
parenting
Lesung Pipi di Wajah Anak, Benarkah Diwariskan secara Genetik? Cek Fakta Menariknya
HaiBunda
Jumat, 29 Aug 2025 18:13 WIB

Daftar Isi
Senyum anak dengan lesung pipi memang selalu berhasil bikin hati Bunda meleleh. Ada kesan manis sekaligus menggemaskan yang membuat siapa pun sulit untuk mengalihkan pandangan.
Setiap kali Si Kecil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya, suasana seolah menjadi lebih ceria. Bunda mungkin sering bertanya, kenapa ada anak yang mempunyai lesung pipi, sementara yang lain tidak.
Banyak yang menganggap lesung pipi sebagai daya tarik istimewa sejak kecil. Bahkan tak jarang juga, bentuk ini membuat wajah terlihat lebih ramah dan menawan.
Tetapi, apa sebenarnya yang membuat lesung pipi bisa muncul di wajah anak? Nah, Bunda, ada sejumlah fakta menarik yang bisa disimak lebih lanjut.
Bagaimana lesung pipi di wajah anak terbentuk?
Menilik dari laman Healthline, lesung pipi sering muncul karena adanya variasi pada otot wajah bernama Zygomaticus major. Otot ini berfungsi mengangkat sudut mulut setiap kali Si Kecil tersenyum.
Pada sebagian anak, otot ini terbagi menjadi dua jalur ketika menuju mulut. Nah, kondisi inilah yang membuat kulit tertarik dan menghasilkan cekungan kecil yang disebut lesung pipi, Bunda.
Uniknya, satu jalur otot menempel di sudut mulut, sementara jalur lain terhubung ke kulit di bawahnya. Saat Si Kecil tersenyum lebar, gerakan otot ini membuat cekungan tampak jelas.
Fenomena ini dikenal sebagai otot ganda atau Bifid zygomaticus major. Tidak heran Bunda, senyum dengan lesung pipi pada Si Kecil selalu terlihat manis dan istimewa.
Meskipun kadang dianggap sebagai "cacat lahir", lesung pipi justru sangat umum ditemukan. Kabar baiknya, lesung pipi tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan Si Kecil.
Benarkah lesung pipi dapat diturunkan pada anak?
Lesung pipi sering dianggap sebagai tanda manis pada wajah anak. Bunda perlu tahu, sifat ini bisa diturunkan lewat gen yang diwarisi dari Bunda maupun Ayah, lho!
Sifat gen biasanya terbagi menjadi dominan dan resesif. Bila Bunda atau Ayah punya gen dominan untuk lesung pipi, kemungkinan anak juga mewarisinya cukup besar.
"Namun, laporan beberapa anggota keluarga yang sama memiliki jenis lesung pipi serupa menunjukkan bahwa gen bisa menjadi faktor," ujar seorang maxillofacial surgeon (dokter bedah maksilofasial) dan dosen klinis senior di Birmingham, dr. Ross Elledge, dikutip dari Science Focus.
"Di sinilah hanya satu dari sepasang gen yang perlu menunjukkan sifat pembentuk lesung pipi agar bisa muncul dalam wujud fisik," tambahnya.
Meski begitu, Elledge menegaskan, bahwa hal ini masih belum sepenuhnya jelas. Ia menambahkan bahwa ada banyak faktor yang membuat jawabannya tidak bisa dipastikan secara mutlak.
"Jawabannya masih jauh dari pasti, dan masih ada perdebatan mengenai pola pasti pewarisan sifat ini," sambung Elledge.
Mengapa lesung pipi sering dianggap menarik?
Lesung pipi sering dianggap istimewa karena bisa membuat senyuman terlihat lebih manis. Tak heran banyak orang yang merasa penampilan jadi lebih ramah saat memiliki lesung.
Melansir dari Healthline, bahwa dalam beberapa budaya, lesung pipi bahkan dianggap sebagai tanda kecantikan dan keberuntungan. Menarik ya, Bunda, bagaimana satu fitur kecil di wajah ini bisa punya makna yang begitu besar.
Lesung juga bisa memperkuat ekspresi wajah saat tersenyum. Hal ini membuat komunikasi terasa lebih hangat dan emosinya lebih mudah terbaca, Bunda.
Berapa banyak orang yang punya lesung pipi?
Menilik dari Science Focus, sayangnya, data mengenai seberapa umum lesung pipi masih bervariasi, Bunda. Meski begitu, diperkirakan sekitar 20 hingga 30 persen populasi dunia memilikinya.
Menurut ulasan oleh Phan dan Onggo tahun 2019, prevalensi lesung pipi ditemukan pada 34 persen orang Amerika, tetapi hanya 12,3 persen pada orang Eropa.
"Prevalensi ini pernah diteliti dalam ulasan oleh Phan dan Onggo tahun 2019, ditemukan 34 persen pada orang Amerika tetapi hanya 12,3 persen pada orang Eropa. Secara keseluruhan, prevalensinya 22,7 persen, namun tampaknya ada perbedaan antar populasi," tulis Phan dan Onggo, dihimpun dari Science Focus.
Lesung pipi bisa bersifat permanen atau sementara, dan prevalensinya bisa berubah seiring usia, Bunda. Misalnya, penelitian yang diterbitkan oleh Athena Pentzos-DaPonte menunjukkan peningkatan signifikan prevalensi lesung pada masa kanak-kanak.
Apakah lesung pipit hanya terbentuk di pipi wajah?
Bunda, ternyata lesung pipit tidak hanya ada di pipi wajah saja, lho! Ada juga yang disebut dengan lesung dagu maupun Lesung Venus di bagian punggung bawah.
"Tidak ada korelasi signifikan antara lesung pipi dengan lesung dagu. Lesung Venus, yang secara ilmiah dikenal sebagai fossae lumbales laterales, adalah lekukan simetris yang disebabkan oleh ligamen pendek yang menghubungkan kulit dengan tulang iliaka posterior superior, bagian belakang tulang pinggul," jelas dr. Ross Elledge, Dikutip dari Science Focus.
Genetikanya pun masih penuh dengan misteri, Bunda. Studi bahkan mencatat, bahwa Lesung Venus cukup umum, yaitu muncul pada sekitar 19,4 persen populasi.
Lesung sakral tengah juga menarik untuk diketahui anak. Lesung ini biasanya terbentuk di bagian bawah punggung, meski hanya ditemukan pada sekitar 4 persen bayi.
Apakah lesung pipi bisa dibuat?
Bunda mungkin penasaran, apakah lesung pipi hanya bawaan lahir atau bisa dibuat. Faktanya, dalam beberapa budaya, lesung dianggap sebagai simbol keberuntungan atau kecantikan, sehingga ada permintaan untuk operasi kosmetik khusus.
"Proses ini dengan penuh kasih dijuluki sebagai 'dimpleplasty' dan permintaannya terus meningkat. Lokasi paling umum untuk membuat lesung pipi adalah pada titik yang disebut titik Khoo Boo-Chai (atau titik KBC untuk singkatnya), yaitu di persilangan antara garis horizontal yang ditarik dari sudut mulut dan garis vertikal yang dijatuhkan dari sudut luar mata," ujar dr. Ross Elledge.
Proses pembuatan lesung bisa dilakukan dengan membuat sayatan kecil dari dalam mulut di titik yang diinginkan. Jahitan lalu ditarik hingga mengikat bagian dalam kulit dengan otot sehingga terbentuk lekukan khas lesung.
"Prosedur ini bisa dikombinasikan dengan dermal filler untuk menambah efek 'chubby' alami pada pipi," jelas Elledge.
"Seperti halnya prosedur bedah lain, ada risikonya, termasuk cedera pada saraf yang mengendalikan otot ekspresi wajah serta infeksi pada luka," sambungnya.
Demikian ulasan mengenai lesung pipi yang membuat wajah terlihat lebih manis dan menarik. Meskipun pada faktanya ini adalah cacat bawaan lahir, lesung pipi bukan penyakit yang harus dikhawatirkan untuk pertumbuhan anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Parenting
Tahapan Perawatan Ortodonti Anak dengan Bibir Sumbing

Parenting
3 Cara Mudah Mengasah Kepercayaan Diri Anak Sejak Usia Dini

Parenting
Kenali 13 Karakteristik Anak Usia Dini demi Mendukung Perkembangannya

Parenting
8 Tips Simpel & Asyik Ajarkan Anak Bahasa Inggris Dijamin Enggak Bosan

Parenting
10 Cara Melatih Mata agar Penglihatan Anak Tidak Lemah, Bunda Bisa Coba


5 Foto
Parenting
Bikin Gemas! Ini 5 Potret Terbaru Hamish Daud dan Sang Putri Zalina
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda