Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Rumah Tasya Farasya Retak, Ini Penjelasan Eks Kontraktor soal Pembangunannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 05 Nov 2026 11:30 WIB

Rumah Tasya Farasya
Rumah Tasya Farasya /Foto: Instagram @tasyafarasya
Jakarta -

Rumah baru Tasya Farasya belakangan ini menjadi sorotan setelah mengalami banyak retakan. Kondisi tersebut membuatnya harus melakukan renovasi dengan biaya miliaran rupiah.

Unggahan Tasya mengenai kerusakan hunian tersebut pun memicu beragam pertanyaan dari netizen, termasuk soal pihak kontraktor yang sebelumnya bertanggung jawab atas pembangunan rumahnya.

Tak lama kemudian, mantan kontraktor yang pertama kali menangani proyek tersebut akhirnya buka suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Klarifikasi eks kontraktor rumah Tasya Farasya

Eks kontraktor rumah Tasya, PT Hashimawira Bersaudara (HWB), memberikan penjelasan mengenai proses pembangunan hingga kontrak kerja sama dengannya.

Dilansir detikcom, HWB ditunjuk sebagai kontraktor pada 2022. Pada saat itu, mereka diminta untuk merenovasi rumah 2 lantai. Namun, rencana berubah. Tasya diketahui meminta agar rumah tersebut dibangun ulang menjadi 4 lantai. HWB memegang proyek tersebut sampai September 2025.

Desain struktur rumah telah dibuat oleh konsultan ahli bangunan yang berpengalaman. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah diurus untuk bangunan 3 lapis dengan 1 basement yang terbit pada 1 Desember 2022. Struktur 4 lapis mulai dibangun pada Juni 2023.

Setelah selesai, pekerjaan dilanjutkan pada bagian dinding penyekat tiap ruangan, plafon, dan Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP). Dalam pernyataan, HWB juga menyertakan foto kondisi besi kolom, dan struktur kolom.

Terkait tangga depan rumah yang bagian dalamnya kosong, HWB menjelaskan bahwa awalnya bagian itu difungsikan untuk area servis jalur pipa utama, Bunda. Namun, yang diperlihatkan di Instagram Tasya bukan yang mereka kerjakan.

“Ruang bawah tangga bagian depan sengaja direncanakan sebagai area servis untuk jalur pipa utama. Sementara itu, kondisi dinding bawah tangga sebagaimana terlihat dalam foto yang beredar berada di luar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh HWB,” ungkapnya.

Berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) struktur dan dinding penyekat semua ruangan, dana yang dibutuhkan Rp5.352.068.107 atau Rp5,3 miliar, dengan luas bangunan 1.678,85 meter persegi.

Tasya Farasya memutuskan kontrak kerja sama

Tasya disebut mengakhiri kerja sama dengan HWB secara sepihak pada September 2025. Waktu tersebut bertepatan dengan bulan pelaksanaan sidang perdana perceraiannya bersama Ahmad Asssegaf yang berlangsung pada 24 September 2025.

Dalam keterangan, HWB menyebut telah menerima instruksi dari pemilik rumah untuk menghentikan seluruh aktivitas pembangunan karena proyek akan diserahkan kepada kontraktor lain.

Mereka kemudian menyiapkan Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk dibahas dan ditandatangani bersama. Namun, menurut HWB, dokumen tersebut tidak pernah mendapat tanggapan dari Tasya maupun perwakilannya, Bunda.

“Pada awal September 2025, HWB menerima instruksi dari owner untuk menghentikan seluruh pekerjaan di lapangan karena proyek akan dialihkan ke kontraktor lain. Atas dasar pemutusan kerja sama sepihak tersebut, HWB selanjutnya menyusun Berita Acara Serah Terima (BAST) yang kemudian disampaikan kepada pihak owner untuk dibahas dan ditandatangani bersama setelah disetujui oleh kedua belah pihak. Akan tetapi pihak owner dan wakilnya hingga saat ini tidak pernah menanggapi BAST tersebut,” ujar pihak HWB.

Selama proses penyelesaian administrasi, HWB juga meminta agar kontraktor pengganti tidak langsung melanjutkan pengerjaan. Mereka bahkan menawarkan bantuan untuk menangani atau mengawasi pekerjaan yang belum rampung, terutama MEP, sekaligus menyatakan kesediaan membantu jika muncul persoalan struktur maupun kebocoran.

“Kami pun menyarankan dan menawarkan diri untuk tetap melakukan pekerjaan atau setidaknya pengawasan sisa pekerjaan khususnya MEP yang belum selesai berikut dengan pemeliharaannya untuk menghindari timbulnya masalah pada instalasi MEP apabila dialihkan kepada pihak lain. Selain itu, kami akan tetap membantu jika ada kendala atau masalah dalam hal struktur dan kebocoran,” ujarnya.

Meski begitu, HWB tidak membeberkan penyebab keretakan rumah Tasya dan menyayangkan tidak diberi kesempatan untuk bertanggung jawab atas hasil pembangunan yang mereka kerjakan sejak 1 Desember 2022 hingga September 2025.

“Dengan tidak adanya tanggapan dari pihak Owner maupun wakilnya terhadap BAST dan surat-surat yang telah disampaikan, hal ini sangat disayangkan karena tidak memberi kesempatan bagi HWB untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pernyataan resmi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan didukung oleh data serta dokumentasi yang valid,” ungkapnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda