebih lama.
  • Meningkatkan ikatan emosional atau bonding antara Bunda dan bayi.

Kapan harus menghindari pijat bayi?

Seperti yang kita ketahui, bahwa pijat bayi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Dahulu, orang sering memijat bayi saat masuk angin atau demam untuk membuat mereka nyaman.

Namun, tahukah Bunda? Si Kecil yang sedang demam sebaiknya tidak dipijat, ya. Pijatan justru bisa membuat suhu tubuhnya meningkat dan menimbulkan risiko kejang.

"Kalau bayi dipijat ketika demam, khawatirnya suhunya malah lebih tinggi dan khawatirnya bayinya malah kejang. Jadi pastikan bayi dalam kondisi sehat," kata Bidan Laili Romdina.

Saat dipijat, bayi juga bisa memberi tanda kalau mereka merasa tidak nyaman. Untuk bayi di bawah 3 bulan, biasanya mereka menangis lebih keras dan terus menggerakkan tubuhnya.

Sementara itu, Bidan Laili menyampaikan bahwa bayi di atas 3 bulan akan lebih ekspresif jika merasa tidak nyaman. Mereka bisa mendorong tangan terapis atau menjauh saat tidak ingin dipijat.

"Tapi kalau sudah di atas 3 bulan, bayi sudah lebih ekspresif, bayi sudah lebih mengenal siapa yang ada di sekitarnya, biasanya kalau tidak mau, bayi akan mendorong tangan terapis atau menjauh. jadi ciri-cirinya yang paling pertama pastinya menangis," ungkap Bidan Laili.

Berapa lama jarak waktu antara pijat bayi dan mandi?

Ilustrasi Pijat BayiIlustrasi Pijat Bayi/Foto: iStock

Setelah memijat Si Kecil, bayi sebenarnya bisa langsung dimandikan, ya. Dilansir dari jurnal Sean Institute, supaya pijatan tetap terasa manfaatnya, sebaiknya tunggu terlebih dahulu sekitar satu jam sebelum Bunda memandikan Si Kecil.

Hal ini juga membantu minyak pijat meresap ke kulit bayi dan membuat tubuhnya tetap hangat.

Syarat-syarat diperbolehkannya pijat bayi

Sebelum mulai memijat Si Kecil, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar pijat tetap aman dan nyaman. Berikut penjelasannya dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

1. Perut bayi tidak penuh

Pertama, pijat bayi hanya boleh dilakukan saat perutnya kosong atau tidak penuh ya, Bunda. Sebaiknya jangan memijat setelah bayi menyusu atau makan karena bisa membuat mereka merasa tidak nyaman atau bahkan muntah.

2. Bayi siap dan nyaman

Pijat sebaiknya dilakukan ketika bayi dalam kondisi siap dan nyaman. Kalau Si Kecil sedang lapar atau menolak untuk dipijat, sebaiknya tunda terlebih dahulu agar mereka tidak stres atau rewel.

3. Tidur bayi tidak diganggu

Pijat bayi sebaiknya dilakukan saat mereka sadar dan dalam kondisi rileks. Jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat, karena pijatan akan lebih nyaman dan efektif saat mereka sedang tenang.

4. Bayi dalam keadaan sehat

Pijat bayi sebaiknya Bunda hindari jika mereka sedang sakit atau demam. Pastikan Si Kecil juga diperiksa oleh tenaga kesehatan supaya pijatan tetap aman untuk Si Kecil.

5. Gunakan media pijat

Satu hal yang enggak kalah penting, yaitu Bunda bisa gunakan lotion yang bebas pewangi kuat, baby oil, atau minyak kelapa saat memijat bayi. Selain membuat tangan lebih lembut bergerak, ini juga dapat menjaga kulit bayi tetap nyaman.

6. Perhatikan respons bayi

Amati reaksi bayi selama pijat ya, Bunda. Kalau bayi menangis atau menolak, sebaiknya hentikan dan lihat penyebabnya sebelum melanjutkan pijatan.

Apa bedanya baby spa dan baby massage?

Sekarang banyak orang tua yang ingin memanjakan Si Kecil dengan baby spa atau baby massage. Lantas, apa ya bedanya kedua perawatan ini?

Meski sekilas terlihat mirip, baby spa dan baby massage alias pijat bayi mempunyai perbedaan yang penting untuk Bunda ketahui.

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kata spa berasal dari nama sebuah kota di Belgia yang terkenal dengan sumber air panas untuk pengobatan. Selain itu, spa juga merupakan akronim Latin sanitas per aqua yang artinya air untuk kesehatan. Nah, baby spa biasanya dilakukan dengan mandi atau berendam.

Sementara itu, baby massage lebih fokus pada pijatan lembut untuk relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, dan bonding antara Bunda dengan Si Kecil.

Apakah boleh pijat bayi setiap hari?

Menilik dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, bayi sebenarnya boleh dipijat setiap hari. Bunda bisa lakukan pijatan dengan perlahan selama 15-20 menit agar Si Kecil merasa rileks.

Pijatan yang dilakukan rutin juga dapat membantu bayi lebih tenang saat tidur. Waktu terbaik untuk memijat biasanya saat peralihan pagi ke siang atau sore hari, Bunda.

Cara pijat bayi yang benar

Terdapat beberapa cara memijat bayi yang bisa diperhatikan agar pijatan lebih nyaman dan aman. Bidan Laili Romdina membagikan beberapa teknik pijat bayi yang bisa Bunda lakukan di rumah. Simak, yuk.

1. Teknik pijat I Love You

Pijat Bayi Gerakan I Love YouPijat Bayi Gerakan I Love You/Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi

Pertama, Bunda bisa mencoba teknik pijat "I Love You" atau ILU untuk Si Kecil. Teknik ini bisa membantu meredakan kembung dan membuat bayi lebih nyaman.

Awali dengan menuangkan minyak ke telapak tangan, hangatkan sebentar, lalu sentuhkan perlahan ke perut bayi. Mulailah dengan membuat gerakan huruf "I" di sisi kiri perut.

"Letakkan tiga jari di perut sebelah kiri anak, tekan perlahan ke arah bawah sampai panggul, lalu ulangi 5-15 kali," ujar Bidan Laili.

Setelah itu, Bunda bisa lanjutkan dengan gerakan huruf "L" terbalik dari sisi kanan perut, tarik ke kiri, lalu ke bawah membentuk setengah lingkaran.

Kemudian, buat gerakan huruf "U" terbalik dari perut kanan bawah, tarik ke atas, lalu ke kiri, dan akhiri di sisi kiri bawah untuk membantu gas keluar dari perut bayi.

2. Teknik pijat dagu

Selanjutnya, Bunda juga bisa memijat area dagu Si Kecil untuk mengurangi ketegangan di area lidah dan mulut. Teknik ini dimulai dari dagu dan berakhir ke samping telinga, untuk membuat bayi lebih nyaman saat mengunyah atau menyusu.

"Tujuannya adalah mengurangi ketegangan pada area lidah dan area mulut bayi. Mulai dari dagu, tekan lembut bawa ke samping telinga," kata Bidan Laili.

Teknik ini juga membantu saat Si Kecil sedang tumbuh gigi. Pijatan bisa meringankan rasa tidak nyaman karena gusinya yang bengkak, Bunda.

3. Teknik pijat smile

Nah, kalau Si kecil sedang pilek, Bunda bisa coba teknik pijat smile untuk membantu melegakan hidung yang tersumbat. Pijatan ini membuat bayi merasa lebih nyaman dan rileks.

Tekniknya Bunda bisa mulai dari cuping hidung, tekan sedikit dengan ibu jari, lalu arahkan ke samping mengikuti tulang pipi secara lembut.

"Kita bisa sedikit tekan lalu kita arahkan ke samping membentuk senyuman. Kita sedikit tekan lalu bawa ke samping. Ikuti tulang pipi dan lakukan secara lembut. Mulai dari dalam dan tarik ke arah samping," tutur Bidan Laili.

Itulah ulasan lengkap seputar cara pijat bayi yang benar, waktu terbaik, syarat diperbolehkan, dan manfaatnya bagi Si Kecil. Semoga penjelasannya bisa membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda