Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Negara Ini Larang Pewarna Makanan Buatan, Demi Selamatkan Anak dari Diabetes hingga Obesitas

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Kamis, 01 Jan 2026 17:50 WIB

Pewarna makanan berbahaya
Pewarna makanan berbahaya/ Foto: Getty Images/Rimma_Bondarenko
Daftar Isi

Pewarna makanan membuat sajiannya menjadi lebih menarik, terutama untuk anak-anak. Tetapi karena risiko kesehatannya, Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) akan menghapus penggunaan pewarna berbasis minyak bumi demi melindungi kesehatan anak.

Warna-warna yang cerah dan mencolok pada makanan sering kali menarik perhatian Si Kecil. Tak heran, anak jadi lebih bersemangat untuk mencicipi makanan tersebut, termasuk anak-anak di Amerika yang memiliki tingkat konsumsi makanan berwarna cukup tinggi.

Bahkan, dikatakan Komisaris FDA, Marty Makary, MD, MPH, Amerika saat ini sedang menghadapi gejolak masalah kesehatan yang sangat serius pada anak-anak. Dilaporkan anak-anak mulai mengidap diabetes, obesitas, depresi, hingga ADHD yang disebabkan oleh pewarna makanan buatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tak sedikit orang tua dan dokter yang mengkhawatirkan hal tersebut. Mereka pun mendorong pemerintah untuk melakukan upaya dalam menciptakan sanitasi makanan yang lebih aman bagi generasi mendatang.

Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini, Bunda.

Apa itu pewarna makanan dan mengapa digunakan?

Perlu Bunda ketahui, pewarna makanan termasuk dalam kategori aditif, yaitu zat tambahan yang digunakan dalam makanan untuk berbagai tujuan. Misalnya, untuk memberi warna, memperbaiki tekstur, hingga memperpanjang masa simpan makanan.

Umumnya pewarna memang digunakan agar visual produk terlihat lebih menarik dan konsisten. Namun, kombinasi antara gula yang tinggi dan pewarna buatan akan menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang.

Seberapa berbahaya pewarna makanan buatan?

Selama ini, FDA memang mengatur dan menyetujui pewarna pada makanan melalui status GRAS (Generally Recognized as Safe). Artinya, bahan tersebut dianggap aman berdasarkan data ilmiah yang tersedia saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa zat pewarna yang dulunya dianggap aman, kini mulai dipertanyakan kembali.

Para ahli menekankan bahwa bukti ilmiah terbaru menunjukkan sebagian pewarna makanan buatan mungkin tidak lagi bisa dikatakan dalam kategori aman, terutama untuk anak-anak. Sebab, beberapa pewarna bahkan belum dievaluasi ulang selama puluhan tahun sehingga paparan zat kimianya dikhawatirkan mempengaruhi anak-anak.

Ahli kesehatan Julie Chapon, menyoroti empat pewarna yang paling sering ditemukan dalam permen dan camilan anak, yaitu Merah No. 40, Biru No. 1, Kuning No. 5, dan Kuning No. 6. Dilansir dari laman resmi FDA, pewarna ini diduga memiliki kaitan dengan gangguan hiperaktif dan defisit perhatian pada anak.

Selain itu, beberapa penelitian yang dilansir Parents juga mengaitkan masalah konsumsi pewarna buatan dengan risiko kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta masalah kesehatan saraf lainnya. Tak heran, jika hari ini semakin banyak orang tua yang lebih teliti membaca daftar kandungan makanan anak-anak mereka.

Bagaimana FDA dan pemerintah menangani hal ini?

Pada April 2025, FDA mengumumkan kerja sama dengan industri makanan untuk menetapkan standar nasional dan rencana penghapusan pewarna berbasis minyak bumi. Target pewarna sintetis yang akan dihapus pada akhir 2027 adalah Merah No. 40, Kuning No. 5, Kuning No. 6, Biru No. 1, Biru No. 2, dan Hijau No. 3.

Sebagai gantinya, FDA membuka peluang penggunaan pewarna alami baru dan mempercepat peninjauan zat warna alami lainnya, seperti ekstrak ganggang biru, gardenia biru, bunga kacang polong kupu-kupu, dan kalsium fosfat.

Selain itu, FDA juga telah mencabut izin penggunaan Merah No. 3, yang sebelumnya dikaitkan dengan risiko kanker pada hewan laboratorium, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Tak hanya itu, FDA bersama National Institutes Health (NIH) meneliti dampak pewarna makanan terhadap kesehatan dan perkembangan anak.

Sejalan dengan langkah FDA, beberapa regulasi di negara bagian AS mulai melarang pewarna yang memiliki potensi berbahaya. Gubernur Gavin Newsom menandatangani Undang-Undang Keamanan Pangan Sekolah California pada September 2024, dan menekan perlunya siswa untuk mendapatkan makanan bergizi.

“Undang-undang baru California akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak-anak sekolah di California, tetapi anak-anak di seluruh negeri berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk masa depan yang lebih sehat,” tegasnya.

Selain itu, pada bulan Maret 2025, Virginia Barat juga melarang beberapa pewarna makanan dari makan siang sekolah sejak tanggal 1 Agustus 2025 dan juga barang-barang makanan yang dijual di negara bagian mulai tanggal 1 Januari 2028.

Cara orang tua melindungi anak dari bahaya pewarna makanan

Di tengah proses perubahan kebijakan yang bertahap, Bunda dan orang tua lainnya tetap memiliki peran besar dalam melindungi Si Kecil dari konsumsi pewarna makanan buatan yang berlebih. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Jika memungkinkan, Bunda bisa memilih bahan makanan utuh dan masak sendiri di rumah. Dengan begitu, Bunda juga lebih yakin tentang apa saja yang masuk ke dalam makanan anak.
  2. Bunda bisa membatasi anak untuk konsumsi makanan manis, seperti permen dan minuman berwarna. Tidak harus melarang sepenuhnya, tetapi atur porsinya agar tetap dalam jumlah wajar.
  3. Bunda bantu terapkan pola makan yang sehat dan beragam. Si Kecil tetap boleh menikmati makanan penutup atau camilan, asalkan kebutuhan nutrisi utama sudah terpenuhi melalui makanan seimbang.
  4. Bunda bisa memilih cemilan atau permen yang menggunakan pewarna alami atau berbahan dasar buah. Meski terkadang lebih sulit ditemukan, alternatif ini cenderung lebih aman.
  5. Bunda sebagai orang tua perlu memberi contoh. Dengan menampilkan kebiasaan makan yang sehat, anak akan lebih mudah peka terhadap konsumsi makanan sehat sejak dini.

Langkah FDA mungkin membutuhkan waktu untuk benar-benar terasa dampaknya. Namun, kesadaran orang tua dan pola hidup sehari-hari tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak dari risiko penyakit seperti diabetes dan obesitas, Bunda.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan edukasi untuk para orang tua tentang betapa berbahaya pewarna buatan yang dikonsumsi oleh anak-anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda