Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Punya Kecerdasan Emosional Tinggi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 28 Oct 2026 12:00 WIB

Two asian businesswoman talking about business standing in the office workspace, Business and people partnership concept.
Ilustrasi Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Punya Kecerdasan Emosional Tinggi/Foto: Getty Images/SOMKID THONGDEE
Daftar Isi
Jakarta -

Tahukah Bunda? Kecerdasan seseorang bukan hanya tercermin dari kemampuan berpikir logis atau memecahkan masalah, tetapi juga dari caranya memahami dan mengelola emosi.

Kemampuan yang dikenal sebagai kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) ini berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Melansir Healthline, orang dengan EQ tinggi mampu mengenali perasaan diri sendiri, mengendalikan emosi saat menghadapi tekanan, serta memahami sudut pandang orang lain. Mereka juga cenderung berkomunikasi dengan empati, menyampaikan pendapat tanpa merendahkan sesama, dan menyikapi perbedaan secara bijak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, kecerdasan emosional dapat terlihat dari pilihan kata dalam percakapan sehari-hari. Kalimat sederhana yang disampaikan dengan tepat dapat membuat orang lain merasa dihargai sekaligus menumbuhkan rasa hormat.

9 Kalimat yang biasa digunakan orang dengan EQ tinggi

Dilansir Your Tango, berikut beberapa kalimat yang sering disampaikan oleh orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi.

1. “Mari kita bicarakan hal ini”

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tidak akan memendam perasaan dan kekhawatirannya.

Mereka tidak menghindari percakapan yang sulit. Meskipun orang lain mungkin harus mengatasi ketidaknyamanan mereka untuk dapat melakukan percakapan dan argumen yang jelas, semua orang akan mendapat manfaat dari memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri.

Komunikasi langsung adalah kebaikan dalam hubungan yang sehat. Orang merasa lebih aman ketika mereka terhubung dengan orang-orang dalam hidupnya, dan tidak takut untuk berkomunikasi secara jujur dan tulus.

2. “Inilah yang saya harapkan”

Orang yang cerdas secara emosional menyampaikan harapannya dengan jelas, alih-alih menunggu orang lain membaca pikiran dan memberi tekanan emosional padanya.

Tanpa semua kecemasan akibat harapan yang tidak jelas, orang dapat benar-benar terhubung dan berkolaborasi, dan itulah yang membangun rasa hormat.

3. “Saya menghargai kehadiran kamu di sini”

Mengungkapkan rasa syukur tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan pribadi. Hal itu juga membuat orang merasa dihargai dan diperhatikan dengan cara-cara pro-sosial yang penting.

4. “Apakah kamu memerlukan saran atau dukungan?”

Orang yang cerdas secara emosional cenderung membangun hubungan sehat, mengajukan pertanyaan seperti ini ketika seseorang sedang curhat kepada mereka.

Mereka tidak langsung berasumsi bahwa seseorang menginginkan masukannya, hanya karena mereka tahu apa yang harus dilakukan atau pernah berada dalam situasi tersebut sebelumnya.

5. “Aku ikut senang untukmu”

Orang yang cerdas secara emosional juga tahu bagaimana cara hadir untuk orang lain. Mereka dapat diandalkan dan konsisten, serta menggunakan ungkapan seperti ini untuk mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari orang-orang di sekitarnya.

6. “Mari kita bicara, tapi bukan seperti ini”

Terkadang, orang yang paling dihargai adalah orang yang secara eksplisit mengungkapkan batasan. Tentu, tidak selalu nyaman untuk melakukan percakapan ini atau menegur seseorang yang berulang kali tidak menghormati Bunda.

Namun, untuk mendapatkan rasa hormat, Bunda perlu mengingatkan orang bahwa Bunda bersedia membela diri sendiri.

Orang yang cerdas secara emosional tidak akan menghina atau membuat orang lain merasa dikucilkan dalam momen-momen seperti ini, meskipun terkadang merasa lebih mudah untuk melakukannya.

7. “Mari kita cari jawabannya bersama-sama”

Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mencoba mencari seseorang untuk membantu atau berupaya menemukan jawaban atas pertanyaannya.

Itu berarti menghabiskan lebih banyak usaha dan waktu untuk orang lain, tetapi mereka bersedia menawarkan dukungan itu.

8. “Aku bisa memahaminya”

Ketika mereka tidak setuju dengan keyakinan seseorang, orang cerdas secara emosional tetap berupaya untuk memvalidasi pengalaman mereka.

Mereka cukup percaya diri untuk terlibat dalam perspektif yang berbeda, dan sering kali juga mempelajari sesuatu yang membantu mereka berkembang.

9. “Saya minta maaf atas hal itu”

Dibutuhkan kecerdasan emosional dan kekuatan batin yang besar untuk bertanggung jawab atas perilaku kita.

Orang yang dihormati tidak mencoba membenarkan perilakunya untuk melindungi ego mereka. Mereka membiarkan orang lain merasa sakit hati dan meminta maaf atas perilakunya, tanpa bersikap pasif-agresif.

Nah, itulah beberapa ungkapan sederhana yang sering digunakan orang dengan kecerdasan emosional tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda