Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Terkesan Malas

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Selasa, 03 Nov 2026 06:30 WIB

Cheerful dreamy girl holding mug of hot beverage, looking away in deep good thoughts, smiling, dreaming, enjoying aromatic herbal tea, smelling morning coffee, warming hands
Ilustrasi cara mengenali orang dengan IQ tinggi dari kebiasaan yang terkesan malas / Foto: Getty Images/Fabio Camandona
Daftar Isi

Orang cerdas sering dikaitkan dengan kebiasaan melakukan sesuatu dengan terorganisasi, selalu cekatan, dan disiplin dalam segala aspek. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu akurat, Bunda.

Ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang terkesan malas, tetapi itu menjadi cara mengenali orang IQ tinggi. Hal ini karena orang dengan IQ tinggi tahu kapan harus mengerahkan kemampuannya. Mereka yang memiliki kecerdasan juga tahu seberapa jauh batas mental, fisik, dan emosinya.

7 Cara mengenali orang dengan IQ tinggi

Dilansir laman Psychology Today dan Your Tango, inilah tujuh cara mengenali orang dengan IQ tinggi berdasarkan kebiasaan yang terkesan malas. Yuk, Bunda, simak penjelasannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Menghindari kerja keras

Meskipun terlihat bertentangan dengan apa yang diketahui sebagian orang, menghindari kerja keras jadi salah satu cara mengenali orang dengan IQ tinggi. Yang dimaksud menghindari kerja keras ini adalah orang dengan kecerdasan tinggi umumnya tidak melakukan usaha yang tidak perlu.

Orang dengan IQ tinggi biasanya mengutamakan bekerja dengan cara yang efisien. Dalam penelitian Intelligence and Neural Efficiency yang dipublikasikan di Neuroscience & Biobehavioral Reviews tahun 2009, dijelaskan hipotesis efisiensi saraf dari kecerdasan.

Dalam penelitian tersebut, diperoleh fakta bahwa orang yang memiliki kecerdasan tinggi cenderung menunjukkan aktivasi otak yang lebih rendah saat melakukan tugas kognitif. Meskipun beberapa orang mungkin salah mengira ini sebagai tanda ketidakterlibatan, sebenarnya itu karena otak mereka bekerja lebih efisien daripada yang lain. 

Orang cerdas dapat menghasilkan penyelesaian masalah yang sama baiknya dengan orang yang mengikuti metode secara urut. Apabila orang pekerja keras mengikuti langkah penyelesaian berdasarkan urutan. Orang cerdas cenderung melihat pola lain dan pada akhirnya mencapai solusi dalam waktu yang lebih efisien.

Karena itulah orang cerdas terkadang dianggap malas karena tidak berusaha terlalu keras. Namun, mereka sebenarnya menggunakan alur kerja yang efisien.

2. Sering tidur lebih lama atau tidur siang

Sering tertidur jadi salah satu kebiasaan yang dianggap malas. Namun, kebiasaan ini jadi salah satu cara mengenali orang dengan IQ tinggi.

Dalam penelitian berjudul Nap Sleep Spindle Correlates of Intelligence yang diterbitkan Scientific Reports pada tahun 2015, para peneliti melihat adanya kaitan antara fluid intelligence dan pola tidur. Dilansir laman Very Well Mind, fluid intelligence berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk bernalar dan berpikir secara fleksibel.

Berdasarkan penelitian, terdapat fenomena yang disebut sleep spindles saat seseorang tidur siang. Ini merupakan ledakan aktivitas otak yang terjadi pada tahap-tahap tertentu tidur. Fenomena ini diyakini berkontribusi pada konsolidasi memori dan pembelajaran.

Para peneliti menemukan hubungan positif antara fluid intelligence dan durasi sleep spindles ini. Secara sederhana, ini berarti bahwa individu dengan kecerdasan lebih tinggi menunjukkan pola tidur yang terkait dengan pemrosesan kognitif yang lebih efektif, bahkan saat tidur siang.

Tidur merupakan proses aktif yang melibatkan konsolidasi memori, regulasi emosi, pemecahan masalah kreatif, dan penalaran kompleks. Inilah sebabnya ketika seseorang kurang tidur, otak dapat tidak bisa berfungsi dengan kapasitas penuh. Sehingga, fokus seseorang dapat berkurang, pengambilan keputusan memburuk, dan respons emosional menjadi lebih sulit dikendalikan. 

3. Kebiasaan tidak bereaksi terhadap sesuatu

Ketika terjadi konflik, bersuara atau melawan jadi hal yang umum dilakukan. Namun, orang yang memiliki kecerdasan tinggi ada kalanya mereka tampak tidak tidak peduli dengan drama tertentu.

Dalam beberapa kasus, memilih untuk tidak bereaksi merupakan cara mengenali orang dengan IQ tinggi, alih-alih bentuk ketidakpedulian. 

Merujuk penelitian Exploring the associations between work addiction, emotional intelligence, psychological detachment, and interpersonal conflicts in young employees yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Public Health tahun 2025, dijelaskan seseorang dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi memiliki pengelolaan stres dan emosi yang baik.

Menurut para peneliti, salah satu penyebab utamanya adalah psychological detachment, yaitu kemampuan melepaskan pikiran dari sumber stres, khususnya urusan kerja di luar pekerjaan. Kemampuan ini sangat berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik dan kehidupan yang lebih sejahtera secara keseluruhan. 

4. Cenderung menunda-nunda

Menunda pekerjaan sering dikaitkan dengan kebiasaan malas. Namun, merujuk artikel jurnal Understanding the cognitive and genetic underpinnings of procrastination: Evidence for shared genetic influences with goal management and executive function abilities yang diterbitkan di National Library of Medicine tahun 2015, orang cerdas menunda pekerjaan bukan karena malas, tetapi mereka memiliki pemikiran kompleks di otak mereka setiap saat.

Ketika datang sebuah pekerjaan, mereka mulai membayangkan banyak kemungkinan secara kompleks, seperti memikirkan apa yang harus dilakukan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

5. Cenderung diam dalam percakapan

Dalam sebuah percakapan, tidak jarang orang dengan kecerdasan tinggi memilih untuk lebih banyak diam. Ini bukan merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap apa yang dikatakan lawan bicara, tetapi orang dengan IQ tinggi cenderung memiliki pikiran yang kompleks dan dalam.

Ketika mereka tidak berbicara, otak mereka bekerja keras untuk mengelola jutaan ide, pemikiran, dan potongan informasi secara internal. Terutama dalam situasi sosial, ada banyak informasi yang menurut mereka perlu diuraikan.

6. Menolak mengerjakan banyak hal demi terlihat sibuk

Kegiatan multitasking sering memberi kesan seseorang bekerja keras. Namun, mengutip laman Harvard Health Publishing,  pada kenyataannya kebiasaan tersebut justru menguras energi dan menurunkan produktivitas. 

Ketika seseorang berganti tugas dengan durasi yang cepat, itu dapat menguras energi. Sehingga, seseorang dapat kesulitan melakukan pekerjaan secara efisien dan melakukan dengan akurat pada setiap tugas. 

Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya menolak untuk multitasking bukan karena malas. Namun, mereka paham batas kemampuan mereka untuk menghasilkan kinerja yang baik.

7. Sering berkhayal atau melamun

Kebiasaan yang jadi salah satu cara mengenali orang IQ tinggi adalah sering berkhayal atau melamun. Kebiasaan ini dilakukan seseorang sebagai cara mereset otak, memproses informasi, membuang hal-hal yang tidak dibutuhkan, serta mengamankan ingatan yang diperlukan.

Orang dengan kecerdasan tinggi cenderung menjadikan kebiasaan ini sebagai proses efisiensi. Mereka mengambil jeda sejenak, terkadang di bawah alam sadar, untuk menghindari kewalahan dan stres, serta menjernihkan pikiran. 

Itulah tujuh cara mengenali orang IQ tinggi dari kebiasaan yang terlihat malas, Bunda. Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya tahu kapan harus mengerahkan kemampuannya dan paham batasan. Sehingga, mereka memprioritaskan tugas yang perlu, serta menghindari pekerjaan yang tidak perlu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda