Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Mengenal Lighthouse Parenting, Pola Asuh yang Disebut Bikin Anak Tangguh

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 04 Jan 2026 14:00 WIB

Lighthouse parenting
Lighthouse parenting/ Foto: Getty Images/kate_sept2004
Daftar Isi

Pola asuh dapat menggambarkan berbagai strategi yang cenderung digunakan orang tua dalam membesarkan anak. Pola asuh mencakup perilaku dan sikap orang tua serta lingkungan emosional tempat mereka membesarkan anak-anak mereka.

Peran orang tua dalam mengasuh tentu memengaruhi perkembangan anak. Penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dapat memiliki berbagai efek pada anak-anak.

Beberapa bidang kehidupan anak yang mungkin terpengaruh, baik saat ini maupun di masa depan, meliputi akademik, kesehatan mental, harga diri, hubungan sosial, hingga hubungan ketika mereka dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada pola asuh yang disebut bikin anak tangguh yaitu lighthouse parenting. Mungkin Bunda ada yang sudah dan juga ada yang baru pertama kali mendengarnya. 

Apa itu lighthouse parenting? Yuk, kita pahami melalui informasi dalam artikel kali ini!

Apa itu lighthouse parenting

Lighthouse parenting menggabungkan pengasuhan, kasih sayang, perlindungan, dan komunikasi dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk berkembang.

Layaknya mercusuar, gaya pengasuhan ini memberikan sumber bimbingan yang stabil tanpa terlalu terlibat, seperti yang terlihat pada pola pengasuhan helikopter, atau terlalu lepas tangan, seperti pada pola pengasuhan bebas.

Lighthouse parenting berada di garis batas di mana Anda tidak terlalu terlibat, tetapi Anda juga tidak permisif dan acuh tak acuh,” jelas Joe Farrell, LCSW, pemilik dan psikoterapis Peninsula Child & Family Services di Virginia, dikutip dari Parents.

Komponen besar dari lighthouse parenting melibatkan kehadiran dan ketersediaan bagi anak-anak Anda kapan pun mereka membutuhkan bimbingan tanpa melampaui batas.

“Dengan pola asuh helikopter, orang tua tidak memberi (anak-anak mereka) kesempatan untuk meminta bantuan karena mereka mengidentifikasi masalah sebelum muncul. Mereka memberikan solusi yang tidak diminta dan tidak membiarkan anak-anak mereka berjuang,” kata Farrell.

Sebaliknya, katanya, orang tua yang menggunakan pendekatan mercusuar atau lighthouse menghindari menyelesaikan masalah anak-anak secara instan. Orang tua lebih berupaya membina hubungan agar mereka merasa aman dan nyaman menyampaikan masalah dan tantangan kepada orang tua. 

Orang tua membangun kepercayaan anak-anak jika mereka membutuhkannya, orang tua mereka akan mengatasi momen-momen sulit ini bersama mereka.

Prinsip-prinsip utama lighthouse parenting

Ada pun prinsip-prinsip utama lighthouse parenting adalah:

  • Memeriksa dan berkomunikasi
  • Menyeimbangkan otonomi dan bimbingan
  • Memberi anak-anak ruang yang cukup untuk mengalami dan belajar dari kegagalan
  • Selalu siap sedia ketika bimbingan dibutuhkan
  • Mendorong kemandirian dan ketahanan
  • Memberi anak-anak kesempatan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah sendiri

Manfaat lighthouse parenting

Apa manfaat menerapkan pola asuh tersebut? Berikut beberapa manfaat paling signifikan dari lighthouse parenting:

1. Mendorong batasan yang sehat

Orang tua yang menerapkan lighthouse parenting menetapkan batasan dan kendali yang sehat bagi anak, tanpa terlalu memaksa atau terlalu terlibat. Ini membantu menumbuhkan keterampilan hidup penting seperti kemandirian, pemecahan masalah, dan ketahanan, sekaligus membangun harga diri dan kepercayaan diri mereka.

2. Menciptakan hubungan orang tua-anak yang suportif

Pendekatan lighthouse parenting menghargai komunikasi terbuka dan refleksi diri, dan mendorong anak-anak untuk datang kepada orang tua untuk meminta bimbingan, yang meletakkan dasar bagi hubungan yang nyaman dan suportif.

3. Membangun keterampilan mengatasi masalah yang lebih baik

Salah satu pilar lighthouse parenting adalah menawarkan bimbingan kepada anak-anak ketika dibutuhkan, alih-alih campur tangan dalam menyelesaikan masalah mereka. Pendekatan ini dapat membantu anak-anak membangun keterampilan mengatasi masalah yang efektif dan memperkuat ketahanan mereka, yang dapat mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan sepanjang hidup mereka.

Kelemahan lighthouse parenting

Meskipun orang tua dapat menyesuaikan pola pengasuhan mercusuar untuk memenuhi kebutuhan anak-anak sesuai dengan kondisi mereka, psikolog dari Amerika Serikat, Francyne Zeltser, PsyD, mencatat bahwa pola ini mungkin tidak cocok untuk semua keluarga.

“Beberapa anak membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dan langsung agar merasa aman dan sukses, terutama mereka yang kesulitan mengatasi kecemasan, impulsif, atau pengaturan emosi,” kata Zeltser, yang juga seorang direktur klinis senior layanan kesehatan mental dan pengujian di Manhattan Psychology Group, dikutip dari The Bump.

Dan meskipun hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang adalah inti dari lighthouse parenting, Zeltser juga mengatakan bahwa gaya pengasuhan ini sangat bergantung pada kemampuan orang tua untuk tetap tenang, seimbang secara emosional, dan konsisten.

“Orang tua yang sangat cemas atau mudah kewalahan mungkin kesulitan untuk mempertahankan kehadiran yang stabil yang dibutuhkan oleh pendekatan ini,” ungkapnya. 

Intinya, seperti halnya pendekatan pengasuhan lainnya, pengasuh dan anak-anak mungkin perlu membuat pilihan dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan situasi masing-masing. Apakah Bunda berminat menerapkan lighthouse parenting? Alih-alih menyelesaikan masalah anak, dorong mereka untuk bisa mencari problem solving atas apa yang sedang dihadapinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda