Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Pria Amnesia Hampir 7 Tahun akibat Stres, Sembuh usai Dapat Pekerjaan Baru

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 02 Nov 2026 11:30 WIB

Ilustrasi pria pusing
Ilustrasi / Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Tahukah Bunda? Kehilangan ingatan tidak selalu disebabkan oleh cedera kepala, tetapi juga dapat berkaitan dengan tekanan psikologis yang berat.

Hal ini dialami seorang pria asal Jepang yang didiagnosa amnesia selama hampir tujuh tahun setelah menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya.

Dilansir IFLSCIENCE, kasus tersebut bermula ketika pria berusia 40 tahun itu kehilangan ingatan autobiografis, termasuk identitas serta kenangan tentang masa lalunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski telah menjalani perawatan medis, kondisinya tak kunjung pulih hingga ia memutuskan beralih ke pekerjaan yang lebih ringan. Menariknya, dua minggu setelah memulai pekerjaan baru, seluruh ingatannya kembali.

Kisah pria amnesia hampir 7 tahun sembuh setelah dapat pekerjaan baru

Penelitian Natural recovery from long-lasting generalised dissociative amnesia and of cerebral blood flow yang dipublikasikan pada National Library of Medicine, menyoroti kisah ini dalam sebuah studi kasus pada 2019 yang mengungkap kemungkinan hubungan antara tekanan psikologis, perubahan pekerjaan, dan pemulihan amnesia disosiatif.

Para peneliti mendokumentasikan kasus pria tersebut di departemen psikiatri Rumah Sakit Hokkaido.

Pasien yang namanya tidak disebutkan, dibesarkan di Sapporo, Hokkaido, Jepang, dan digambarkan sebagai sosok yang lembut dan introvert.

Beberapa tahun sebelum dirawat di rumah sakit, ia menjalankan sebuah toko buku, tetapi sayangnya toko tersebut bangkrut. Dalam upaya mencari pekerjaan baru, ia mulai mengikuti sekolah pelatihan kejuruan. Namun menjelang akhir sekolah, ia masih belum dapat menemukan pekerjaan.

Pada hari terakhir pelatihan, pria itu mengalami kehilangan ingatan autobiografis dan episodiknya. Tanpa mengetahui namanya, ia ditemukan berkeliaran di jalanan oleh seorang teman, yang kemudian mengantarnya pulang ke rumah.

Di rumah sakit, hasil pemindaian tidak menunjukkan kerusakan otak yang signifikan, meskipun tercatat penurunan aliran darah ke area ventral kanan lobus temporal.

Sementara itu, tes lain menunjukkan bahwa pria tersebut mungkin mengalami sedikit penurunan fungsi kognitif, sedangkan memori kerja umumnya tetap berfungsi.

Pria itu kemudian didiagnosis menderita amnesia disosiatif yang disertai episode depresi ringan, dan diobati dengan obat SSRI. Setelah empat bulan, ia dipulangkan dari rumah sakit.

Sayangnya, pada saat itu ia masih menderita amnesia. Lebih buruk lagi, karena hubungan yang retak dengan ayahnya, ia tidak dapat kembali ke rumah, melainkan pindah ke panti asuhan.

Di sana, ia mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor kecil, tempat ia bekerja selama enam tahun dan 10 bulan, masih dalam keadaan amnesia disosiatif.

Pada titik ini, dia memutuskan untuk berganti pekerjaan ke sesuatu yang sedikit lebih ringan, yang melibatkan pekerjaan mudah selama beberapa jam hari.

“Dua minggu setelah memulai pekerjaan baru ini, dia mengingat setiap detail kehidupannya,” jelas tim dalam laporan tersebut.

Tes lebih lanjut mengungkap bahwa masalah aliran darah telah teratasi, meskipun mereka tidak dapat menentukan kapan tepatnya hal ini terjadi.

Sementara itu, tim peneliti mencatat bahwa sulit untuk membedakan ingatan asli dari ingatan yang dipelajari atau dibayangkan yang diperoleh setelah munculnya amnesia. Meski demikian, mereka percaya bahwa amnesia pria tersebut memang telah pulih.

Nah, itulah cerita tentang pria yang sempat mengalami amnesia selama tujuh tahun akhirnya sembuh setelah mendapatkan pekerjaan baru. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda