Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang EQ Tinggi dari Sikapnya saat Marah, Tak Sembarangan Meluapkan Emosi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 06 Nov 2026 06:55 WIB

Female professional sitting at her office desk practicing deep breathing exercises, calmly inhaling and exhaling to reduce stress, anxiety and mental fatigue during a busy workday.
Ilustrasi Cara Mengenali Orang EQ Tinggi dari Sikapnya saat Marah / Foto: Getty Images/AleksandarGeorgiev
Daftar Isi
Jakarta -

Bukan rahasia umum lagi bahwa rasa kesal menjadi salah satu yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kerap luput disadari.

Namun, orang dengan kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) tinggi cenderung mampu mengelola rasa kesal dengan lebih baik.

Bukan berarti mereka jarang merasa jengkel, melainkan terbiasa mengenali emosi dan mengungkapkan penyebabnya secara jelas tanpa melampiaskan suasana hati kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kemampuan tersebut membuat mereka lebih bijak menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Menariknya, kecerdasan emosional ini bisa dikenali dari kalimat yang diucapkan saat sedang kesal, terutama ketika orang lain memilih diam atau menunjukkan kekesalan lewat sikap.

Cara mengenali orang dengan EQ tinggi saat marah

Dilansir Parade, berikut beberapa hal yang mungkin dilakukan orang dengan EQ tinggi ketika marah:

1. Berpikir sejenak sebelum bereaksi

Alih-alih bersikap secara impulsif, mereka meluangkan beberapa detik untuk bernapas, menenangkan diri, dan memproses situasi tersebut.

Dilansir Parade, Psikolog dan penulis buku Be the Sun, Not the Salt, Dr. Harry Cohen, PhD, mengatakan mereka mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti “Bisakah kamu menjelaskan apa yang dimaksud?” atau “Kedengarannya sangat tidak sopan, apakah kamu bermaksud mengapa apa yang baru saja kamu katakan?”

Menurutnya, respons seperti ini memungkinkan orang lain untuk merenungkan kata-kata mereka, menjaga harga diri, dan meminta maaf atau menyatakan kembali dengan lebih baik.

2. Tidak mengambil semua hal yang negatif

Orang dengan EQ tinggi menyadari bahwa orang lain mengatakan hal-hal yang tidak mereka maksudkan atau yang muncul dari situasi lain.

Mereka juga memahami bahwa perilaku tidak sopan lebih banyak mengungkapkan tentang orang lain, sehingga mereka tidak memendam hal negatif tersebut.

3. Menetapkan batasan yang jelas

Cohen menjelaskan alih-alih berkata kasar, orang yang punya EQ tinggi akan menegaskan kebutuhannya dengan jelas, serta mengajarkan orang lain untuk memperlakukannya dengan komunikasi yang tenang.

“Saya senang membahas ini, tetapi saya ingin tetap bersikap hormat, menetapkan nada tanpa meningkatkan ketegangan,” tuturnya.

4. Mengatasi masalah pada waktu yang tepat

Orang yang cerdas secara emosional akan berpikir sejenak. Mereka tahu kapan waktu terbaik untuk menyampaikan kekhawatiran agar situasi tetap terkendali.

“Alih-alih menghadapi mereka saat emosi sedang memuncak, atau mengabaikannya sama sekali, mereka memilih momen ketika kedua belah pihak tenang,” ujarnya.

5. Melepaskan sesuatu ketika sudah tidak lagi berharga

Cohen mengatakan tidak setiap penghinaan pantas mendapatkan reaksi. Orang yang cerdas secara emosional selalu mengingat hal ini.

Mereka mempertimbangkan apakah berbicara akan memberikan manfaat yang lebih besar atau hanya akan menguras energi.

Sebagai contoh, mereka mungkin memilih untuk menjauh dari komentar kasar orang asin untuk menjaga kedamaian mereka.

Tips merespons amarah dengan cara yang cerdas

Melakukan langkah-langkah dan mengucapkan kalimat tersebut memang lebih mudah daripada dilakukan. Namun, jika merasa kesulitan, berikut beberapa tips merespons amarah dengan cara cerdas:

  • Mempraktikkan kesadaran diri, seperti menyebutkan emosi untuk menciptakan jarak antara perasaan dan tindakan yang didasarkan padanya.
  • Menggunakan aturan 24 jam, alias menunggu sehari untuk merespons.
  • Lakukan simulasi respons atau tuliskan respons tersebut untuk membantu mengatur pikiran dan mengurangi intensitas emosi.
  • Mencari umpan balik, bimbingan, atau terapi dari teman, orang tua, terapis yang terpercaya untuk mengidentifikasi pola dan mempraktikkan respons yang lebih sehat.

Nah, itulah beberapa hal yang dilakukan orang dengan EQ tinggi saat marah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda