Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 19:15 WIB

Penyanyi Ashe
Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi/Foto: Instagram @ashemusic
Jakarta -

Bunda yang aktif di media sosial, terutama TikTok, mungkin sudah tidak asing dengan lagu Stop The Wedding yang belakangan viral dan menjadi perbincangan netizen.

Lagu terbaru dari penyanyi asal Amerika Serikat, Ashe, ini ramai digunakan untuk membagikan kisah tentang hubungan asmara.

Melalui tren tersebut, banyak orang menceritakan momen ketika menyadari bahwa pasangan mereka bukan sosok yang tepat untuk diajak membangun rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Beragam tanda bahaya atau red flags pun terungkap, mulai dari perilaku mengontrol, tidak mengenal hal-hal mendasar tentang pasangan, hingga kebiasaan mengulangi kesalahan meski sudah minta maaf.

Di balik popularitasnya, Stop The Wedding juga menyimpan kisah yang berkaitan dengan kehidupan pribadi sang penyanyi.

Pengalaman tersebut membuat lagu ini terasa semakin dekat dengan pendengar, terutama mereka yang pernah meragukan hubungan atau dihadapkan pada keputusan besar sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Kisah nyata di balik lagu Stop The Wedding

Tidak ada penulis lagu yang benar-benar berhenti mencari inspirasi, bahkan pada hari pernikahannya sendiri.

Hal itu juga dialami penyanyi pop asal Amerika Serikat, Ashe. Pada Oktober tahun lalu, saat bersiap menikah untuk kedua kalinya dalam sebuah upacara di puncak bukit di Nashville, ia teringat pengalaman pahit dari pernikahan pertamanya.

Dilansir BBC, Ashe menyebut pernikahan pertamanya sebagai pengalaman yang mengerikan. Mantan suaminya, yang dikenal saat kuliah, disebut bersikap manipulatif secara emosional dan melakukan kekerasan psikologis.

“Saya sedang menjalani hubungan yang bahagia dan sehat, dan saya memiliki otonomi penuh atas hidup saya sendiri. Saya berpikir, jika ini terasa tidak benar, saya bisa menghentikan semuanya. Saya jelas tidak melakukan itu pada kesempatan pertama,” tutur Ashe.

Pria tersebut bahkan menginginkan pesta pernikahan di tepi pantai, meskipun Ashe sebenarnya takut terhadap laut.

Menjelang hari pernikahan, ia sempat ingin membatalkan semuanya, tetapi merasa tidak berdaya untuk memperjuangkan keinginannya sendiri.

“Aku ingat dia pernah berkata, ‘(setelah ini) tidak akan ada orang yang mencintaimu apa adanya. Siapa pun yang kamu temui sekarang akan bertemu denganmu sebagai Ashe, dan aku sudah bertemu denganmu sebelumnya’,” ujar Ashe.

“Itu benar-benar manipulatif, dan itu membuatku terjebak. Itu membuatku terjebak untuk waktu yang sangat, sangat lama,” sambungnya.

Namun, berbeda dengan pengalaman sebelumnya, pada pernikahan kedua, Ashe menyadari bahwa kini berada dalam hubungan yang sehat dan bahagia seperti yang diidamkan banyak wanita.

Ia merasa memiliki kendali penuh atas hidupnya sendiri. Penyanyi 33 tahun itu menyadari bahwa dirinya bisa menghentikan pernikahan kapan saja jika merasa keputusan tersebut tidak tepat. Kebebasan untuk menentukan pilihan inilah yang tidak dirasakan ketika menjalani pernikahan pertama.

Saat merapikan kerudung pengantinnya dan bersiap berjalan menuju altar, Ashe mengingat perasaan tersebut.

Dua ulan kemudian, ketika kembali bekerja, pengalaman itu kembali terlintas di benaknya dan menginspirasinya untuk menuliskan lagu Stop The Wedding.

Lagu tersebut menggambarkan adegan seperti dalam film, ketika Ashe seolah-olah memohon kepada dirinya sendiri di masa lalu agar berani mempercayai kata hati. Dalam liriknya, ia mengingatkan bahwa seseorang sebenarnya tahu apa yang dirasakannya dan tidak harus menghabiskan hidup dalam hubungan yang menyakitkan.

Dirilis pada Agustus, Stop The Wedding kemudian meraih popularitas besar. Lagu ini berhasil masuk dalam daftar 10 lagu yang paling banyak diputar di dunia melalui Spotify, bahkan menembus lima besar tangga lagu single Inggris.

Di TikTok, ribuan video menggunakan lagu tersebut untuk menceritakan tanda-tanda hubungan tidak sehat yang membuat seseorang mempertimbangkan kembali keputusan untuk menikah.

Ashe mengaku tak pernah membayangkan lagunya mendapat sambutan sebesar itu. Setelah berkarier di industri musik selama sekitar 10 tahun, pencapaian tersebut terasa mengejutkan sekaligus membahagiakan.

“Hal ini memuaskan keinginan saya sebagai seorang seniman untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan tidak mengikuti status quo,” ungkapnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda