Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Terlalu Serius saat Ngobrol

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Selasa, 27 Oct 2026 06:30 WIB

Ilustrasi perempuan
Ilustrasi kalimat yang sering diucapkan orang terlalu serius saat ngobrol / Foto: Getty Images/findfootagehq
Daftar Isi
Jakarta -

Dalam percakapan sehari-hari, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menanggapi suatu hal. Ada yang mudah tertawa dan melontarkan lelucon, sementara lainnya cenderung menanggapi obrolan dengan serius hingga terkadang dianggap kaku atau sulit diajak bercanda.

Sikap tersebut dapat terbentuk dari berbagai faktor, termasuk genetika, pola asuh, dan gaya hidup. Orang dengan karakter ini biasanya lebih jarang tersenyum serta cenderung memandang berbagai hal secara sungguh-sungguh.

Dikutip dari Psychology Today, orang yang serius umumnya memiliki ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski demikian, keseriusan yang berlebihan bisa memengaruhi hubungan sosial, terutama jika membuat seseorang sulit menerima perbedaan. Salah satu cara mengenali karakter ini adalah melalui kalimat yang sering mereka ucapkan saat mengobrol.

9 Kalimat yang sering diucapkan orang terlalu serius

Dilansir Your Tango, berikut beberapa kalimat yang sering diucapkan orang terlalu serius saat ngobrol:

1. “Aku tidak akan pernah mengerti mengapa orang menganggap itu lucu”

Setiap orang pastinya memiliki selera humor yang berbeda. Sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu bisa menghibur orang lain.

Meski begitu, perbedaan tersebut bukan menjadi alasan seseorang bisa meremehkan selera humor orang lain. Mereka menganggap selera humornya lebih baik dari yang lain, sehingga mereka berani untuk mengejek hal yang disukai orang lain.

2. “Kamu perlu lebih dewasa”

Kebanyakan orang yang terlalu serius, berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang sematang atau sepintar mereka. Alih-alih bersikap ramah pada orang lain, mereka mungkin malah mengatakan betapa tidak dewasanya mereka dan mengajarkan untuk menjadi dewasa.

Sebagian orang memiliki kecerdasan atau kematangan emosional yang rendah. Mereka mungkin kesulitan untuk mengungkapkan perasaan atau memilih menarik diri ketika menghadapi situasi sulit.

Kondisi ini menjadi tantangan dalam berkomunikasi, terlebih lagi bagi orang yang terbiasa menanggapi segala sesuatu dengan serius. Namun, perbedaan cara mengelola emosi bukanlah untuk merendahkan orang lain.

3. “Kamu tidak bekerja sekeras itu”

Orang dengan pola pikir ini merasa bahwa keberhasilan mereka berasal dari kerja keras dan usaha yang lebih baik dibanding orang lain.

Mereka kemudian menjadikan pengalaman pribadi sebagai standar untuk menilai orang lain. Bahkan, mereka bisa menganggap orang lain kurang berusaha dan merendahkan kemampuannya, tanpa memahami situasi yang sebenarnya.

4. “Saya hanya melakukan percakapan serius”

Penelitian menunjukkan bahwa orang akan terhubung dengan baik melalui percakapan yang lebih mendalam, tetapi orang seperti ini mungkin tidak tertarik pada hal tersebut.

Mereka sangat terganggu dengan orang yang bercanda atau melakukan percakapan yang tidak perlu.

5. “Ada waktu dan tempat yang tepat untuk itu”

Bagi orang serius, konteks itu penting sehingga bercanda atau bertingkah konyol bukanlah hal yang pantas untuk dilakukan.

Padahal, bagi sebagian orang bercanda bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah. Namun, bagi sebagian yang lain, mereka berpikir ada tempat dan waktunya untuk melakukan hal tersebut.

6. “Aku sedang tidak ingin bermain-main”

Orang yang terlalu serius sering menuntut keseriusan dan komunikasi yang jelas. Mereka tidak mentolerir hal yang main-main, seperti harapan palsu.

Selain itu, ketika seseorang bercanda dengan orang serius, mereka tidak memiliki kemampuan untuk membalasnya. Bersenang-senang atau bertingkah konyol adalah sikap yang terlihat menjengkelkan bagi mereka.

7. “Tanggung jawab saya adalah prioritas utama”

Mereka biasanya terlalu keras dengan diri sendiri. Mereka lebih memilih memenuhi standar yang tinggi dibanding beristirahat. Akibatnya, mereka sering terlihat tegang karena harus terus produktif dan berhasil di setiap pekerjaan.

8. “Saya tidak punya waktu itu untuk itu”

Orang serius cenderung membuat komentar pasif-agresif seperti ini. Awalnya mungkin terdengar biasa saja, tapi ucapan tersebut bisa menyakiti perasan orang lain.

Dengan ucapan tersebut, mereka menganggap dirinya terlalu sibuk dan memiliki prioritas lain yang lebih penting sehingga tidak ada waktu untuk mengikuti hal yang disukai orang lain.

9. “Beberapa orang perlu menjadi dewasa”

Seseorang yang terlalu serius terkadang meremehkan orang lain. Mereka akan merasa bahwa orang lain tidak memiliki kapasitas mental yang sama.

Ketika orang lain mengatakan sesuatu yang dianggap kurang tepat, mereka mungkin merespons dengan meminta orang tersebut untuk lebih dewasa. Ucapan ini bisa menyakitkan karena terkesan meremehkan perasaan dan cara pandang orang lain.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan orang terlalu serius saat ngobrol. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda