Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bukan MSCI, Ini Masalah yang Dinilai Lebih Berbahaya bagi Rupiah Menurut Ekonom

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 06 Nov 2026 14:00 WIB

Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi rupiah / Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

Melemahnya nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian di Indonesia, Bunda. Berbagai faktor turut memengaruhi nilai tukar, mulai dari kondisi pasar hingga ketidakpastian ekonomi global.

Namun, ekonom menilai ancaman terbesar bagi rupiah bukanlah isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), melainkan ada persoalan lain yang dinilai lebih berbahaya. Menurut Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, sentimen negatif MSCI bukan faktor fundamental pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan faktor geopolitik.

"Kalau kita lihat faktor-faktor lebih besar yang mempengaruhi justru adalah geopolitik, kalau geopolitiknya membaik active fund (pemodal asing) ini masih masuk ke pasar saham Indonesia. Tapi kalau geopolitiknya memburuk itu dia cenderung keluar," kata Irman saat media briefing Bank Indonesia di Sabang, Aceh pada Kamis (5/11/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perlu diketahui, MSCI adalah perusahaan penyedia indeks pasar keuangan global yang menjadi acuan bagi investor dalam menilai dan membandingkan kinerja pasar saham di berbagai negara. Pertimbangan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar tersendiri menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh. Kondisi tersebut juga diiringi keluarnya arus modal asing dari pasar saham Indonesia.

Menurut catatan CNBC Indonesia, aksi jual saham oleh pelaku pasar asing mencapai Rp95,98 triliun dan terjadi jual bersih oleh investor asing mencapai Rp16,5 triliun

Irman sendiri menekankan bahwa keluarnya arus modal asing di pasar saham tidak menjadi faktor fundamental bagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Efek negatif sentimen MSCI lebih berdampak langsung terhadap keluarnya modal asing di pasar saham dibandingkan pasar keuangan lainnya.

Lantas, benarkah sentimen MSCI yang menjadi pemantik keluarnya investor dari pasar saham?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda