Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Baik yang Muak Dimanfaatkan dari Kalimat yang Diucapkan

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Senin, 02 Nov 2026 10:05 WIB

Woman looking at her coworker with a displeased expression, woman working in her office
Ilustrasi cara mengenali orang baik yang muak dimanfaatkan dari kalimat yang diucapkan / Foto: Getty Images/iStockphoto/justocker
Daftar Isi

Berbuat baik seringkali diasosiasikan sebagai kebiasaan yang positif. Tidak hanya memiliki manfaat bagi orang yang ditolong, tetapi juga dapat menghadirkan kebahagiaan pada orang yang menolong. Namun, ada kalanya kebaikan seseorang dimanfaatkan dan berdampak buruk bagi diri sendiri.

Melalui kalimat yang diucapkan, kita dapat tahu cara mengenali orang baik yang telah muak dimanfaatkan. Umumnya ucapan ini dilakukan ketika seseorang mulai belajar menetapkan batasan terhadap orang lain. 

5 Cara mengenali orang baik yang muak dimanfaatkan dari kalimat yang diucapkan 

Penasaran bagaimana cara mengenali orang baik yang sudah tidak dimanfaatkan melalui ucapannya? Dilansir laman Your Tango, berikut ini beberapa kalimat yang menandakan seseorang telah muak dimanfaatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. “Saya tidak bersedia”

Ucapan saya tidak bersedia jadi salah satu ciri orang baik yang telah lelah dimanfaatkan dan mulai sadar bahwa waktu dan energinya berharga. Ketika muncul kesadaran bahwa ia tidak harus mengorbankan banyak hal karena seseorang membutuhkan, orang ini akan paham bahwa ia tidak harus selalu sedia untuk orang lain.

Bahkan, kali ini ia tidak harus merasa membuat alasan yang berlebihan agar dipahami. Meskipun demikian, orang tersebut tetap memiliki kepedulian terhadap orang lain tanpa harus hadir setiap saat. Dalam artikel How is Life Tree(ting) You?: Trust, Safety, and Respect - The Importance of Boundaries yang diterbitkan Stanford Student Affairs, orang yang memiliki batasan yang sehat, itu tandanya mereka telah berhasil lebih peduli terhadap kebutuhannya sendiri.

2. “Saya tidak dapat melakukan semuanya”

Kalimat “Saya tidak dapat melakukan semuanya” umumnya datang dari seseorang yang telah lama diandalkan oleh banyak orang. Kalimat tersebut merupakan pertanda bahwa mereka telah berhenti memberikan banyak hal kepada orang lain.

Mereka juga telah menyadari betapa mudahnya orang lain membiarkan mereka mengatasi hal sulit. Mereka akhirnya memahami bahwa menjadi andalan bukan berarti orang lain dapat mengambil alih kesulitan. 

Terkadang orang ini berharap orang lain mengambil inisiatif, namun merasa tidak nyaman untuk mengucapkan keinginan tersebut secara terbuka.

3. “Saya tidak menyesali tindakan saya”

Orang baik yang berhenti menyesali tindakannya menunjukkan bahwa mereka berhenti meragukan diri sendiri karena orang lain tidak senang dengan keputusannya. 

Ucapan “Saya tidak menyesali tindakan saya” bisa keluar dari mulut orang baik yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk memikirkan emosi orang lain. Pada akhirnya, orang ini sadar bahwa beberapa orang tidak akan pernah setuju dengan pilihan mereka dan itu tidak masalah.

4. “Saya butuh Anda menghormati waktu saya”

Cara mengenali orang baik yang sudah lelah dimanfaatkan juga dapat dilihat dari ucapan “Saya butuh Anda menghormati waktu saya” Ini menandakan bahwa orang tersebut menolak dianggap remeh lagi.

Orang tersebut sadar bahwa ia memiliki waktu yang sama berharganya dengan orang lain. Mungkin saja sebelumnya orang ini telah menawarkan bantuan demi menyenangkan orang lain dalam waktu yang lama. Namun, kini ia tahu bahwa dirinya tidak harus menerima apabila seseorang memperlakukan waktu mereka sebagai sesuatu yang tidak berharga.

Rasa hormat lebih dari sekadar tepat waktu atau menepati rencana. Lebih dari itu, rasa hormat berarti seseorang memprioritaskan komitmen dan hal-hal yang lebih ingin ia lakukan. Orang baik seperti ini biasanya tidak mengharapkan semua orang selalu memahami jadwal mereka, tapi mereka mengharapkan perhatian yang sama seperti yang mereka coba berikan kepada orang lain. 

5. “Saya sudah melakukan yang saya bisa”

Seseorang yang terbiasa berusaha keras membantu dan memberi saran akan menghabiskan banyak energi yang dimilikinya. Ada waktunya ketika mereka menyadari bahwa usaha mereka untuk orang ada batasnya. Ucapan “Saya sudah melakukan yang saya bisa” jadi salah satu cara mengenali orang baik yang telah muak dengan situasi seperti itu.

Di balik kalimat tersebut, tersirat penerimaan bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin dan setelah itu ia tidak selalu perlu bertanggung jawab atas apa yang terjadi ke depannya.

Itulah cara mengenali orang baik yang telah muak dimanfaatkan orang lain berdasarkan ucapannya. Ucapan-ucapan tersebut merupakan tanda bahwa seseorang telah sadar bahwa dirinya sama berharganya dengan orang lain dan telah memasang batas untuk tidak lagi dimanfaatkan orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda