parenting
Cuti Orang Tua di Spanyol Kini Terlama di Eropa, Bagaimana dengan Indonesia?
HaiBunda
Minggu, 30 Nov 2025 11:20 WIB
Beberapa waktu lalu, Spanyol mengumumkan kebijakan baru yang menarik perhatian banyak orang tua. Ayah dan Bunda akan mendapatkan libur kerja tambahan setelah kelahiran anak.
Langkah ini berasal dari komitmen pemerintah Spanyol untuk mendorong kesetaraan gender. Peran Ayah dalam pengasuhan anak kini semakin diakui dan didorong supaya bisa lebih aktif, Bunda.
Menteri Tenaga Kerja Spanyol, Yolanda Diaz, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah. Tujuannya ialah untuk menciptakan lingkungan yang adil bagi kedua orang tua dalam merawat anak mereka.
"Spanyol sedang bergerak menuju feminisme dan kesetaraan, dan tidak akan ada jalan kembali. Kami menantikannya," kata Yolanda Diaz dikutip dari laman Reuters.
Sebenarnya, berapa lama orang tua di Spanyol akan mendapatkan cuti setelah kelahiran anak?
Orang tua di Spanyol mendapatkan cuti kelahiran terlama
Dikutip dari laman Reuters, pemerintah Spanyol berencana memperpanjang cuti melahirkan bagi Ayah maupun Bunda menjadi 17 pekan atau selama empat bulan dengan gaji penuh.
Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan dua minggu cuti berbayar yang bisa dimanfaatkan hingga anak berusia delapan tahun. Namun, rencana ini masih harus mendapatkan persetujuan resmi dari parlemen Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, akan membutuhkan dukungan dari berbagai partai kecil untuk bisa meloloskan aturan ini. Lebih dari itu, ia bahkan mendesak supaya cuti orang tua bisa ditambah lebih lama dari yang diusulkan pemerintah.
Lantas, bagaimana kondisi cuti orang tua setelah kelahiran anak di negara lain, termasuk Indonesia?
Sebagian perusahaan di Indonesia mulai memberikan cuti kelahiran anak
Menilik dari CNBC Indonesia, riset terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai memberikan cuti Ayah. Meski begitu, implementasinya hingga kini masih tergolong terbatas.
Fase pasca persalinan adalah masa yang sangat menantang secara fisik maupun emosional bagi Bunda. Sayangnya, dukungan dari perusahaan untuk peran Ayah dalam mendampingi istrinya saat melahirkan masih sangat minim.
Berdasarkan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak No. 4 Tahun 2024, pekerja laki-laki berhak mendapatkan cuti dua hari untuk mendampingi istrinya saat melahirkan. Cuti ini bisa diperpanjang hingga tiga hari atau sesuai kesepakatan dengan perusahaan.
Laporan Jobstreet by SEEK bertajuk "Rekrutmen, Kompensasi, dan Tunjangan 2025" menunjukkan bahwa tren cuti Ayah mulai meningkat sepanjang tahun 2024. Lebih dari itu, riset dari Populix pada 2024 juga menampilkan bahwa 56 persen perusahaan di Indonesia kini sudah mulai memberikan cuti kelahiran anak selama tiga bulan, Bunda.
Perusahaan yang memberikan cuti orang tua tentunya bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Enggak hanya itu saja, hal ini juga dapat membangun citra positif perusahaan.
Itulah ulasan lengkap terkait cuti orang tua di Spanyol kini menjadi yang terlama di Eropa. Di sisi lain, Indonesia juga mulai menerapkan cuti kelahiran anak di sebagian perusahaan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ribuan Ayah Dipecat Usai Ambil Paternity Leave, Kenapa Demikian?
Parenting
Ternyata Setengah Ayah Bekerja Malu Mengajukan Cuti untuk Anak, Kok Bisa?
Parenting
Kisah Sepiring Pancake, Pesan Seorang Ayah untuk Anak soal Kondisi Indonesia
Parenting
Pasangan RI-Spanyol Terpaksa Pisah dengan Bayinya saat Pulang dari RS, Alasannya..
Parenting
Hal-hal Unik dari Pola Asuh Anak di Spanyol
9 Foto
Parenting
Cantiknya Leonor dan Sofia, Princess Cilik dari Kerajaan Spanyol
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ternyata Setengah Ayah Bekerja Malu Mengajukan Cuti untuk Anak, Kok Bisa?
Fenomena Dad Guilt pada Para Ayah Baru: Rasa Bersalah yang Jarang Dibicarakan
Ribuan Ayah Dipecat Usai Ambil Paternity Leave, Kenapa Demikian?