moms-life
7 Kepribadian Karyawan Berdasarkan Kondisi Meja Kerja
HaiBunda
Selasa, 20 Oct 2026 18:45 WIB
Daftar Isi
-
Kepribadian karyawan berdasarkan kondisi meja kerja
- 1. Karyawan yang meja kerjanya berantakan
- 2. Karyawan yang menyukai meja minimalis
- 3. Karyawan yang gemar menghias meja dengan barang pribadi
- 4. Karyawan yang suka memperluas area meja kerja
- 5. Karyawan yang memilih posisi meja dengan pandangan luas
- 6. Karyawan yang memenuhi meja dengan buku dan catatan
- 7. Karyawan yang meletakkan tanaman hias di meja
Kondisi meja kerja karyawan ternyata bisa mengungkap kepribadiannya. Kenali kepribadian karyawan berdasarkan kondisi kerja.
Meja kerja bukan sekadar tempat meletakkan laptop, dokumen, dan perlengkapan kantor. Bagi sebagian karyawan, area ini juga menjadi ruang untuk mengekspresikan diri, mulai dari memajang foto keluarga, menyusun koleksi buku, hingga menambahkan tanaman hias agar suasana bekerja terasa lebih nyaman.
Di sisi lain, ada pula karyawan yang memilih meja polos dan tertata rapi tanpa banyak barang pribadi. Menariknya, kondisi meja kerja bisa memberikan gambaran tentang kebiasaan, gaya bekerja, hingga kesan yang ingin ditampilkan seseorang di lingkungan profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang dapat membentuk penilaian mengenai kepribadian seseorang melalui lingkungan fisik yang ditempatinya. Meski demikian, penilaian tersebut tidak selalu menggambarkan kepribadian seseorang secara utuh.
Profesor psikologi di University of Texas di Austin, Sam Gosling, yang menulis buku Snoop: What Your Stuff Says About You, menjelaskan bahwa ruang pribadi dapat mengungkapkan banyak hal tentang penghuninya.
“Salah satu alasan ruang fisik, termasuk meja kantor seseorang, bisa begitu mengungkapkan adalah karena ruang tersebut pada dasarnya merupakan kristalisasi dari banyak perilaku yang terbentuk seiring waktu,” kata Gosling dilansir dari Times of India.
Sementara itu, Lily Bernheimer, konsultan psikologi lingkungan sekaligus direktur Space Works Consulting di Inggris, mengembangkan lima tipe kepribadian berdasarkan karakteristik meja kerja.
Kategorisasi ini mengacu pada penelitian mengenai kepribadian, psikologi lingkungan, serta lima dimensi kepribadian atau Big Five Personality Traits.
Kepribadian karyawan berdasarkan kondisi meja kerja
Apa saja kepribadian karyawan yang bisa tercermin dari kondisi meja kerjanya? Bahas di sini yuk, Bunda.
1. Karyawan yang meja kerjanya berantakan
Meja yang dipenuhi tumpukan dokumen, cangkir kopi, alat tulis, hingga berbagai benda kecil sering kali langsung diasosiasikan dengan pribadi yang kurang terorganisasi. Namun kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa pemiliknya malas atau tidak mampu mengatur pekerjaan.
Dalam klasifikasi Lily Bernheimer, tipe ini dikenal sebagai the clutterer. Mereka cenderung memiliki meja yang ramai dengan beragam barang pribadi dan pernak-pernik.
Bernheimer mengaitkan tipe tersebut dengan kecenderungan ekstrover serta sikap yang lebih terbuka terhadap kehadiran rekan kerja. Orang dengan karakteristik ini biasanya nyaman berada di tengah aktivitas kantor dan lebih mudah menyambut interaksi sosial.
Sayangnya, jadwal yang padat dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan, mereka mungkin tidak selalu memiliki waktu untuk merapikan meja. Meski demikian, perlu dibedakan antara meja yang berantakan karena banyak proyek sedang dikerjakan dan meja yang dipenuhi barang tidak terpakai.
Tumpukan catatan, buku, atau sketsa bisa menjadi bagian dari proses kerja yang aktif. Sebaliknya, dokumen lama dan sampah yang menumpuk hingga mengganggu pekerjaan dapat menandakan bahwa ruang tersebut perlu ditata kembali.
2. Karyawan yang menyukai meja minimalis
Kebalikan dengan tipe sebelumnya, karyawan minimalis lebih menyukai meja yang bersih, rapi, dan hanya berisi barang-barang penting. Laptop, tempat alat tulis, buku catatan, serta beberapa lembar kertas mungkin sudah cukup bagi mereka untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut Bernheimer, meja yang tertata teratur dapat berkaitan dengan sifat conscientiousness, yakni kecenderungan untuk disiplin, bertanggung jawab, berhati-hati, dan berorientasi pada pencapaian. Mereka menyukai rutinitas serta perencanaan yang jelas agar pekerjaan dapat diselesaikan secara sistematis.
Karyawan dengan gaya ini juga bisa memberikan kesan profesional karena mudah menemukan barang yang dibutuhkan dan menjaga area kerjanya tetap tertib. Namun meja yang minimalis tidak otomatis berarti pemiliknya pendiam.
Bernheimer menegaskan bahwa tempat kerja yang sangat rapi dan terorganisasi tidak menunjukkan bahwa seseorang pasti memiliki kepribadian introver. Ada pula hal lain yang patut diperhatikan, yaitu seberapa jauh seseorang merasa memiliki ruang kerjanya.
Meja yang sama sekali tidak menunjukkan sentuhan pribadi terkadang dapat menimbulkan kesan bahwa pemiliknya belum merasa terikat dengan tempat tersebut. Namun hal ini bukan bukti bahwa ia berencana meninggalkan pekerjaannya.
3. Karyawan yang gemar menghias meja dengan barang pribadi
Foto keluarga, souvenir dari perjalanan, karya seni, koleksi majalah, hingga figur karakter favorit menjadi bagian dari dekorasi meja kerja tipe ini. Bagi mereka, ruang kerja bukan hanya tempat menyelesaikan tugas, melainkan juga area yang mencerminkan minat dan identitas pribadi.
Bernheimer menyebut tipe ini sebagai the personaliser. Menurutnya, ruang kerja yang ditata dengan gaya sederhana tapi khas atau tidak biasa dapat menjadi petunjuk adanya keterbukaan terhadap pengalaman baru yang dikenal sebagai openness to experience.
“Ruang kerja yang sederhana, bergaya, atau tidak biasa memberi tahu orang lain bahwa Anda memiliki tingkat keterbukaan yang tinggi,” ujar Bernheimer.
Ia menjelaskan bahwa karakteristik tersebut berkaitan dengan kreativitas, minat intelektual, dan kesediaan untuk mencoba pengalaman baru. Karyawan yang gemar mempersonalisasi meja juga cenderung memiliki rasa ingin tahu dan senang mengekspresikan dirinya.
Bernheimer turut mengaitkan tipe ini dengan kepuasan kerja, kesejahteraan psikologis, dan kesehatan fisik yang lebih baik. Meski demikian, dekorasi meja saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang memiliki seluruh karakteristik tersebut. Barang-barang pribadi lebih tepat dipahami sebagai petunjuk tentang minat dan cara seseorang ingin menampilkan dirinya.
4. Karyawan yang suka memperluas area meja kerja
Pernah melihat rekan kerja yang menaruh jaket di kursi kosong, meletakkan makanan hingga melewati batas meja, atau memenuhi area di sekitarnya dengan barang-barang pribadi?
Dalam klasifikasi Bernheimer, kebiasaan ini dapat menggambarkan tipe the expander. Tipe tersebut cenderung ingin memiliki kendali lebih besar atas ruang di sekitarnya.
Bernheimer menjelaskan bahwa orang dengan kepribadian dominan bisa lebih defensif ketika menyangkut area pribadinya.
“Orang-orang yang memiliki tipe kepribadian lebih dominan cenderung defensif terhadap ruang mereka,” kata Bernheimer.
Menurutnya, kecenderungan itu dapat terlihat ketika seseorang perlahan-lahan memperluas area yang dianggap sebagai wilayahnya sendiri. Misalnya saja, ketika barang-barang yang awalnya hanya diletakkan di meja pribadi mulai memenuhi kursi kosong atau mengambil tempat yang seharusnya digunakan bersama.
Karakteristik ini bisa semakin terlihat di kantor dengan sistem hot-desking atau ruang kerja bersama, ketika karyawan tidak memiliki meja tetap. Mereka mungkin merasa perlu mempertahankan area yang digunakan agar tetap terasa seperti ruang pribadi.
Keinginan memiliki ruang sendiri tidak selalu berarti seseorang bersikap agresif. Hal yang lebih penting bagaimana ia menghormati batas ruang dan kenyamanan rekan kerja.
5. Karyawan yang memilih posisi meja dengan pandangan luas
Sebagian karyawan merasa lebih nyaman jika dapat melihat pintu masuk, lorong, atau aktivitas di sekitar tempat kerjanya. Mereka mungkin tidak menyukai posisi duduk yang membelakangi pintu atau berada di area dengan lalu lintas orang yang terlalu ramai.
Bernheimer menyebut tipe ini sebagai the surveyor. Mereka cenderung memperhatikan kondisi sekitar dan lebih nyaman ketika memiliki kendali atas apa yang terjadi di sekelilingnya.
“Akan menguntungkan bagi manusia dari sudut pandang evolusi jika kita menempatkan diri di lokasi yang memberikan pandangan baik terhadap potensi ancaman,” ujar Bernheimer.
Kecenderungan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian orang lebih menyukai posisi duduk yang memungkinkan mereka mengamati lingkungan. Bagi mereka, posisi meja yang tepat dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu mengurangi gangguan yang tidak diinginkan.
Bernheimer menambahkan bahwa tipe surveyor mungkin memiliki kecenderungan introver dan lebih menyukai ruang pribadi. Interaksi yang terlalu sering atau lingkungan yang penuh stimulasi bisa mengganggu konsentrasi mereka.
Meski demikian, ia juga menggambarkan kelompok ini sebagai pribadi yang dapat memiliki kreativitas dan produktivitas tinggi. Untuk itu, karyawan yang memilih bekerja dengan tenang bukan berarti tidak ramah atau tak suka bekerja sama. Bisa jadi, mereka hanya membutuhkan lingkungan yang mendukung konsentrasi agar dapat menghasilkan pekerjaan terbaik.
6. Karyawan yang memenuhi meja dengan buku dan catatan
Meja kerja yang dipenuhi buku, jurnal, catatan tulisan tangan, dan bahan bacaan sering kali memberikan kesan bahwa pemiliknya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Buku tentang sejarah, ekonomi, sastra, atau bidang lain dapat membuat orang lain menganggap pemilik meja sebagai sosok yang gemar belajar.
Penelitian psikologi mendukung gagasan bahwa orang menggunakan benda-benda di ruang pribadi untuk membentuk kesan mengenai penghuninya. Dalam studi yang diterbitkan pada 2002 di Journal of Personality and Social Psychology, Samuel D. Gosling, Sei Jin Ko, Thomas Mannarelli, dan Margaret E. Morris meneliti kemampuan orang dalam menilai kepribadian penghuni hanya berdasarkan kondisi kantor dan kamar tidur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamat dapat membentuk penilaian yang relatif serupa tentang penghuni ruang. Untuk sejumlah karakteristik, penilaian itu juga menunjukkan tingkat ketepatan yang bermakna.
Buku dan catatan yang dipajang dapat menjadi petunjuk mengenai minat intelektual atau bidang yang sedang dipelajari seseorang. Namun jumlah buku di meja tidak otomatis membuktikan bahwa pemiliknya lebih cerdas atau lebih berpengetahuan dibandingkan rekan kerjanya.
Perlu dilihat pula bagaimana benda-benda tersebut digunakan. Buku yang terbuka dengan catatan di sampingnya mungkin menunjukkan bahwa pemiliknya sedang melakukan riset atau mempelajari materi tertentu.
Dengan demikian, benda di meja kerja lebih tepat dijadikan bahan untuk memahami minat seseorang, bukan dasar memberikan label kepribadian secara mutlak.
7. Karyawan yang meletakkan tanaman hias di meja
Tanaman kecil di samping monitor, sukulen di dekat tempat alat tulis, atau tanaman berdaun hijau di sudut meja bisa membuat ruang kerja terasa lebih hidup. Karyawan yang memilih dekorasi ini mungkin ingin menghadirkan suasana yang lebih nyaman di tengah rutinitas kantor.
Kehadiran tanaman memang dapat mengubah tampilan ruang kerja, tapi tidak serta-merta menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang paling tenang atau paling empatik di kantor. Hubungan antara kepribadian dan cara seseorang mempersonalisasi ruang juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk posisi karyawan serta jenis lingkungan kerja yang tersedia.
Tanaman hias bisa dipilih karena pemiliknya menyukai alam, ingin mempercantik meja, atau sekadar tertarik merawat tanaman. Pilihan ini tidak cukup untuk memastikan karakter emosional seseorang.
Meski demikian perlu dicatat Bunda, meja kerja memang dapat memberikan sejumlah petunjuk tentang kebiasaan dan gaya bekerja seseorang. Namun kondisi meja tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kepribadian secara pasti.
Meja yang berantakan bukan berarti pemiliknya tidak kompeten, sebagaimana meja yang rapi tidak otomatis menjamin seseorang selalu disiplin. Untuk itu, jangan terburu-buru menilai seseorang dari meja kerjanya, Bunda bisa menjadikan berbagai petunjuk di atas sebagai cara memahami perbedaan kebiasaan dan preferensi di lingkungan profesional.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Karyawan Diminta Masuk Kerja saat Libur Lebaran, Ketahui Aturan dan Syaratnya
Mom's Life
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
Mom's Life
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Mom's Life
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Mom's Life
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
5 Foto
Mom's Life
5 Ide Meja Kerja di Rumah Minimalis Agar Work From Home Lebih Menyenangkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Kelinci, Ada Peluang Bawa Kesuksesan
Lulusan Ilmu Komputer Disebut Makin Sulit Dapat Kerja, Ini Alasannya
5 Kesalahan Berpakaian ke Kantor, Salah Satunya Terlalu Sering Pakai Baju Hitam