Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Diet ala Aktor Korea Kim Jae Young yang Berhasil Turun Berat Badan hingga 30 Kg

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 24 Oct 2026 13:35 WIB

Kim Jae Young
Kim Jae Young / Foto: Instagram @darealkjy
Daftar Isi

Diet selebriti Korea selalu menyita perhatian. Kali ini diet aktor Korea Selatan, Kim Jae Young yang menjadi sorotan setelah turun berat badan 30 kg.

Menurunkan berat badan dalam jumlah besar bukanlah perkara mudah. Selain mengatur pola makan, diperlukan strategi yang tepat agar proses penurunan berat badan berjalan secara bertahap dan hasilnya bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Kombinasi antara pengaturan asupan kalori dan olahraga menjadi dua hal penting yang perlu diperhatikan. Hal tersebut juga dilakukan aktor Korea Selatan, Kim Jae Young.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Aktor berusia 38 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah memiliki berat badan hingga 110 kg sebelum akhirnya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 30 kg. Perubahan tersebut menjadi bagian dari persiapannya untuk memulai karier sebagai model.

Dalam sebuah penampilan di program hiburan SBS Whenever Possible, Kim Jae Young menceritakan perjalanan penurunan berat badannya, termasuk kebiasaan tidak makan malam dan rutinitas latihan beban selama berjam-jam. Pengalamannya menarik perhatian karena menunjukkan bahwa perubahan pola hidup dapat berperan besar dalam proses penurunan berat badan.

Meski demikian, metode diet yang dilakukan Kim Jae Young tidak cocok untuk semua orang. Ada beberapa prinsip yang bisa dipelajari dari pengalamannya, terutama mengenai pengaturan waktu makan, pemilihan makanan bergizi, dan pentingnya latihan kekuatan.

Diet ala aktor Korea Kim Jae Young

Mengutip Chosun, berikut diet aktor Kim Jae Young.

Kurangi makan malam untuk membatasi asupan kalori

Kim Jae Young mengungkapkan bahwa ia memiliki berat badan sekitar 110 kg ketika menjalani wajib militer. Ia kemudian mulai mengubah kebiasaan makannya dengan berhenti makan malam sejak berpangkat prajurit kelas satu.

Setelah menyelesaikan masa wajib militer, ia melanjutkan upaya penurunan berat badan dengan menjalani latihan beban selama empat jam sehari. Kebiasaan membatasi makan malam dapat membantu sebagian orang mengurangi asupan kalori harian.

Perhatikan total kalori dan kualitas makanan

Selain mengatur waktu makan, pemilihan jenis makanan juga penting selama menjalani diet. Mengurangi frekuensi makan tanpa memperhatikan kandungan gizi berisiko membuat tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya.

Makanan tinggi kalori namun kurang mengenyangkan sebaiknya dibatasi, seperti camilan manis, roti tertentu, dan minuman berpemanis. Sebagai gantinya, pilih makanan yang menyediakan protein dan serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Beberapa sumber protein yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian, antara lain telur, tahu, ikan, dan dada ayam. Sementara itu, sayuran serta biji-bijian utuh dapat membantu memenuhi kebutuhan serat.

Protein juga berperan penting selama penurunan berat badan karena membantu mempertahankan massa otot. Dengan asupan gizi yang memadai, program diet tidak hanya berfokus pada penurunan angka di timbangan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Jaga gula darah melalui pengaturan waktu makan

Membatasi waktu makan tidak hanya diteliti dalam kaitannya dengan penurunan berat badan, namun juga pengelolaan gula darah. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism menemukan bahwa orang dewasa dengan pradiabetes yang menjalani pola makan dengan waktu terbatas pada awal hari selama lima minggu mengalami penurunan kadar insulin puasa yang signifikan.

Penelitian tersebut juga melaporkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata sebesar 10 sampai 11 mmHg pada kelompok yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu makan berpotensi memberikan manfaat metabolik tertentu pada kelompok tersebut.

Hasil penelitian itu tidak berarti bahwa semua orang yang melewatkan makan malam akan mendapatkan manfaat yang sama. Penelitian dilakukan pada populasi tertentu dengan pola makan yang terstruktur sehingga hasilnya perlu dipahami sesuai konteksnya.

Bagi Bunda yang ingin mencoba mengatur waktu makan, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Pola makan yang terlalu ketat justru dapat menyulitkan pemenuhan gizi, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan jadwal makan khusus.

Kombinasikan diet dengan latihan beban

Salah satu bagian penting dari perjalanan diet Kim Jae Young adalah rutinitas latihan beban yang dijalaninya setelah menyelesaikan wajib militer. Ia mengaku melakukan latihan kekuatan selama empat jam sehari untuk mendukung upayanya menurunkan berat badan.

Latihan beban dapat membantu mempertahankan massa otot ketika seseorang sedang mengurangi asupan kalori. Hal ini penting karena penurunan berat badan tidak selalu hanya berasal dari lemak.

Tanpa strategi yang tepat, massa otot juga dapat berkurang selama proses diet. Ketika massa otot menurun, kebutuhan energi tubuh saat beristirahat dapat ikut berkurang.

Kondisi tersebut bisa membuat pengelolaan berat badan menjadi lebih menantang, terutama ketika Bunda kembali ke pola makan sebelumnya.

Temuan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal internasional BMJ Open Sport & Exercise Medicine turut mendukung pentingnya menggabungkan pengaturan pola makan dan latihan kekuatan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang melakukan latihan kekuatan bersamaan dengan pengaturan diet mengalami kehilangan massa otot yang lebih sedikit dan penurunan lemak tubuh lebih besar dibandingkan kelompok yang hanya mengatur pola makan.

Meski demikian, durasi latihan empat jam sehari seperti yang dilakukan Kim Jae Young tidak harus ditiru. Pemula dapat memulai latihan kekuatan dengan durasi dan intensitas yang sesuai kemampuan, kemudian meningkatkannya secara bertahap. Waktu pemulihan yang cukup juga diperlukan agar tubuh dapat beradaptasi dengan latihan.

Keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat angka timbangan berkurang, namun juga kemampuan mempertahankan hasilnya. Diet yang terlalu ketat dan sulit dijalani berisiko membuat seseorang kembali ke kebiasaan lama setelah target berat badan tercapai.

Pengalaman Kim Jae Young memperlihatkan dua aspek yang bisa menjadi perhatian, yakni pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Diingatkan kembali, setiap orang memiliki kebutuhan kalori, kondisi tubuh, serta kemampuan olahraga yang berbeda.

Untuk itu, pendekatan yang efektif bagi satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain.

gi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda