Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Putri Pewaris Miliarder yang Rela Bagikan Warisan Rp500 Miliar, Pilih Hidup dari Gaji

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Minggu, 25 Oct 2026 09:45 WIB

Kisah miliader dunia
Kisah miliader dunia/ Foto: Getty Images/martin-dm
Daftar Isi

Lahir dari keluarga berkecukupan menjadi keistimewaan yang didambakan sebagian orang. Kestabilan ekonomi sejak kecil menjanjikan hidup tanpa kekhawatiran tentang finansial.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Marlene Engelhorn. Dibesarkan di lingkungan keluarga dengan nilai kekayaan fantastis, tidak membuatnya terlena untuk menikmati harta orang tuanya. Engelhorn justru membagikan warisannya kepada masyarakat dan memilih untuk hidup dari hasil kerja kerasnya.

Penasaran tentang kisah putri pewaris kaya raya Marlene Engelhorn yang memilih untuk membagikan warisannya kepada banyak orang? Yuk, bunda simak informasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Marlene Engelhorn, Putri pewaris miliarder asal Austria

Marlene Engelhorn merupakan putri pewaris miliarder asal Austria yang telah lama menuai sorotan. Keluarganya sempat berkecimpung dalam perusahaan farmasi Boehringer Mannheim yang kemudian dijual pada tahun 1997. Dilansir laman Abc.net, sebagian besar harta kekayaan ekstrem keluarganya berasal dari perusahaan farmasi tersebut.

Lebih jauh dari itu, leluhurnya juga pernah ikut mendirikan perusahaan kimia BASF. Perusahaan kimia BASF kini jadi perusahaan kimia terbesar di dunia.

Warisan Engelhorn berasal dari neneknya, Traudl Engelhorn-Vechiatto, yang diperkirakan senilai 3,8 miliar euro atau Rp76 triliun. Warisan ini diperoleh Engelhorn ketika sang nenek meninggal dunia pada September 2022.

Bagikan warisan ratusan miliar juta, libatkan 50 warga untuk menentukan penerima

Engelhorn telah lama mengkritik kebijakan Austria yang tidak mengenakan pajak untuk warisan. Ia merasa lahir dalam keluarga kaya adalah masalah keberuntungan dan ia tidak menghasilkan uang tersebut.

"Sebagian besar kekayaan warisan saya, yang mengangkat saya ke posisi kekuasaan hanya karena kelahiran saya, bertentangan dengan setiap prinsip demokrasi, kini telah didistribusikan ulang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi," ujarnya, dilansir laman Time.

Engelhorn tidak menikmati warisan tersebut untuk keperluan pribadi. Sebaliknya, ia membagikan uang tersebut kepada masyarakat dengan cara sedemokratis mungkin.

"Saya tidak pernah menganggap uang ini milik saya karena saya mengerti saat menerimanya bahwa itu tidak adil dan tidak adil," katanya tentang warisan jutaan dolarnya.

"Uang yang saya miliki kekurangan di tempat lain dan harus kembali ke tempat yang dibutuhkan, yaitu masyarakat."

Untuk merealisasikan rencananya, Engelhorn mengirim email kepada sekitar 10.000 warga Austria yang dipilih secara acak. Dari sana, ia melibatkan 50 orang yang dirancang untuk mewakili demografi Austria dari segi gender, etnis, dan pendapatan.

Orang-orang yang terpilih tersebut kemudian tergabung dalam organisasi Good Council for Redistribution. Tugasnya adalah untuk memilih 77 organisasi berbeda yang akan menerima kekayaan Engelhorn. Setelah organisasi tersebut terbentuk, Engelhorn memutuskan mengundurkan diri agar proses pendistribusian tidak terpaku pada keterlibatannya.

"Redistribusi harus menjadi proses yang melampaui (dirinya sendiri)," katanya. 

Distribusi uang paling besar diberikan kepada masyarakat Austria untuk konservasi alam. Distribusi terbesar kedua diberikan kepada organisasi Neunerhaus, yang memberikan bantuan kepada tunawisma. Organisasi lain yang menerima dana dari Engelhorn yaitu badan amal iklim, lembaga Momentum Institute, dan organisasi keagamaan. 

Tak ingin menikmati kekayaan tanpa usaha, Marlene Engelhorn pilih hidup dari gaji

Setelah membagikan warisannya kepada masyarakat Austria melalui berbagai organisasi. Engelhorn memilih untuk mandiri secara finansial. Ia bekerja dan mengelola anggaran sendiri.

Meskipun kehidupannya saat ini sangat berbeda dari kehidupan mewah yang ia miliki saat kecil. Namun, Engelhorn sangat yakin itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

"Tidak mungkin membuat kesalahan jika kamu mengembalikan sesuatu yang bukan milikmu, itu sudah cukup baik," katanya.

Demikian cerita Marlene Engelhorn yang memilih melepas harta miliaran dari leluhurnya dan membagikan kepada beberapa organisasi kemanusian dan konservasi iklim. Semoga ceritanya menginspirasi ya!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda