Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Cara Mengenali Orang yang Tidak Bahagia dari Kebiasaan Pagi Hari Menurut Riset

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Senin, 26 Oct 2026 07:30 WIB

Young asian women lying in bed texting and checking social apps in smartphone on bed before after she sleeping at night. Mobile addict concept.
Ilustrasi / Foto: Getty Images/TheerapolP
Daftar Isi

Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri di pagi hari sebelum memulai rutinitas. Rutinitas ini dapat terbentuk dari pola hidup dan juga tuntutan harian yang dimiliki seseorang.

Dalam psikologi, kebiasaan di pagi hari bisa jadi salah satu cara mengenali orang yang tidak bahagia. Yuk, Bunda, simak penjelasan lengkapnya melalui artikel ini.

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dari kebiasaan pagi hari

Berikut ini tujuh cara mengenali orang yang tidak bahagia berdasarkan kebiasaan di pagi hari menurut riset. Dikutip laman Your Tango, inilah cara mengenali orang yang tidak bahagia dari kebiasaannya saat memulai hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Bergegas melakukan pekerjaan

Ketika seseorang bangun di pagi hari dan langsung membuka laptop atau melakukan pekerjaan, ini jadi salah satu cara mengenali orang yang tidak bahagia. Seseorang yang langsung bekerja sesat bangun tidur kemungkinan memulai hari dalam situasi yang dapat merusak energi.

Merujuk penelitian Using Wake-Up Tasks for Morning Behavior Change: Development and Usability Study yang dipublikasi dalam National Library of Medicine 2022, rutinitas pagi sebelum bekerja dapat menentukan suasana pada hari itu.

Apabila seseorang memulai hari dengan suasana yang cemas. Ini bisa berpengaruh seiring berjalannya hari.

2. Memulai hari tanpa rencana

Tanpa memiliki rencana yang dibuat untuk sepanjang hari, seseorang bisa saja merasa kacau karena tidak terarah. Akan lebih baik apabila seseorang meluangkan waktu pada malam sebelumnya untuk menata pakaian atau menyusun daftar pekerjaan untuk besok. Karena, memulai hari tanpa rencana akan membuat seseorang bangun tidur dalam keadaan gelisah.

Merujuk artikel Why We Continue to Rely on (and Love) To-Do Lists dari laman HBR, daftar tugas atau to-do list menjadi media yang efektif untuk menyusun rencana. Orang yang membuat daftar tugas atau memiliki gambaran umum tentang apa yang harus mereka selesaikan setiap hari, lebih mungkin menyelesaikan hal-hal tersebut dengan pola pikir yang lebih optimis dan tenang sepanjang hari. 

3. Menghindar dari sinar matahari

Cara mengenali orang yang tidak bahagia lainnya dapat diketahui dari kebiasaan saat bangun pagi. Seseorang yang sengaja melewatkan cahaya alami di pagi hari dapat merusak energi dan memperburuk suasana hati di awal hari.

Berdasarkan penelitian Shine light on sleep: Morning bright light improves nocturnal sleep and next morning alertness among college students yang dipublikasikan Journal of Sleep Research 2022, cahaya alami di pagi hari seringkali dapat meningkatkan efisiensi tidur dan mengurangi waktu yang terbuang untuk berbaring di tempat tidur di pagi hari. 

Selain itu, cahaya matahari dapat membantu membangunkan seseorang secara alami. Sehingga ketika alarm berbunyi, seseorang tidak terbangun dengan cara yang penuh kecemasan di tengah tidur yang lelap. 

Tidak hanya dapat merasa lebih segar, seseorang juga menjadi mendapat waktu lebih banyak untuk melakukan rutinitas pagi sebelum bekerja.

4. Langsung melakukan banyak hal dalam satu waktu

Seseorang yang memulai hari dengan melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking dapat menyebabkan kelelahan otak. Seseorang akan dapat lebih bahagia apabila melakukan rutinitas pagi secara mindfull, bahkan untuk rutinitas sederhana seperti menggosok gigi sekali pun.

Studi berjudul The Impact of Morning Meditation and Sleep Quality on Affective and Health Outcomes in Healthcare Workers yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine 2022 memaparkan manfaat mindfulness. Ini jadi cara yang efektif untuk memulai hari, terutama bagi orang yang sedang mengalami stres dan kecemasan.

5. Spontan terkejut saat alarm berdering

Alarm memang jadi alat yang ampuh untuk bangun dari tidur. Namun, alarm dengan suara yang terlalu keras sehingga seseorang spontan terkejut saat mendengarnya tidak baik bagi kesehatan.

Dalam penelitian Waking Up to Your Phone Alarm? It Could Be Putting You at Risk dari University of Virginia, dipaparkan bangun dengan jam alarm dengan keras secara langsung dapat membahayakan kesehatan kita di pagi hari. Ini dapat hal ini dapat meningkatkan tekanan darah kita hingga 74 persen dan mengaktifkan respons melawan atau lari di sistem saraf.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang dapat bangun secara alami tanpa alarm. Untuk itu, memasang alarm dengan suara yang lebih halus bisa jadi alternatif untuk kesehatan. Ini juga mengurangi risiko terbangun dalam keadaan cemas di pagi hari.

6. Langsung membuka media sosial

Membuka media sosial sesaat setelah bangun tidur jadi salah satu cara mengenali orang yang tidak bahagia dari kebiasaan di pagi hari. Mengutip laman Fielding Graduate University, membuka media sosial dapat mengganggu seseorang mempersiapkan mental pada hari itu. 

Selain itu, kebiasaan ini juga  dapat membebani otak dan membuat sistem saraf langsung dalam keadaan cemas. Kebiasaan ini juga dapat membebani otak kita dengan informasi dan input sensorik dari ponsel sebelum sempat bangun dan memberi energi secara alami. 

7. Melewatkan sarapan pagi

Sarapan menjadi asupan yang penting untuk memulai hari. Tidak hanya memberikan energi yang mungkin kurang saat memulai hari, tapi juga memberi makan tubuh dan pikiran sepanjang hari. 

Sarapan juga membantu dalam  meningkatkan perhatian dan produktivitas. Namun, tidak jarang kebiasaan ini terlewat dan orang lebih memilih makan banyak saat siang hari. 

Melewatkan sarapan memiliki kaitannya dengan aspek kesehatan. Merujuk Association between skipping breakfast and prediabetes among adolescence in Japan: Results from A-CHILD study yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine tahun 2023, melewatkan sarapan sering dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih buruk, seperti kecenderungan untuk pra-diabetes. Selain itu, ini dapat berpengaruh pada kesehatan mental dikarenakan kurangnya energi dan kekuatan otak.

Itulah cara mengenali orang yang tidak bahagia dari kebiasaanya di pagi hari. Rutinitas di pagi hari dapat berpengaruh pada energi sepanjang hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda