Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Makanan Ini Ternyata Bisa Mengandung Racun Sianida, RI Masuk 4 Besar Produsen Dunia

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Sabtu, 31 Oct 2026 13:55 WIB

Makanan mengandung sianida
Makanan mengandung sianida/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Drbouz

Sebuah kasus keracunan makanan mengandung racun sianida pernah terjadi di Hong Kong. Centre for Food Safety (CFS) saat itu menyarankan masyarakat untuk menghindari sebuah produk camilan asal Australia.

Hal ini terjadi karena terdapat kadar glikosida sianogenik alami yang tinggi, pada bahan singkong dalam satu batch camilan yang diekspor dari Australia tersebut.

Kasus ini memicu sorotan terhadap singkong yang telah lama dijadikan sebagai makanan pokok bagi sebagian orang. Ternyata, makanan yang satu ini berpotensi memproduksi hidrogen sianida apabila salah dalam proses pengolahan. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak informasi berikut ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Singkong bisa mengandung racun sianida jika salah olah

Singkong telah lama menjadi sumber karbohidrat yang sering diolah jadi berbagai jenis makanan. Tidak jarang olahan singkong seperti keripik ditemukan di berbagai tempat.  Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa singkong adalah sumber kalori ketiga terpenting di daerah tropis, setelah beras dan jagung.  

Dalam singkong, terkandung glikosida sianogenik yang merupakan sekelompok senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada lebih dari 2.000 spesies tumbuhan. Melansir laman Centre for Food Safety, setidaknya ada 25 glikosida sianogenik yang ditemukan di bagian tanaman yang dapat dimakan. 

Glikosida sianogenik saja umumnya tidak beracun. Namun, proses enzimatik yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi hidrogen sianida, salah satu bentuk racun sianida yang paling beracun.

Namun, dikutip laman detikcom, tidak semua jenis singkong menghasilkan senyawa sianida dalam jumlah besar. Jenis singkong yang biasa dikonsumsi sehari-hari umumnya menghasilkan sianida dalam jumlah sangat kecil, dan kadarnya semakin berkurang dengan pengolahan yang benar.

Keracunan sianida pada manusia ditandai dengan pernapasan cepat, penurunan tekanan darah, denyut nadi cepat, pusing, sakit kepala, nyeri perut, muntah, diare, dan kejang. Kematian akibat keracunan sianida dapat terjadi apabila kadar sianida melebihi batas yang dapat didetoksifikasi oleh individu. 

Dosis mematikan akut hidrogen sianida pada manusia berkisar antara  0,5 hingga 3,5 mg per kilogram berat badan. Keracunan sianida sangat berisiko pada anak-anak, karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil. 

Indonesia negara penghasil singkong terbanyak keempat dunia

Indonesia menempati posisi empat sebagai negara penghasil singkong terbanyak di dunia.  Merujuk laman Kominfo Jatim, Nigeria menghasilkan sebanyak 57 juta ton singkong, disusul Thailand dengan 30 juta ton, Brasil 23 juta ton dan Indonesia 19-20 juta ton. 

Ahli Gizi, dr. Dian Kusuma Dewi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi singkong yang cukup besar. “Kita punya potensi singkong cukup besar. Saat ini penghasil singkong berada di Lampung , Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bahkan Indonesia adalah empat negara terbesar dunia penghasil singkong. Jadi sayang tidak jika dimanfaatkan,” katanya, dilansir laman Kominfo. 

Ada berbagai jenis singkong yang ada di Indonesia. Sentra produksi singkong tersebar di 13 provinsi. Singkong jadi salah satu pangan populer sebagai makanan pokok maupun bahan baku pangan olahan di  Gunungkidul, Yogyakarta. Bagi warga setempat, tidak terlalu sulit mengenali singkong beracun dengan kadar sianida yang lebih tinggi dibanding singkong biasa.

"Singkong yang beracun biasanya tangkai daunnya sangat merah. Kulit ubinya, kalau dikupas juga bukan putih melainkan merah. Singkong seperti itu, daunnya juga 'mendemi' (bikin keracunan) kalau tidak dimasak dengan benar," kata Kusrini, seorang warga Gunungkidul yang menanam berbagai jenis singkong di pekarangannya, dilansir detikhealth.

Demikian pembahasan makanan yang bisa menyebabkan racun sianida dan banyak dihasilkan oleh petani di Indonesia.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda