moms-life
Panduan Salat Istisqa: Hukum, Waktu, & Tata Caranya untuk Meminta Hujan
HaiBunda
Rabu, 28 Oct 2026 10:40 WIB
Daftar Isi
Bunda, cuaca panas ekstrem yang berlangsung selama berminggu-minggu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Teriknya matahari juga berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heat stroke, hingga iritasi kulit.
Saat kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan.
Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah melaksanakan salat Istisqa untuk memohon curahan rahmat-Nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salat Istisqa juga termasuk ibadah sunah yang dikerjakan ketika terjadi kekeringan atau hujan tak kunjung turun. Lantas, bagaimana tata cara pelaksanaannya? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
Apa itu salat Istisqa?
Dalam buku 23 Shalat Sunnh Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin, salat Istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Para muslim melaksanakan salat ini secara berjamaah di tempat terbuka tanpa azan dan iqamah, terdiri dari dua rakaat dengan jumlah takbir yang berbeda di tiap rakaatnya, yakni 7 kali takbir di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.
Hukum salat Istisqa dalam Islam
Dilansir detikcom, hukum salat Istisqa adalah sunah muakadah atau sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan.
Namun, hukum salat Istisqa bisa berubah menjadi wajib jika diperintahkan oleh pemerintah. Sunahnya dikerjakan oleh masyarakat, ulama, hingga pejabat.
Kapan waktu pelaksanaan salat Istisqa
Waktu pelaksanaan salat Istisqa memiliki beberapa pendapat di kalangan ulama. Sebagian menyebut ibadah ini dapat dilakukan sejak matahari terbit hingga menjelang Dzuhur, sedangkan pendapat lain memperbolehkannya sampai masuk waktu Ashar.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang memperbolehkan salat Istisqa dikerjakan kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Tata cara salat Istisqa yang benar
Adapun tata cara untuk memohon hujan dengan melaksanakan salat Istisqa. Berikut langkah-langkahnya:
- Pemerintah setempat mengimbau kepada masyarakat untuk berpuasa selama tiga hari.
- Pada hari keempat para muslim berkumpul di lapangan pada waktu pagi (sama seperti waktu salat Idul Fitri/Idul Adha) untuk melaksanakan salat berjamaah.
- Membaca niat salat meminta hujan.
- Pelaksanaan salat sama dengan salat Idul Fitri/Idul Adha, sesudah takbiratul ihram, melakukan takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali takbir pada rakaat kedua dan dilanjutkan dengan rukuk, sujud, hingga duduk tahiyyat kemudian salam.
- Khatib menyampaikan khutbah dan didengarkan oleh jemaah yang hadir.
Bacaan niat salat Istisqa
أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman/imâman lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Aku niat salat sunah Istisqa dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Bacaan doa meminta hujan saat salat Istisqa
Berikut beberapa bacaan doa yang pernah dipanjatkan Rasulullah SAW saat melaksanakan salat Istisqa:
1. Doa memohon turun hujan
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِم
Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan riwayat murī'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman
Artinya:
“Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”
2. Doa turun hujan dan terhindar dari kekeringan
اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ
Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi
Artinya:
“Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.”
3. Doa memohon turun hujan deras
اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا
Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā'a 'alainā midrārā
Artinya:
“Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”
Apakah salat Istisqa bisa sendiri?
Dilansir CNN Indonesia, salat Istisqa boleh dikerjakan secara sendiri atau munfarid. Namun, lebih diutamakan dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang dengan dipimpin imam.
Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memimpin salat Istisqa bersama para sahabat.
“Dari Abbad Ibn Tamim, dari pamannya (yaitu Abdullah Ibn Zaid) yang mengatakan: "Saya melihat Nabi saw pada hari ia keluar minta hujan, beliau membelakangi orang banyak dan menghadap ke Kiblat sambil berdoa, kemudian membalik pakaian atasnya, kemudian shalat mengimami kami dua rakaat, dengan menyaringkan bacaan dalam keduanya.”
Nah, itulah panduan salat Istisqa untuk meminta turun hujan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Musim Kemarau, Ini Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan
Mom's Life
Doa & Zikir Pagi Sore, Mohon Kemudahan Rezeki Hingga Dimudahkan Segala Urusan
Mom's Life
Doa Disembuhkan dari Penyakit, Cek di Sini Bunda
Mom's Life
Doa Tahun Baru Supaya Mendapat Keberkahan
Mom's Life
Bunda, Ini Doa Agar Dilindungi dari Fitnah Dajjal
Mom's Life
Doa dan Zikir Usai Salat Subuh, Bunda Perlu Tahu
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Siapa Imam Salat Jenazah Nabi Muhammad SAW?
Surah Maryam Ayat 30-35: Mukjizat Nabi Isa AS yang Lahir dari Siti Maryam & Cara Mengamalkannya