moms-life
9 Ciri Kepribadian Orang yang Tak Malu Pakai Baju Itu-Itu Saja Menurut Psikologi
HaiBunda
Kamis, 29 Oct 2026 09:45 WIB
Daftar Isi
-
9 Ciri kepribadian orang yang tak malu pakai baju itu-itu saja menurut psikologi
- 1. Tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain
- 2. Mengutamakan kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari
- 3. Ingin mengurangi beban dalam mengambil keputusan
- 4. Memiliki gaya pribadi yang konsisten
- 5. Cenderung tidak terlalu mengikuti tren mode
- 6. Menyukai rutinitas yang memberikan rasa nyaman
- 7. Lebih memprioritaskan kenyamanan daripada penampilan yang berubah-ubah
- 8. Tidak merasa harus selalu membeli pakaian baru
- 9. Tidak menjadikan pakaian sebagai tolok ukur harga diri
Bunda mungkin pernah menemukan orang yang hampir selalu memakai model pakaian serupa setiap hari. Misalnya, mereka lebih sering mengenakan kaus polos, celana jeans, atau baju berwarna netral meskipun memiliki banyak pilihan pakaian di lemari.
Menariknya, kebiasaan ini tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang malas berdandan atau tidak peduli dengan penampilan. Dalam perspektif psikologi, kebiasaan mengulang pakaian dapat berkaitan dengan cara seseorang mengambil keputusan, menghadapi tekanan sosial, hingga membangun identitas diri.
Lantas, apa saja ciri kepribadian orang berdasarkan baju, khususnya mereka yang tidak malu memakai baju itu-itu saja? Yuk, Bunda, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
9 Ciri kepribadian orang yang tak malu pakai baju itu-itu saja menurut psikologi
Mengutip dari laman Grazia Magazine dan Style Girlfriend, berikut 9 ciri kepribadian orang yang tak malu pakai baju itu-itu saja menurut psikologi.
1. Tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain
Orang yang nyaman memakai pakaian serupa berulang kali mungkin tidak terlalu memikirkan apakah orang lain akan menyadari penampilannya. Mereka cenderung memilih pakaian berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan pribadi, bukan semata-mata demi mendapatkan pujian.
Orang yang tidak khawatir mengulang pakaian dapat menunjukkan kebiasaan untuk tidak terjebak dalam persaingan penampilan sehari-hari. Mereka tidak merasa harus selalu mengenakan sesuatu yang baru agar terlihat menarik di mata orang lain.
2. Mengutamakan kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari
Memakai pakaian yang sama atau serupa setiap hari juga dapat menunjukkan kecenderungan menyukai hal-hal praktis. Mereka mungkin sudah menemukan kombinasi pakaian yang sesuai dengan aktivitas, nyaman dikenakan, dan mudah dipadukan.
Jurnalis mode Marc Beaugé membahas kebiasaan menggunakan pakaian yang konsisten sebagai personal uniform atau seragam pribadi. Pilihan ini bukan selalu karena tidak peduli dengan mode, melainkan dapat menjadi keputusan sadar untuk menyederhanakan rutinitas berpakaian.
3. Ingin mengurangi beban dalam mengambil keputusan
Memilih pakaian merupakan salah satu keputusan kecil yang dilakukan sebelum memulai hari. Bagi sebagian orang, menentukan atasan, bawahan, warna, hingga aksesori bisa menjadi proses yang melelahkan jika dilakukan berulang kali.
Psikolog mode Dion Terrelonge menjelaskan bahwa banyaknya pilihan dapat menambah beban kognitif seseorang. Karena itu, menyederhanakan rutinitas berpakaian bisa membantu mengurangi jumlah keputusan yang harus dibuat setiap hari.
Konsep ini berkaitan dengan decision fatigue, yaitu kondisi ketika pengambilan keputusan yang berulang dapat terasa melelahkan dan berpotensi memengaruhi kualitas keputusan berikutnya.
4. Memiliki gaya pribadi yang konsisten
Sebagian orang senang mencoba berbagai tren mode, sedangkan yang lain lebih menyukai gaya berpakaian yang sudah sesuai dengan karakter dan kebutuhan mereka.
Orang yang berulang kali memakai model pakaian serupa mungkin telah menemukan gaya pribadi yang dirasa paling cocok. Misalnya, mereka nyaman dengan kemeja polos, celana bahan, atau perpaduan pakaian berwarna netral.
Kebiasaan menggunakan kombinasi pakaian yang konsisten dapat membantu seseorang membangun identitas gaya pribadi. Mereka tidak harus menciptakan penampilan baru setiap hari karena sudah mengetahui pakaian seperti apa yang sesuai dengan dirinya.
5. Cenderung tidak terlalu mengikuti tren mode
Tren pakaian terus berubah dari waktu ke waktu. Ada kalanya model tertentu populer, kemudian digantikan oleh tren baru beberapa bulan berikutnya.
Orang yang nyaman mengenakan pakaian serupa mungkin tidak menjadikan tren sebagai pertimbangan utama. Mereka lebih memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan, selera, dan kenyamanan pribadi.
6. Menyukai rutinitas yang memberikan rasa nyaman
Bagi sebagian orang, rutinitas dapat membantu membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih teratur. Hal yang sama juga berlaku dalam memilih pakaian.
Ketika seseorang sudah memiliki kombinasi pakaian andalan, mereka tidak perlu memikirkan ulang pilihan tersebut setiap pagi. Kebiasaan ini dapat membuat persiapan sebelum beraktivitas terasa lebih sederhana.
Kebiasaan mengulang pakaian dapat berkaitan dengan kenyamanan terhadap konsistensi dan rutinitas. Dengan mengurangi hal-hal kecil yang perlu dipikirkan, seseorang bisa lebih memusatkan perhatian pada pekerjaan atau kegiatan yang membutuhkan fokus.
7. Lebih memprioritaskan kenyamanan daripada penampilan yang berubah-ubah
Kenyamanan juga dapat menjadi alasan seseorang memilih pakaian yang sama berulang kali. Mereka mungkin sudah menemukan bahan, potongan, dan model yang membuatnya leluasa bergerak sepanjang hari.
Misalnya, seseorang yang bekerja seharian mungkin lebih menyukai sepatu yang nyaman dan pakaian yang mudah dipadukan daripada harus mengikuti tren terbaru. Pilihan tersebut membantu mereka menjalani aktivitas tanpa terlalu banyak memikirkan penampilan.
8. Tidak merasa harus selalu membeli pakaian baru
Orang yang tidak malu memakai baju itu-itu saja mungkin tidak merasa perlu memperbarui lemari setiap kali muncul tren baru. Selama pakaian yang dimiliki masih layak, nyaman, dan sesuai kebutuhan, mereka dapat memilih untuk terus menggunakannya.
Kebiasaan tersebut juga bisa berkaitan dengan pertimbangan praktis, seperti menghemat waktu, mengurangi pengeluaran, atau memaksimalkan pakaian yang sudah tersedia.
9. Tidak menjadikan pakaian sebagai tolok ukur harga diri
Sebagian orang merasa perlu tampil berbeda dalam setiap kesempatan agar mendapatkan kesan positif dari lingkungan sekitar. Namun, ada pula orang yang tidak menganggap pengulangan pakaian sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Orang yang nyaman mengulang pakaian dapat terlihat lebih tenang dalam menghadapi kemungkinan penilaian orang lain. Mereka tidak selalu merasa harus menjelaskan atau mengubah pilihan berpakaian hanya karena orang lain memiliki pendapat berbeda.
Nah, itu dia sembilan ciri kepribadian orang yang tak malu menggunakan baju itu-itu saja menurut psikologi. Semoga bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Ciri Orang yang Selalu Memendam Emosi dan Terlihat Baik-Baik Saja
7 Cara Mengenali Orang yang Tidak Bahagia dari Kebiasaan Pagi Hari Menurut Riset
9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan